Sidang pleno Parlemen Eropa yang diadakan di Brussel pada 1 Desember dengan suara 438  mendukung, 194 suara menentang dan 7 suara abstain meloloskan rancangan anggaran belanja Uni Eropa tahun 2017 yang jumlahnya mencapai sekitar EUR 150 miliar.

Anggaran selain memperhitungkan jumlah pembelanjaan rutin organisasi dan serangkaian upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, juga termasuk anggaran yang digunakan untuk menangani krisis pengungsi dan dampak pengangguran dari negara-negara anggota Uni Eropa.

Dewan Uni Eropa pada 28 November mengesahkan anggaran belanja tersebut setelah ketiga lembaga Uni Eropa pada 17 November lalu memberikan persetujuan. Kamis (1/12/2016) Parlemen Eropa mengadakan sidang pleno dan pemungutan suara sebagai proses akhir dari pengesahan anggaran.

Jens Geier saat diwawancarai oleh NTDTV. (foto NTDTV)
Jens Geier saat diwawancarai oleh NTDTV. (foto NTDTV)

Akibat tingkat pengangguran di beberapa negara selatan Eropa masih tinggi, Uni Eropa berencana menambahkan anggaran tahun depan yang digunakan untuk menciptakan lapangan kerja bagi para pemuda sebesar EUR 500 juta.

Pelapor anggaran 2017 dari Uni Eropa Jens Geier dalam sebuah wawancara dengan wartawan mengatakan, “Kita telah memperoleh anggaran sebesar EUR 500 juta untuk memerangi pengangguran kaum pemuda. Sebagaimana kita ketahui bahwa tingkat pengangguran pemuda di negara Eropa selatan seperti Yunani, Italia dan Spanyol masih tinggi.”

Menurutnya program pelatihan di sana sudah berjalan dengan baik. Sehingga 60 % dari pemuda yang lulus program pelatihan tersebut kini sudah bekerja. Jadi cukup efektif dalam menurunkan tingkat pengangguran. Oleh karena itu dibutuhkan penambahan investasi modal untuk mengefektifkannya. Selain itu, dana sebesar EUR 200 juta juga sudah dianggarkan untuk membuka lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi tahun 2017.

Sementara itu, Uni Eropa juga telah mengalokasikan 11.3 % dari total anggaran belanja 2017, yakni EUR 6 miliar untuk menangani krisis pengungsi dan masalah yang ditimbulkannya

Jens Geier mengatakan bahwa meskipun penanganan krisis pengungsi merupakan urusan internal Uni Eropa, tetapi secara bersamaan juga harus menangani para pengungsi asal Timur Tengah dan Afrika Utara.

Sekitar EUR 750 juta dana dianggarakan untuk menangani pengungsi di Turki yang akan digunakan untuk memperbaiki kondisi hidup, untuk pendidikan anak-anak mereka dan keperluan lainnya.

“Kita telah berhasil memobilisasi dana yang cukup untuk mendukung program pengungsi Palestina yang dicanangkan PBB”, katanya.

Namun, menurut Jens bahwa anggaran Uni Eropa ini dalam ukuran internasional masih belum dianggap besar, karena angkanya masih lebih rendah dibandingkan dengan anggaran beberapa negara besar yang bergabung dalam Uni Eropa.  (Li Zi/Sinatra/rmat)

Share

Video Popular