Hubungan AS – Tiongkok dalam masa jabatan Presiden AS terpilih Trump terus mendapat perhatian banyak pihak. Robert McFarlane.

Mantan Penasihat Keamanan Nasional untuk Presiden Ronald Reagen dalam sebuah wawancara dengan Voice of America pada 30 November mengatakan bahwa meskipun Trump selama masa kampanye benyak mengkritik Tiongkok, tetapi mengingat pentingnya hubungan bilateral, ia  percaya bahwa kalau pun sesekali ada serangan ‘badai’ kecil, tetapi secara keseluruhan dapat dikatakan hubungan bilateral antara kedua negara akan berjalan stabil.

Robert McFarlane optimis dengan hubungan AS – Tiongkok

Laporan VOA menyebutkan bahwa selama pemilihan presiden AS, banyak masyarakat  Tiongkok menghendaki Trump dari Partai Republik yang terpilih. Tetapi setelah Trump memenangkan pemilu, banyak dari mereka justru mulai meragukan. Apakah dalam masa jabatan Trump nanti, prospek hubungan AS – Tiongkok tidak menjadi seperti yang mereka perkirakan sebelumnya?

Namun Robert McFarlane optimis dengan hubungan AS – Tiongkok. Ia percaya bahwa hubungan kedua negara tersebut adalah hubungan bilateral yang paling penting di dunia.

Robert McFarlane kepada koresponden VOA mengatakan, “Saya percaya bahwa hubungan AS – Tiongkok memiliki masa depan yang cerah, karena hubungan baik tersebut dianggap penting oleh kedua pemimpin. Saya optimis hubungan tersebut akan berjalan cukup stabil, meskipun ‘badai’ sesekali bisa menerjang, tetapi akan bisa diredakan demi kenyamanan. Saya pikir akan menjadi masa yang menguntungkan bagi perkembangan kedua negara”.

Robert McFarlane : Retorika kampanye akan dibatasi oleh kenyataan.

Robert menganggap kritikan Trump yang ditujukan kepada Tiongkok itu merupakan retorika kampanye belaka.

“Selama pemilihan, kita lebih cenderung untuk menganggap bahwa ucapan yang berbau mengkritik itu hanya ditujukan untuk memprovokasi perdebatan tentang kebijakan atau hal-hal yang dianggap paling ekstrem,” kata Robert.

Ia percaya bahwa realita dalam hubungan AS – Tiongkok itu adalah, perdagangan antar kedua negara akan membawa manfaat yang sangat besar bagi masing-masing.

“Menemukan cara untuk membangun kompromi yang menghasilkan keuntungan bagi kedua belah pihak” adalah faktor yang dapat menjamin hubungan bilateral berjalan stabil. Presiden baru pasti akan mencari kepentingan dan manfaat demi Amerika, berusaha untuk menemukan aturan main, cara kerjasama yang baik, tetapi tidak melibatkan ucapan-ucapan yang pernah Trump sampaikan dalam masa kampanye,” kata Robert.

Isu-isu perdagangan akan diselesaikan melalui negosiasi

Robert McFarlane percaya bahwa Trump tidak benar-benar akan merealisasikan ucapannya dalam kampanye seperti akan menaikkan tarif impor bagi produk-produk Tiongkok dan menyatakan Tiongkok sebagai negara manipulator mata uang setelah menjabat sebagai presiden nanti.

“Kita jangan sampai disesatkan oleh retorika kampanye. Dalam isu-isu perdagangan tertentu, (AS dan Tiongkok) pasti akan dicarikan jalan keluarnya melalui negosiasi. Saya yakin hal itu masih berlaku,” pesan Robert.

30 tahun silam, situasi yang sama juga pernah dialami dalam perdagangan AS – Jepang. Ketika itu ada masalah serius yang terjadi di antara kedua negara tersebut, sehingga perdagangan otomotif berjalan pincang. Namun negosiasi informal melalui jalur diplomatik mampu membuat Jepang menyadari akan situasi lapangan kerja di sedang dialami AS dan  secara sukarela membatasi ekspor otomotif mereka ke AS.

Anggota kabinet Trump membesarkan hati

Meskipun anggota kabinet Trump memicu reaksi yang berbeda dari para pengamat dalam dan luar negeri, tetapi Robert McFarlane sangat optimis dengan keterlibatan mereka.

Ia percaya bahwa Trump pasti sudah melakukan suatu pengamatan dan penyaringan yang sangat berhati-hati. Ia memilih Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan yang sarat dengan pengalaman. Robert mengatakan bahwa inilah alasannya mengapa ia berbesar hati dan memiliki optimisme terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular