Oleh: DR Frank Tian, Xie*

Apalagi selama ini PKT terus memanfaatkan negara teluk terutama Iran untuk menghambat AS, dengan demikian pergulatan strategi perang internasional juga akan berakhir dengan gagalnya PKT.

Kontrak keempat berdampak terbesar terhadap PKT, juga akan menyebabkan perubahan besar bagi RRT. Kontrak tersebut mengatakan, Trump akan memerintahkan Menteri Perdagangan dan perwakilan dagang AS untuk menemukan segala tindakan dagang yang tidak adil terhadap Amerika, serta dampaknya terhadap tenaga kerja AS, dan akan mengerahkan seluruh senjata hukum untuk menghentikan tindakan tersebut.

Trump mengemukakan akan menghentikan The Offshoring Act, yakni menerapkan pajak tinggi bagi perusahaan Amerika yang menutup pabriknya di AS dan memindahkan produksinya ke luar negeri lalu menjual kembali produknya di dalam negeri AS.

Setelah Trump menarik kembali industri manufaktur dan ekonomi ke AS, yang paling menderita dampaknya adalah RRT. Order dari Amerika akan berkurang, dan secara langsung akan menyebabkan anjloknya perekonomian di delta sungai Yangtze (Shanghai dan Nanjing) dan delta Zhujiang (Guangzhou dan Hongkong). Amerika adalah rekan dagang nomor satu bagi RRT, kehilangan pasar AS, akibatnya akan sulit dibayangkan bagi PKT.

Tapi dampak terbesar bagi perekonomian RRT juga merupakan letak harapan bagi situasi politik, masyarakat dan ekonomi RRT untuk mengalami transformasi yang sesungguhnya. Kebijakan ekonomi baru dari Trump sebenarnya sudah bukan hal baru, karena hanya mengembalikan ekonomi dan kesejahteraan suatu negara kembali ke normal dan sehat.

Partai Demokrat lebih condong pada kebijakan ekonomi ala paham sosialis dan komunis, yang menimbulkan kesulitan sangat besar bagi perekonomian AS antara lain defisit anggaran dan hutang negara mencapai puncaknya. Dan buruknya kondisi kesehatan ekonomi AS ini segera ditangkap sebagai peluang dan dimanfaatkan oleh PKT.

Ketika ekonomi dan keuangan (hutang negara) dikendalikan oleh orang lain, para politikus pun menjadi tidak berani menyuarakan HAM dan juga keadilan. Bagi Amerika ini adalah sebuah luka yang sangat besar, juga merupakan luka bagi Tiongkok, karena masyarakat Tiongkok yang berjuang di tengah kesulitan tidak bisa melihat harapan.

Untungnya Langit memberkati Amerika, melindungi Tiongkok, terwujudnya jalan bagi Trump untuk menjadi presiden, dari segi ekonomi akan memaksa PKT memahami bahwa PKT sudah tidak ada harapan lagi, kehancuran akan segera terjadi.

Bagi Xi Jinping berikut kelompoknya, tekanan ekonomi akan membuat aksi anti korupsi kian cepat membuat perhitungan dan menjaring habis kubu Jiang, dan mengambil kembali hasil korupsi oleh kelompok Jiang, hasilnya akan dapat memenuhi kas negara pada periode penyesuaian ekonomi AS terhadap RRT, sehingga perekonomian RRT dapat terus bertahan.

Setelah Trump terpilih, Xi Jinping meneleponnya, mengatakan keduanya akan menjaga hubungan dan secepatnya bertatap muka. Bisa dibayangkan, pertemuan Trump dan Xi, masalah perdagangan pasti di urutan pertama, lalu masalah keseimbangan keamanan Asia Pasifik.

Sejak 1949 masyarakat Tiongkok mengalami beberapa kali perubahan dan transformasi besar, dan timbul situasi baru, semuanya berkaitan dengan Amerika. Terlepas dari ancaman nuklir Uni Soviet dulu (1960-an), diplomatik tenis meja RRT-AS (1970-an), keterbukaan RRT terhadap luar (1980-an), sanksi setelah peristiwa Tiananmen, pertama kalinya AS mengijinkan masuk WTO (1990-an) dan lain-lain.

Satu-satunya yang sampai saat ini membuat PKT tetap eksis, masih bertahan hidup, mempertahankan pilar terakhir otoritarian dan anarkisnya, adalah perekonomian RRT. Tapi yang membuat PKT putus  asa adalah, kartu as ekonomi terakhir ini sudah habis, sudah tidak ada lagi, sudah usang.

Perekonomian RRT kini terperosok dalam krisis, krisis property dan hutang pemerintah yang berlapis-lapis, dengan tindakan pemerintahan Trump, akan mencabut tali pengaman terakhir PKT. Disaat itu, di saat PKT runtuh, saat itu jugalah masyarakat Tiongkok akan mulai bertransformasi. (sud/whs/rmat)

*John M. Olin Palmetto Professor in Business University of South Carolina Aiken

TAMAT

Share

Video Popular