Mendidik dan mendisiplinkan anak itu merupakan satu pengetahuan penting, dan setiap keluarga memiliki prinsipnya masing-masing. Dalam kehidupan sehari-hari, selain membawa keceriaan dan hiburan tersendiri, anak-anak juga menimbulkan banyak masalah pada kita, terutama ketika mereka mulai melawan. Dan saat membuat kesal orant tua dengan tatapan sinis dan ganjil, sedikit banyak akan membuat emos dan gregetan ingin sekali memukulnya.

Lalu bagaimana sebaiknya ? Apakah ada cara yang bisa mematikan kebiasaan buruk anak ini ? Tentu saja ada. prasyarat hidup bersama yang baik antara orang tua dengan anak-anak itu didasarkan saling menghormati. Ketika orang tua bisa dengan tenang menerima perlawanan sang anak, maka kita bisa menemukan kesempatan “mengatasi lawan dalam sejurus” dalam dialog dengan anak-anak.

Orang tua ingin menjaga wibawanya, sehingga acapkali berpikir bahwa dengan cara memukul anak itu paling efektif . Namun, jika kita bisa menggunakan cara halus untuk meredakan perlawanan anak, maka wibawa kita tidak akan diabaikan dalam perlawanan batin anak yang semakin kuat.

Ketika anak-anak melawan  orang tua, sebagian besar anak-anak akan mengucapkan beberapa kata seperti berikut ini sebagai bentuk perlawanan mereka.

1. “Ini tidak adil, mengapa ……saya tidak boleh ?” Anak-anak suka membanding-bandingkan, jika perlakuan orang tua tidak sama terhadap anak-anak yang memiliki saudara di rumah, akan menjadi salah satu alasan utama perlawanan anak. Juga banyak anak-anak akan mengkritik perlakuan orang tua yang tidak adil antara orang dewasa dengan mereka (ayah-ibu boleh mengutak-atik ponsel atau bermain game, sementara mereka dilarang).

“Tidak ada sebab apa pun, di mana ada keadilan di dunia ini, ayah/ibu ini orang tuamu, -ayah/ibu lah keadilan, dan kamu harus mendengarkan.” Ini adalah cara orang tua merespon perlawanan anak, tapi, apa responnya tidak bisa diganti seperti ini : “ Ayah/ibu selalu berusaha sebaik mungkin memperlakukan kamu dan orang lain, tapi ayah /ibu tidak bisa memperlakukan semua orang itu sama, karena setiap orang itu berbeda. Dan karena tidak sama itulah baru ada cara perlakuan yang berbeda.”

2. “Orang lain boleh seperti ini/itu.” Ini juga merupakan kata-kata yang paling banyak diucapkan anak-anak untuk melawan orang tua. Anak-anak suka memberi tekanan pada orang tua, suka menggunakan analogi ini untuk mendapatkan “kebebasan” lebih, membandingkan perilaku dirinya dengan perilaku rekan atau teman sekolahnya, atau membandingkan orang tua sendiri dengan orang tua orang lain.

“Itukan orang lain, kenapa kamu tidak jadi anak orang lain saja ? Ayah/ibu ini orang tuamu, banyak alasan saja kamu ini.” Cara merespo ini bisa diganti seperti ini : “Apa yang dilakukan orang tua lainnya itu mungkin tidak cocok dengan kita, ayah/ibu percaya keputusan ini lebih cocok untukmu, jadi ayah/ibu putuskan mengharapkan kamu seperti ini.”

Cara komunikasi seperti ini, bukan karena orang tua sengaja ingin memperlakukan secara berbeda dengan anak-anak lain, tapi karena cara itu tidak sesuai.

3. “Karena ayah/ibu tidak percaya sama saya.” Banyak anak-anak yang berkata seperti ini, yang membuat orang tuanya merasa bersalah, seolah-olah tindakan orang tua itu selalu diiringi dengan ketidakpercayaan pada anak, seperti sengaja merusak hubungan orang tua-anak yang harmonis. “Kenapa memangnya kalau ayah/ibu tidak percaya sama kamu ? Apa hal-hal yang kamu lakukan itu bisa membuat ayah/ibu percaya ?” ini adalah cara dialog yang lazim antara orang tua-anak.

Coba ganti dengan cara lain : “Ini bukan masalah percaya atau tidak, hal yang ayah/ibu lakukan itu untuk memastikan kamu supaya menyelesaikan pekerjaan rumah/sekolah, dan atas dasar ini, ayah/ibu harus begitu, jadi tidak ada hubungannya sama sekali dengan percaya atau tidak.”

4. “Lebih baik jangan bicara sama saya.” Banyak anak-anak mengucapkan kata-kata seperti ini untuk melawan orang tua, yang kita dengar dari balik kata-kata ini adalah pelecehan, kurang ajar, sindiran bahkan mengabaikan. Ketika orang tua mendengar kata-kata yang diucapkan anak-anak seperti ini, sesabar apa pun orang tua, emosinya mungkin saja akan meledak seketika.

Sabar! Jika orang tua dengan mudahnya terpancing emosi karena sikap/ucapan anak-anak, maka kita harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengatasi ketidak-harmonisan ini, dan berikan kesempatan pada anak untuk memperbaiki sikapnya? “Kamu sedang bicara dengan siapa sih ? Ayah/ibu tahu kamu bukan sedang bicara dengan ayah/ibu”

“Ya, yang saya maksud memang kamu ayah/ibu, dan memang saya tidak sudi bicara denganmu,”Anak yang tidak tahu diri itu akan terus melawan dan membantah.

“Ayah/ibi ini orang tuamu , bagaimanapun juga kamu seharusnya paling tidak memiliki rasa hormat pada ayah/ibu , sikap dan kata-kata-mu itu menunjukkan kamu sama sekali tidak punya rasa hormat pada ayah/ibu, jadi kamu harus dihukum.”

5. Bergumam sendiri. Tidak sedikit anak-anak yang bergumam ketika melawan orang tua, mereka hanya bergumam tidak karuan, bahkan banyak anak-anak yang justeru semakin gembira ketika melihat orang tua mereka marah-marah, dihimbau sebaiknya orang tua tidak perlu menghabiskan waktu dan energi bertengkar tiada arti dengan anak-anak ini, karena semakin bertengkar masalahnya justeru semakin runyam dan tidak teratasi.

Agar anak-anak tidak menunjukkan perlawanannya, maka selaku orang tua juga harus menghormati anak-anak, tidak menyindir, melecehkan mereka, dan jangan menggunakan kewibawaan Anda sebagai orang tua untuk menundukkan anak-anak ketika mereka menunjukkan sikap perlawanan. Terjadinya pertengkaran antara orang tua dengan anak pasti karena menemui masalah yang harus diatasi. Begitu Anak-anak mulai membantah, orang tua bisa dengan mudah terbawa perasaan ekstrim oleh suasana hati anak yang buruk, sehingga terjadi pertengkaran hebat yang tak berujung dengan anak.

Setelah perselisihan beberapa saat bahkan beberapa hari, masalahnya tetap belum teratasi. Jika orang tua ingin berkomunikasi dengan anak dari sudut yang bisa menyelesaikan masalah, maka anak-anak juga tidak akan seburuk seperti yang diperkirakan. Anak boleh dipukul/dihukum, tetapi jangan melecehkan mereka. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular