Kasus kanker tiroid meningkat tiga kali lipat dalam tiga dekade terakhir dengan alasan yang tidak jelas. Dr. David Goldenberg, kepala THT di Penn State Health Milton S. Hershey Medical Center, mengatakan bahwa kini alat diagnostik lebih baik, namun ia tidak dapat menjelaskan latar belakang overdiagnosis yang baru-baru ini disebut sebagai satu-satunya penyebab peningkatan kasus.

“Kita harus berkonsentrasi tidak hanya pada mengapa banyak ditemukan kasus kanker tiroid, namun juga berkonsentrasi pada kanker tiroid yang baru-baru ini ditemukan menyebabkan penderitanya meninggal,” kata Dr. David Goldenberg.

Lebih banyak melakukan pemeriksaan fisik, ultrasound dan CT scan maka berarti lebih mudah untuk menemukan benjolan kecil, tetapi Goldenberg mengatakan jika overdiagnosis adalah satu-satunya masalah, maka lebih sedikit peningkatan kasus kanker tiroid.

“Meskipun pasti telah terjadi peningkatan kasus kanker yang berukuran lebih kecil, ada juga peningkatan kasus tumor yang berukuran lebih besar, yang tidak mendukung teori ini,” katanya.

Kanker tiroid berkembang ketika sel ganas terbentuk di jaringan tiroid, si kelenjar yang berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di pangkal leher. Tiroid membuat hormon yang mengatur metabolisme dan mengendalikan hal-hal seperti denyut jantung, tekanan darah dan suhu tubuh.

Meskipun sulit untuk melakukan skrining (penyaringan) kasus kanker tiroid, gejala dapat mencakup adanya benjolan atau pembengkakan di leher, nyeri di leher hingga ke telinga, suara serak yang tidak sembuh-sembuh atau kesulitan menelan.

Kanker tiroid terjadi sekitar tiga kali lebih sering pada wanita daripada pria, namun Goldenberg mengatakan masih belum diketahui apakah hormon reproduksi berperan penting dalam hal itu. Faktor risiko kanker tiroid mencakup riwayat keluarga, wanita, diet rendah yodium dan terpapar radiasi pengion. Juga termasuk beberapa teori seperti obesitas mungkin sebagai faktor risiko.

Dr. Brian Saunders, seorang ahli bedah endokrin di Hershey Medical Center, mengatakan radiasi pancaran eksternal yang digunakan untuk mengobati kanker pada orang dewasa atau anak-anak, atau industri, seperti yang dilepaskan selama kecelakaan nuklir menjadi perhatian dibandingkan dengan X-ray gigi dan dada yang rutin dilakukan.

Saunders mengatakan pembedahan untuk mengangkat tiroid adalah terapi tahap pertama. Yodium radioaktif dan terapi hormon juga dapat digunakan. Terapi radiasi pancaran eksternal atau kemoterapi dapat digunakan dalam kasus yang lebih parah.

“Rata-rata harapan hidup kanker tiroid adalah sangat baik,” kata Saunders.

Saunders menganjurkan penderita mencari perawatan berbasis tim dan multidisiplin sejak pengendalian yang berdasarkan bukti yang optimal melibatkan koordinasi sejumlah spesialisasi termasuk endokrinologi, kedokteran nuklir, bedah, radiologi, patologi dan genetika.( Hershey Medical Center /Vivi)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular