JAKARTA – Sebanyak 10 orang yang diciduk oleh Polda Metro Jaya  menjelang aksi 212, sebanyak 7 orang diantaranya dilepas oleh Polda Metro Jaya. Sedangkan 3 orang diantaranya ditahan oleh polisi hingga 20 hari ke depan.

“Hanya tiga orang yang ditahan,  Kemudian 7 dikembalikan karena subjektifitas penyidik,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum, Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul  dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2016).

Menurut Martinus,  dua orang di antaranya yang ditahan diduga melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Semenatara, seorang lainnya ditahan atas dugaan percobaan makar dan pemufakatan jahat yang melanggar Pasal 107 jo 110 jo 87 KUHP.

Sebelumnya polisi melakukan penangkapan terhadap 10 orang yakniAhmad Dhani, Eko, Brigjen (Purn) TNI Adityawarman Thaha,Sri Bintang Pamungkas, Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Jamran dan Rizal Kobar. Mereka ditangkap pada tempat yang berbeda.

Pelaku dugaan percobaan makar dan pelanggar UU ITE dibawa ke Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, untuk pemeriksaan lebih lanjut setelah ditangkap pada waktu dan lokasi yang bebeda oleh aparat kepolisian.

Mereka yang ditahan adalah Jamran, Rizal Khobar dan Sri Bintang Pamungkas. Sedangkan lainnya yakni Ahmad Dhani, Eko, Brigjen (Purn) TNI Adityawarman Thaha, Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dilepaskan oleh aparat kepolisian walaupun demikian status mereka ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan mereka yang sebelumnya ditangkap karena diketahui ingin memanfaat momen aksi damai 212 untuk menduduki gedung MPR/DPR RI selanjutnya dilakukan sidang istimewa untuk menggantikan Presiden Joko Widodo. Polisi sudah melakukan penyelidikan selama setengah bulan dan diketahui sudah digelar sejumlah rapat diserta persiapan pola gerakan.

Sementara, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berharap pihak kepolisian untuk melepaskan mereka dari jeratan hukum jika tak ada dasar yang kuat untuk dibawa pada tuntutan hukum. Prabowo juga mengaku mengenal mereka yang ditahan diantaranya Rachmawati dengan baik dan sosok yang nasionalis. (asr)

Share

Video Popular