Analisis canggih dari dua uji klinis- satu dilakukan di Amerika Serikat  dan yang lainnya dilakukan di Australia-menunjukkan bahwa ribuan kelahiran prematur-lahir pada atau sebelum usia kehamilan 34 minggu-dapat dicegah jika ibu hamil mengonsumsi suplemen asam dokosahexaenoat (DHA) setiap hari.

Uji coba terkontrol secara acak di mana wanita hamil mengonsumsi suplemen DHA setiap hari secara statistik menunjukkan penurunan kelahiran prematur yang bermakna. Model statistik memeriksa kelahiran berisiko rendah, sedang dan tinggi dari ibu yang mengonsumsi DHA selama kehamilan untuk dibandingkan dengan kontrol plasebo. Peneliti memperkirakan bahwa lebih dari 106.000 kelahiran prematur berisiko tinggi dapat dihindari di Amerika Serikat dan sekitar 1.100 kelahiran prematur berisiko tinggi dapat dicegah di Australia setiap tahun jika wanita hamil mengonsumsi suplemen asam lemak omega setiap hari.

Bayi yang lahir sangat prematur sering membutuhkan perawatan untuk menyelamatkan jiwanya dan rawat inap yang lebih lama saat lahir dan berisiko tinggi untuk menjalani rawat inap tambahan dalam tahun pertama kehidupannya-di negara maju. Selanjutnya, bayi ini berisiko untuk mengalami cacat serius atau kematian sebelum lahir, kata Susan Carlson, A.J. Rice, seorang profesor ahli gizi di University of Kansas Medical Center, yang ikut memimpin penelitian di Amerika Serikat bersama dengan John Colombo, KU, seorang profesor psikologi dan direktur Life Span Institute.

“Saat ini tidak ada metode yang efektif untuk mencegah kelahiran prematur spontan. Penelitian terbaru kami menunjukkan bahwa DHA menjadi agen yang menjanjikan untuk mengurangi masalah kesehatan masyarakat yang penting ini,” kata Susan Carlson.

Baik penelitian KUDOS (Kansas DHA Outcome Study), yang dipimpin oleh Susan Carlson dan John Kolombo maupun DOMinO (DHA to Optimize Mother Infant Outcome) yang dipimpin oleh Maria Makrides, profesor ahli gizi manusia dan pemimpin tema Ibu Sehat, Bayi dan Anak di  South Australian Health & Medical Research Institute , dan Robert Gibson, seorang profesor ilmu pangan fungsional di Universitas Adelaide, melihat sedikit peningkatan lamanya kehamilan, namun peningkatan ini terkait dengan penurunan kelahiran prematur yang berisiko lebih tinggi.

DHA (asam dokosahexaenoat) terjadi secara alami di membran sel dengan kadar tertinggi di dalam sel otak, tetapi kadar DHA dapat ditingkatkan melalui makanan atau suplemen. Bayi memperoleh DHA dari ibunya di dalam rahim dan dari air susu ibunya setelah lahir, tetapi jumlah yang diterima tergantung pada status DHA ibu, kata Susan Carlson.

“Wanita di Amerika Serikat biasanya kurang mengonsumsi DHA dibandingkan dengan wanita di sebagian besar negara maju lainya. Dilaporkan bahwa asupan DHA oleh wanita di Amerika Serikat maupun Australia jauh di bawah asupan DHA yang dikonsumsi oleh wanita Jepang,” kata Susan Carlson.

Dengan menggunakan hasil DOMinO dan KUDOS, peneliti di kedua penelitian tersebut menemukan bahwa kelahiran prematur dapat dikurangi menjadi hanya 1,3 persen kelahiran di Australia atau 1,5 persen kelahiran di AS pada populasi demografis yang sama.

“Persentase ini sangat mirip dan mungkin mencerminkan tingkat terendah kelahiran prematur spontan yang dapat dicapai dalam populasi,” kata Susan Carlson.( University of Kansas/Vivi)

Share
Kategori: KESEHATAN

Video Popular