Perdana Menteri New Zealand John Key pagi ini, Senin (5/12/2016) tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri dan ketua Partai Nasional New Zealand. Berita tersebut menggemparkan masyarakat New Zealand.

Sebelum ini, John Key masih terlibat dalam pembahasan soal pemilu tahun depan dan rencananya untuk kembali mencalonkan diri.

Dalam 8 tahun karirnya sebagai perdana menteri, tingkat dukungan masyarakat terhadap diri John Key masih relatif tinggi. Jajak pendapat terakhir yang diadakan Roy Morgan menunjukkan bahwa ia memperoleh hampir 50 % suara dukungan dari Partai Nasional New Zealand yang ia pimpin.

Sedangkan sebagai perdana menteri, ia juga mengantongi 35 % dukungan, sebuah angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingnya yakni Winston Peter.

Namun dengan sisa 10 bulan penyelenggaran pemilihan umum, John Key tiba-tiba mengumumkan pengunduran diri, membuat seluruh masyarakat New Zealand merasa kelabakan.

Dalam pernyataannya John Key tidak memberikan alasan yang jelas tentang pengunduran dirinya, kecuali tekanan dari kondisi keluarga. Ia menunjukkan bahwa sekarang adalah waktu terbaik untuk menarik diri karena New Zealand sudah berhasil mencapai sejumlah prestasi dalam bidang ekonomi, politik. Selain itu ia juga mengatakan bahwa prospek New Zealand cukup cerah.

Dalam konferensi pers dengan anggota kabinet dan media tentang keputusan untuk mengundurkan diri, John Key dengan suara gemetar mengatakan, “Ini merupakan putusan yang paling sulit bagi saya. Saya belum tahu apa yang akan saya lakukan kemudian.”

Ia mengatakan, dalam karir politiknya, keluarganya telah berkorban banyak untuk dirinya, sehingga istrinya sering mengalami insomnia, termasuk kehidupan kedua anaknya juga sangat terganggu.

Sebelum menjadi seorang politisi, John Key adalah pakar keuangan yang sukses. Ia telah bekerja selama bertahun-tahun di Merrill Lynch serta menjabat sebagai anggota komite devisa the Fed.

Masyarakat luar umumnya percaya bahwa Wakil Perdana Menteri New Zealand Bill English akan ditunjuk untuk menggantikannya untuk menyelesaikan tugas-tugas yang tersisa dalam 10 bulan mendatang. ( Li Menxin/Sinatra/rmat)

 

Share

Video Popular