OECD Menaikkan Rating Pertumbuhan Ekonomi AS dan Global

385
OECD pada Senin (28/11/2016) menaikkan rating pertumbuhan ekonomi AS dan global setelah Trump terpilih sebagai presiden AS yang berjanji akan menerapkan sejumlah kebijakan stimulus ekonomi, termasuk ekspansi pengeluaran publik dan pemotongan pajak. (Mark Wilson/Getty Images)

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada Senin (28/11/2016) menaikkan rating pertumbuhan ekonomi AS dan global. Itu dilakukan setelah Trump terpilih sebagai presiden AS yang berjanji akan menerapkan sejumlah kebijakan stimulus ekonomi, termasuk ekspansi pengeluaran publik dan pemotongan pajak.

Penilaian yang dikeluarkan oleh lembaga kebijakan ekonomi internasional ini menjadi yang pertama memperkirakan dampak positif dari kebijakan ekonomi Trump baik terhadap AS dan dunia.

Penyesuaian rating pertumbuhan yang dilakukan OECD membuat pertumbuhan ekonomi AS tahun 2018 naik sampai 2 kali lipat dari sekarang. Pejabat berwenang lembaga tersebut menjelaskan bahwa program ekspansi pengeluaran publik yang tertarget selain mampu menghidupkan kegiatan ekonomi swasta, juga akan mendorong ekonomi global keluar dari perangkap pertumbuhan rendah.

OECD memperkirakan bahwa roda ekonomi AS akan berputar lebih cepat sehingga tingkat pertumbuhan ekonomi AS pada tahun 2017 akan naik dari perkiraan sebelumnya yang 1.9 % menjadi 2.3 %. Demikian pula perkiraan pertumbuhan tahun 2018 akan naik dari 2.2 % menjadi 3 %.

Kelompok kerja dari Trump mengatakan bahwa Trump nantinya akan mencairkan dana sebesar USD 550 miliar guna membangun kembali infrastruktur yang sudah tua. Ia juga berencana untuk menurunkan tingkat pajak perusahaan sebagaimana yang dijanjikan dalam kampanye.

Dalam laporan OECD disebutkan bahwa pertumbuhan Domesti Bruto AS diperkirakan baru akan kembali ke jalur pertumbuhan yang moderat pada 2017, dan efektivitas dari rangkaian kebijakan Trump itu baru akan terlihat pada 2018.

OECD menjelaskan bahwa jika program ekspansi pengeluaran publik dan pemotongan pajak sebagaimana yang dijanjikan Trump itu terealisasikan, maka dapat merangsang pertumbuhan investasi dan konsumsi dalam negeri, yang juga akan memberikan keuntungan bagi pertumbuhan ekonomi global.

OECD juga menyebutkan, setelah akhir pemilu masyarakat umumnya berharap bahwa kebijakan ekonomi secara keseluruhan akan berubah. Dengan naiknya permintaan maka akan mengangkat laju pertumbuhan impor.

OECD dalam laporan semi tahunan World Economic Outlook terbaru memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2016 adalah 2.9 %. Dan tahun 2017 adalah 3.3 %. Tahun 2018 adalah 3.6 %. Padahal OECD dalam perkiraan sebelumnya menyebutkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi global pada 2017 adalah 3.2 %. Tahun 2018 adalah 3.3 %.

“Ekonomi global dalam 5 tahun terakhir ini masuk ke perangkap pertumbuhan rendah, apakah ia akan mampu keluar dari sana itu hanya tergantung pada pilihan kebijakan yang di luar moneter,” kata Kepala Ekonom OECD Catherine Mann.

Sementara itu, OECD memrediksi bahwa ekonomi Uni Eropa pada 2017 akan tumbuh 1.6 %. Pada 2018 adalah 1.7 %. Ekonomi Jepang tahun depan akan tumbuh 1 %, tetapi akan menurun menjadi 0.8 % pada 2018.

Terhadap negara berkembang, OECD memperkirakan bahwa masih banyak negara dalam golongan ini yang masih harus berjuang keras untuk dapat keluar dari situasi pertumbuhan ekonomi yang lamban. (Sinatra/rmat)