PROBOLINGGO –  Fenomena belalai air atau waterspout membuat warga yang merekam kaget saat kejadian itu  terjadi di Perairan Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (2/12/2016) sore. Pada video rekaman yang beredar warga terdengar saling mengomentari belalai air yang menjulang dari angkasa ke bawah perairan.

Kejadian ini mendapat perhatian dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Terkait peristiwa ini, Sutopo mengunggah rekaman video fenomena waterspout itu melalui akun twitter miliknya @Sutopo_BNPB.

“Fenomena puting beliung mirip tornado di Probolinggo, Jatim 2/12/2016. Iklim sudah berubah,” tulis Sutopo.

Pada ciut selanjutnya, Sutopo menulis bahwa puting beliung seperti siklon tropis terjadi di Probolinggo, Jawa Timur, pada Jumat (2/12/2016). Kondisi ini bagi Sutopo merupakan dampak perubahan iklim global makin nyata.

Berdasarkan penelusuran lebih jauh, waterspouts atau belalai air berkembang di atas perairan laut tropis yang hangat. Kejadian ini merupakan  fenomena yang biasa terjadi di perairan, bedanya puting beliung atau tornado terjadi di daratan. Bahkan pusaran air belalai air ini disebut-sebut penyebab adanya kapal atau pesawat tenggelam di Segitiga Bermuda.

Secara ilmu Meteorologi, “Waterspouts terdiri Waterspouts tentang cuaca tenang dan Watespouts’ tornadik. Adapun Waterspouts Tornadik mempunyai definsi tornado di atas tanah atau daratan dan kemudian pindah berjalan ke atas air.  Sedangkan, ‘Waterspouts’ cuaca tenang berkembang dalam cuaca yang tenang. Belalai air ini terbentuk hanya di atas air terbuka, berkembang di permukaan air dan naik ke angkasa menuju awan.

Fenomena ini pernah diberitakan terjadi di beberapa negara Eropa, Selandia Baru, Great Lakes, Florida AS, Antartika dan kini di Indonesia. Kejadian di Probolinggo, Kepala BPBD Kabupaten Probolingo Dwijoko Nurjayadi mengatakan sejumlah nelayan sudah pernah kejadian ini. Namun peristiwa Jumat lalu merupakan yang cukup besar dan terekam oleh warga. (asr)

Share

Video Popular