Oleh Xia Yu

Sebuah kelompok kemanusiaan Korea Selatan melalui citra satelit dan kesaksian sejumlah pembelot Korut telah mengkonfirmasikan bahwa di Korea Utara terdapat sedikitnya 12.000 buah kuburan massal.

Media ‘Daily Telegraph’ pada Selasa (29/11/2016) memberitakan, dalam kurun waktu 18 bulan terakhir, kelompok kemanusiaan Korea Selatan TJWG (Transitional Justice Working Group) telah mewawancarai hampir 300 orang pembelot Korut. Disamping itu juga mencocokan kesaksian mereka dengan citra satelit untuk menentukan lokasi kuburan massal para warga pembangkang yang dieksekusi oleh rezim Kim Jong-un.

Kuburan massal itu sebuah berada di pinggir kota, warga pembangkang kebanyakan dikubur di sana. Tempat lainnya yang juga banyak terdapat kuburan massal adalah di sekitar kamp konsentrasi dan penjara politik.

Peneliti TJWG Oh Se-hyek mengatakan, tujuan dari dilakukannya penelitian tersebut adalah untuk menemukan bukti nyata terjadinya tragedi manusia di Korea Utara untuk ditunjukkan kepada masyarakat internasional.

Kamp konsentrasi Korut yang bagaikan neraka

Seorang pejabat Korea Selatan pada bulan Oktober lalu menjelaskan, rezim Kim Jong-un dalam 9 bulan terakhir ini sudah mengeksekusi mati 64 orang tahanan yang dituduh melakukan kejahatan terhadap negara. Jumlah ini naik 2 kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Saat ini diperkirakan ada 12.000 orang warga Korut yang dipenjara karena tuduhan melakukan kejahatan terhadap negara, namun jumlah dari mereka yang dieksekusi mati tidak didata.

Sementara itu, dari citra satelit yang menunjukkan sebuah kamp konsentrasi terlihat rezim Kim Jong-un sedang meronovasi sebuah ruangan yang akan dijadikan krematorium. Kerry Moscogiuri dari organisasi Amnesty International mengatakan bahwa meskipun rezim Pyongyang terus membantah adanya kamp-kamp konsentrasi tersebut, tetapi keberadaan kamp-kamp itu sudah dapat diambil gambarnya melalui satelit.

“Dalam kamp konsentrasi itu, puluhan ribu warga Korea Utara memperoleh perlakuan keji, mereka dipaksa bekerja dalam kondisi gizi buruk, menerima hukuman kekerasan, pemerkosaan bahkan sampai dihukum mati,” kata Kerry.

Mengumpulkan bukti pelanggaran HAM Korut

Oh Se-hyek juga seorang pembelot asal Korut mengatakan, “Kita tegaskan bahwa kita sedang melakukan pemantauan terhadap pelanggaran HAM yang terjadi di Korut, dan itu akan terus kita lakukan sampai kapan pun”.

TJWG juga berharap, bukti-bukti yang terkumpul itu kelak dapat digunakan untuk menuntut tanggung jawab dari semua pejabat Korut yang terlibat.

Setelah berita kedua orang mantan pemimpin Khmer Merah Kamboja dihukum seumur hidup tersebar, utusan khusus PBB mengatakan, putusan tersebut menyampaikan sebuah pesan yang berupa peringatan kepada semua pemimpin dunia untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar HAM.

Sekjen PBB David Scheffer mengatakan, “Mungkin pemimpin Korea Utara yang harus memberikan perhatian khusus terhadap apa yang terjadi hari ini di negaranya. Keadilan internasional pada kenyataannya sedang bergerak maju, sama sekali tidak mundur.” (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular