Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya pintar, namun, ada beberapa kebiasaan yang akan membuat si anak bodoh . Beberapa kebiasaan berikut ini harap bisa menarik perhatian orang-orang, terutama orang tua, agar lebih lanjut menciptakan lingkungan pertumbuhan yang baik bagi anak-anaknya.

Tidak mau berpikir akan mempercepat penuaan

Cara terbaik melatih otak anak-anak yaitu mendorong mereka untuk berpikir, hanya pada saat berpikir otak baru akan secara aktif bekerja, pikiran juga menjadi lebih aktif. Sebaliknya, jika dalam jangka waktu lama anak-anak tidak mau banyak berpikir, tidak mau menguras otaknya dalam hal apa pun, dapat mempercepat penuaan pada otak. Si anak yang awalnya pintar juga akan menjadi tumpul otaknya.

Apabila si anak malas untuk berpikir, dihimbau kepada orang tua sebaiknya berikan perhatian, dorong mereka, misalnya bermain game yang menguras otak, atau mengajar anak-anak bermain catur, teka-teki dan semacamnya. Anda bisa berlomba dengan anak-anak, lihat siapa yang lebih unggul, sehingga dengan begitu si anak akan lebih antusias untuk berpikir dalam permainannya. Mendorong anak-anak agar lebih banyak berpikir, tidak hanya dapat menghindari penuaan otak, tetapi juga dapat membuat anak-anak menjadi lebih cerdas.

Bayi yang tumbuh di lingkungan monoton, perkembangan intelegensinya melambat

Setiap keluarga memiliki suasana yang istimewa, ada keluarga yang ngobrol sambil bercanda ria setiap hari, suasana begitu meriah, tetapi ada juga pembawaan orang tua yang relatif lebih tenang, sehingga suasana keluarga juga akan menjadi monoton. Asal tahu saja, lingkungan pertumbuhan anak itu sangat mudah memengaruhi perkembangan intelegensinya!

Psikolog asal Amerika menemukan, bahwa bayi atau anak yang tumbuh di bawah lingkungan yang terlalu monoton dan kurangnya rangsangan, perkembangan intelegensinya melambat tiga bulan. Jika suasana di rumah selalu sama tidak berubah, maka otak sang bayi akan kekurangan rangsangan yang mutlak diperlukan, dan apabila dalam jangka waktu lama akan kekurangan motivasi dalam perkembangkan intelektualnya.

Bagi keluarga ini, orang tua dapat menggunakan cahaya, warna dan musik untuk menciptakan sebuah lingkungan yang beragam untuk anak-anak. Bukalah jendela saat cuaca cerah dan biarkan cahaya mentari menyinari kamar sang bayi. Berikan sejumlah pakaian dan mainan yang berwarna-warni, nyalakan sebuah musik yang lembut menjelang tidurnya anak-anak, dimana semua ini dapat membuat anak merasakan rangsangan lingkungan yang bermanfaat bagi pertumbuhannya.

Kurang tidur memengaruhi pertumbuhan

Tidur yang cukup merupakan cara utama untuk menghilangkan kelelahan otak. Otak perlu disesuaikan lagi dengan cara istirahat (tidur) setelah bekerja seharian penuh untuk persiapan kerja hari berikutnya. Jika kurang tidur dalam jangka panjang atau kualitas tidur yang buruk, akan mempercepat pelemahan sel-sel otak, dan memengaruhi perkembangan intelegensi. Selain itu, saat anak-anak tidur, bukan hanya otak yang istirahat, tetapi fisik sang anak juga berkembang, tidur yang memadai bermanfaat dalam pertumbuhan tinggi badan anak-anak. Jadi jika anak-anak kurang tidur, bisa secara langsung memengaruhi perkembangan, intelegensi dan studinya di kemudian hari, bahkan membentuk karakter buruk yang sensitif (mudah naih darah), agresif dan hiperaktif.

Untuk memastikan anak-anak mendapatkan tidur yang memadai, selaku orang tua seyogianya membantu anak-anak membuat rencana, menetapkan waktu tidur yang baik setiap malam, dan putarkan musik pengantar tidur untuk menenangkan suasana hatinya, biarkan ia rileks dan tertidur. Dengan dukungan tidur yang cukup, anak-anak baru bisa tumbuh lebih sehat dan cerdas!

Terlalu banyak konsumsi makanan manis membuat IQ anak-anak relatif lebih rendah

Anak-anak paling suka dengan makanan manis. Saat anak ngambek dan menangis, orang tua selalu terbiasa menggunakan makanan manis seperti permen, kue atau semacamnya untuk menghibur anak-anak, namun, tanpa disadari, cara ini justru mengembangkan kebiasaan anak mengonsumsi makanan manis.

Perlu diketahui, anak-anak yang berlebihan mengonsumsi makanan manis, tingkat IQ-nya relatif rendah, mengapa? Karena perkembangan otak anak tidak terlepas dari protein dan vitamin dalam makanan, sementara makanan manis yang berlebihan dapat mengurangi nafsu makan, sehingga anak-anak tidak mau makan, imbasya asupan protein dan vitamin pun berkurang, akhirnya menyebabkan gangguan gizi, yang selanjutnya memengaruhi perkembangan otak.

Dalam rutinitas sehari-hari, orang tua seharusnya mengontrol jumlah makanan manis pada anak-anak, cobalah sebisa mungkin menggunakan pil kalsium, buah-buahan dan makanan dengan kandungan gizi tinggi sebagai pengganti makanan manis untuk mereka, untuk membantu anak-anak menyingkirkan kebiasaan buruk mengonsumsi makanan manis.

Tidak banyak bicara membuat otak anak menjadi lambat (respon)

Pengungkapan secara lisan (bahasa) bisa dengan baik melatih pemikiran logis anak-anak, jika anak-anak tidak aktif bicara dalam jangka waktu yang lama, terbiasa menjadi sosok yang pendiam, sehingga otak tidak mendapatkan aktivitas dan perkembangan yang semestinya, akan membuat gerakan otak menjadi lambat, yang memengaruhi perkembangan intelegensinya. Karena sistem saraf pusat yang bertanggung jawab dalam bahasa itu berada di otak, dimana otak juga akan ikut bergerak ketika anak-anak bicara, dengan demikian baru dapat mendorong perkembangan dan melatih fungsi otak.

Dalam rutinitas sehari-hari, para orang tua seharusnya secara sadar mendorong anak-anak untuk aktif berbicara, biarkan anak-anak menceritakan sejenak sesuatu yang terjadi di sekolah, atau bercerita pendek untuk ayah-ibu, agar otak sang anak bisa bekerja melalui pikirannya ketika berbicara.

Dalam proses pertumbuhan anak-anak, lingkungan sehari-hari di sekitar dan kebiasaannya itu turut berperan dalam perkembangan sehatnya, lingkungan hidup yang positif kebiasaan baiknya itu bisa membuat anak menjadi lebih cerdas, sementara kebiasaan-kebiasaan buruk juga dapat menghambat pertumbuhannya.

Dalam keadaan sakit tetap belajar menyebabkan kerusakan otak

Ada orang tua yang berlebihan dalam sisi studi anak-anak, mereka mengharuskan sang anak tetap sekolah meski dalam keadaan sakit, khawatir pelajaran anak-anak akan ketinggalan. Tapi jika bersikeras tetap belajar (sekolah) saat sakit, bukan hanya efektivitas belajar anak menurun, tapi juga rentan menyebabkan kerusakan otak. Ketika Anak-anak dalam kondisi lemah karena sakit, seyogianya berikan waktu istirahat sepenuhnya, agar stamina dan otaknya memiliki waktu yang cukup untuk proses pemulihan, dan penuhi dengan beberapa vitamin dan nutrisi lainnya, setelah menyingkirkan virus, baru memiliki tubuh yang sehat dan melanjutkan studinya.

Abaikan sarapan menyebabkan pasokan nutrisi yang tidak memadai pada otak

Ada kalanya anak-anak tidak sempat sarapan karena takut terlambat, sehingga belajar dalam keadaan menahan lapar, dimana hal ini dapat memengaruhi perkembangan intelegensinya! Menurut penelitian, bahwa daya kerja otak terbaik di kelas pada anak-anak yang sarapan tinggi protein itu secara relatif lebih lama, sementara penurunan stamina dan suasana hati anak yang vegetarian atau bahkan tidak sarapan itu akan relatif lebih cepat. Karena tidak atau sarapan yang tidak teratur akan membuat gula darah di bawah pasokan normal, yang mudah menyebabkan kekurangan pasokan nutrisi ke otak, sehingga dalam jangka waktu lama tidak baik bagi perkembangan otak, yang imbasnya membuat  anak bodoh .

Makan terlalu kenyang membuat pasokan darah ke otak berkurang

Para orang tua selalu menetapkan porsi makanan anak-anak, mengharuskan mereka menghabiskan makanannya, meskipun anak-anak tidak mau makan lagi, tapi mereka selalu berusaha membujuk anak-anak agar menghabiskan makanannya. Tapi benarkah segitu besarnya porsi makannya anak-anak ? Ketahuilah, makan terlalu kenyang itu belum tentu bermanfaat bagi perkembangan fisiknya! Studi nutrisi modern menemukan, setelah makan terlalu kenyang, zat dalam otak yang disebut “Fibroblast growth factor / faktor pertumbuhan fibroblast” akan meningkat secara signifikan. Zat-zat kecil ini dapat dengan mudah menyebabkan arteriosclerosis cerebral (pengerasan pembuluh-pembuluh darah pada otak), pasokan darah berkurang dan terjadi penuaan dini pada otak, serta gejala penurunan intelegensi. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular