Pohon, adalah makhluk hidup yang paling akrab dengan manusia. Namun mereka memiliki banyak rahasia yang tidak kita ketahui.

Misalnya, pohon suka berteman, pohon tunggal yang tumbuh sendirian umurnya tidak sepanjang pohon-pohon yang tumbuh berkelompok dan diantara pohon-pohon juga terjalin persahabatan serta saling membantu.

Laporan dari situs iptek Bigthink pada 4 November mengatakan, “Pohon membuktikan, hidup bukanlah ‘yang terkuat yang bisa bertahan hidup’ (Trees Prove That Life Isn’t Just about Survival of the Fittest).”

Fakta sederhana membuktikan, pohon yang tumbuh sendirian, kelangsungan hidupnya tidak lama. Dan fakta ini dapat mengubah persepsi manusia terhadap mahluk hidup yang disebut pohon. Mungkin banyak orang telah mengabaikan fakta ini.

”Dialog” antar pohon

Peter Wohlleben ahli konservasi hutan dari Jerman dalam bukunya “Rahasia Kehidupan Pohon (The Hidden Life of Trees)” dengan rinci dan mengesankan membahas bahwa pohon merupakan organisme berkelompok, antar sesama pohon dapat “saling berbicara” dan berbagi informasi.

Misalnya, antara satu pohon dengan pohon yang lain dapat menggunakan akar-akar mereka untuk bertukar informasi dengan mengeluarkan peringatan terhadap serangan serangga

Peter Wohlleben dalam bukunya "rahasia kehidupan pohon (The Hidden Life of Trees)” menunjukkan bahwa di bawah tanah dalam hutan terdapat jaringan jamur yang besar, banyak akar terhubung satu sama lain dalam rangka bertukar nutrisi. (Gambar)
Peter Wohlleben dalam bukunya “rahasia kehidupan pohon (The Hidden Life of Trees)” menunjukkan bahwa di bawah tanah dalam hutan terdapat jaringan jamur yang besar, banyak akar terhubung satu sama lain dalam rangka bertukar nutrisi. (Internet)

Pohon memiliki “sistem keamanan sosial” mereka sendiri

Wohlleben melukiskan ketika ia selama bertahun-tahun mengamati dengan teliti pertumbuhan pohon. Yang lebih mengejutkan adalah, pohon dapat mengoperasikan “sistem redistribusi yang sangat besar.” Di antara “sistem keamanan sosial” pohon, pertukaran nutrisi dan saling membantu diantara tetangga adalah semacam peraturan.

Keberadaan jaringan besar jamur/fungus bawah tanah, yang scopenya bagaikan hutan belantara dalam tanah dan menghubungkan banyak akar, sehingga pohon yang “kaya akan nutrisi karbohidrat” dapat membantu pohon yang “kekurangan nutrisi”  dan jaringan jamur ini akan membantu  menyerap “pajak sebesar 30%”  hasil nutrisi  yang diproduksi oleh pohon unggulan.

Wohlleben: dengan bahasa populer baru mudah dimengerti

Karya dari Wohlleben ini terdiri dari 34 aspek yang dikategorikan atas berbagai karakteristik kehidupan beraneka jenis pohon yang tidak diketahui orang: hubungan persahabatan, bahasa, sistem keamanan sosial, cinta, seremonial pohon, kegiatan belajar mengajar dari pohon dan lain-lain.

Menurut “New York Times” yang melaporkan pada bulan Maret, Wohlleben yang sekarang berusia 51 tahun “dengan kata-kata yang sangat antropomorfik”, menunjukkan isi pengamatan ilmiahnya, “membuat para pembaca, penonton talk show dan pemirsa berita dengan gampang belajar memahami bahwa pepohonan di hutan merupakan semacam eksistensi yang bersifat sosial.”

Menariknya, deskripsi tentang isi dari observasi lapangannya mendapatkan perhatian dari kalangan ilmu pengetahuan, walau ia bukanlah seorang peneliti ilmu pengetahuan. Ada beberapa ahli biologi Jerman menyangsikan perkataan Wohlleben dalam buku, seperti misalnya, ketika menggambarkan aktivitas antara pohon-pohon di dalam hutan, seharusnya tidak menggunakan kata “chatting”, harusnya meggunakan kata akademis “bertukar pikiran.”

Penjelasan Wohlleben ialah, menggunakan bahasa manusia yang sangat umum adalah niatnya.

“Bahasa ilmiah dapat menghapus semua suasana hati, yang membuat manusia tidak dapat memahami lagi. Ketika saya mengatakan, “pohon menyusui anak-anaknya”, semua orang langsung dapat memahami maksud saya.”

Kepedulian antar sesama pohon

Wohlleben juga menyatakan, ketika ia belajar di Sekolah Kehutanan, konten penjelasan mendalam mengenai perilaku pohon sangat minim. Padahal ia di dalam pekerjaan riilnya mengamati, “Pohon lebih sering tidak dalam bentuk kehidupan individu, melainkan lebih mirip hidup dalam komunitas. Karena mereka bekerja sama, berbagi sumber daya dan meningkatkan daya perlawanan dalam sebuah jaringan.”

Menurut laporan “New York Times” bahwa Wohlleben di sebuah musim dingin pernah memperhatikan sepasang pohon beech (fagus hayatae). Ia mengatakan: “Pohon-pohon ini adalah teman.” Kemudian ia mendongakkan kepala melihat mahkota pohon yang gundul yang menjadi siluet dengan latar belakang langit abu-abu tersebut.

“Lihatlah, batang-batang besar ini saling menghadap ke arah yang berlawanan. Dengan berbuat demikian tidak akan saling menutupi sinar mentari sesama kawan,” pintanya.

Setelah penerbitan buku Wohlleben pada tahun lalu, ia segera memasuki daftar peringkat bestseller di Jerman.

“Buku (Wohlleben) ini, membuat saya mengubah pandangan saya terhadap hutan untuk selamanya,” tulis Markus Lanz, seorang presenter kawakan di tv Jerman dalam emailnya.

“Setiap kali saya berjalan ke sebuah hutan yang indah, senantiasa memikirkan hal tersebut,” pungkas Lanz. (hui/whs/rmat)

Share

Video Popular