JAKARTA – Jumlah korban meninggal dunia dan kerusakan akibat gempa bumi dengan kekuatan 6,4 SR di Aceh terus bertambah. Tentunya hitungan paling cepat dan banyak jumlah korban bukan prioritas utama penanganan bencana. Hingga Rabu (7/12/2016) pukul 15.00 WIB jumlah korban meninggal dunia berjumlah 94 orang.

“Data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 15.00 WIB menyebutkan korban meninggal berjumlah 94 jiwa terdiri Pidie Jaya 91 orang, Bireuen 2 orang dan Pidie 1 orang,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya di Jakarta.

Menurut Sutopo, korban luka berat berjumlah 128 jiwa yakni Pidie Jaya 125, Bireuen 3 orang. Sedangkan luka ringan terdri 489 jiwa yakni Pidie Jaya 411 orang dan Bireuen 78 orang. Sebagian korban luka-luka dirujuk ke rumah sakit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli. Pos dibuka di RSUD ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan korban yang dirawat.

Hasil kaji cepat kerusakan akibat dampak gempa ini menyebutkan 161 rumah rusak berat terdiri Pidie Jaya 86 rumah, Bireuen 35 rumah dan Pidie 40 rumah. Gempa juga menyebakan kerusakan 105 ruko di Pidie Jaya serta bangunan publik lain, seperti 14 masjid, 1 sekolah dan 1 kesehatan.

Sebanyak 3 eskavator sejak Rabu pagi telah dikerahkan di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya dan beberapa alat berat telah dikerahkan untuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan. Hingga saat ini BPBD setempat dibantu TNI, Polri, dinas-dinas terkait, relawan terus melakukan pencarian dan evakuasi.

Sekitar 740 personel dari TNI berada di lokasi terdampak untuk membantu aktivitas tanggap darurat. BPBD sekitar juga memberikan dukungan personel untuk membantu tangggap darurat di Pidie Jaya. Untuk mempercepat proses tanggap darurat bencana maka Plt Gubernur Aceh menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari yakni 7-20 Desember 2016.  (asr)

Share

Video Popular