Cuka telah diproduksi dan dijual selama ribuan tahun. Cuka dibumbui dengan buah, madu, dan malt (kecambah biji-bijian yang dikeringkan) yang populer di kalangan Babylonia, sementara Hippocrates menggunakannya untuk merawat luka.

Pada abad ke-10 di tiongkok, digunakan untuk membersihkan tangan dan mencegah infeksi, sementara di Amerika Serikat digunakan untuk mengobati demam, ruam akibat menyentuh tanaman poison ivy, croup, edema, dan banyak lagi.

Sekarang kita tahu bahwa cuka, yang secara tradisional dibuat melalui proses fermentasi yang lama, kaya komponen bioaktif seperti asam asetat, asam galat, katekin, epikatekin, asam caffeat, dan banyak lagi, yang berkhasiat sebagai antioksidan, antimikroba, dan banyak khasiat lainnya.

Cuka populer di seluruh dunia untuk membuat acar buah dan sayuran, dan biasanya juga ditambahkan ke bumbu dan hidangan makanan lainnya untuk menambah citarasa. Dikatakan bahwa cuka adalah pangan fungsional untuk menambah citarasa makanan…secara bermakna juga bermanfaat untuk kesehatan. Seperti dilaporkan dalam Journal of Food Science:

“Sifat terapeutik fungsional cuka … termasuk aktivitas antibakteri, menurunkan tekanan darah, aktivitas antioksidan, mengurangi efek diabetes, mencegah penyakit jantung, dan meningkatkan kekuatan setelah latihan fisik”.

1. Bersifat sebagai antimikroba

Adalah salah satu agen pembersih alami yang terbaik, terutama karena bersifat sebagai antimikroba. Ketika ditambahkan ke dalam makanan, asam organik di dalam cuka (terutama asam asetat) masuk ke dalam membran sel untuk membunuh bakteri.

Makanan yang difermentasi dengan cuka memiliki senjata alami asam organik yang bersifat antimikroba, termasuk asam asetat, asam laktat, asam askorbat, asam sitrat, asam malat, asam propionat, asam suksinat, dan asam tartarat.

Penelitian menunjukkan asam asetat mematikan E. coli O157: H7, sementara penelitian lain menunjukkan asam asetat, jus lemon, atau kombinasi jus lemon dengan cuka efektif membasmi salmonella.

2. Efek antioksidan

Antioksidan adalah golongan molekul yang mampu menghambat oksidasi molekul lain. Antioksidan berperan penting untuk kesehatan, karena dapat mengendalikan efek penuaan yang cepat terjadi dengan memerangi radikal bebas yang menyebabkan stres oksidatif.

Polifenol dan vitamin dalam berbagai jenis cuka berfungsi untuk menangkal stres oksidatif karena bersifat sebagai antioksidan yang kuat. Contoh antioksidan di dalam cuka apel mengandung katekin, epikatekin, dan asam gallat, asam caffeat, dan asam klorogenat.

3. Efek anti-diabetes

Bersifat anti-glisemik dan memiliki efek menguntungkan terhadap kadar gula darah. Diperkirakan bahwa asam asetat di dalam cuka dapat menurunkan kadar gula darah dengan cara mencegah pencernaan karbohidrat kompleks, yang dilakukan untuk memercepat pengosongan lambung atau untuk meningkatkan penyerapan glukosa oleh jaringan tubuh.

Ada satu teori yang menyatakan bahwa cuka membuat beberapa enzim pencernaan yang memecah karbohidrat menjadi gula menjadi tidak aktif, sehingga memperlambat perubahan karbohidrat kompleks dari makanan menjadi gula ke dalam aliran darah, sehingga memberikan lebih banyak waktu bagi tubuh untuk menarik gula dari darah, yang akan mencegah lonjakan kadar gula.

Sedikit penelitian yang mendukung penggunaannya sebagai pengobatan diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa cuka memperbaiki sensitivitas insulin pada 19 persen penderita diabetes tipe 2 dan 34 persen penderita pra-diabetes.

4. Kanker

Kandungan antioksidan di dalam cuka bermanfaat melawan kanker, dan cuka beras tradisional Jepang yang disebut kurosu secara khusus mengurangi risiko kanker. Kurosu terbukti menghambat pertumbuhan berbagai sel kanker, termasuk kanker kolon, paru, payudara, kandung kemih, dan prostat.

Penelitian membuktikan bahwa kibizu, cuka tebu dari Jepang, bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan sel leukemia, sementara mengonsumsinya dapat mengurangi risiko kanker esofagus.

5. Menurunkan berat badan

Menurunkan berat badan, karena berkhasiat sebagai anti-obesitas dengan meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi jumlah total makanan yang dikonsumsi. Misalnya, ketika para relawan penelitian makan dua sendok makan cuka raspberry merah setiap hari selama empat minggu, mereka mengalami penurunan berat badan, sementara para relawan penelitian yang makan dua sendok jus cranberry juga mengalami penurunan berat badan.

Selanjutnya, dalam penelitian terpisah, peserta yang makan sedikit cuka bersama dengan makanan tinggi karbohidrat (roti yang keras dan jus) akan makan lebih sedikit setelahnya selama satu hari tersebut, di mana terjadi pengurangan sekitar 200-275 kalori setiap hari — yang akan menurunkan berat badan 6,8 kg setiap bulannya.

6. Kesehatan jantung

Mendukung kesehatan jantung dalam beberapa cara. Seperti dijelaskan di dalam Journal of Food Science:

“Polifenol seperti asam klorogenat, yang hadir dalam kadar tinggi di dalam cuka apel, dapat menghambat oksidasi LDL dan meningkatkan kesehatan dengan cara mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular”.

Juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa cuka menurunkan kadar kolesterol pada tikus percobaan, sementara penelitian lain menunjukkan bahwa menurunkan tekanan darah tikus percobaan karena adanya kandungan asam asetat di dalam cuka.

7. Nyeri ulu hati dan aliran balik asam lambung

Aliran balik asam lambung biasanya akibat terlalu sedikitnya asam di lambung. Anda dapat dengan mudah meningkatkan kandungan asam lambung dengan minum larutan satu sendok makan cuka apel yang tidak disaring di dalam segelas air yang besar setiap hari.

8. Cedera

“Biang” cuka, suatu asam amino yang mirip sarang laba-laba dari cuka yang tidak diproses dan tidak disaring, bersifat sebagai antibakteri untuk menyembuhkan luka bakar. Asupan bakteri asam asetat (AAB) juga mengurangi kerusakan otot yang disebabkan oleh peradangan setelah latihan fisik.

9. Kesehatan otak

Meningkatkan fungsi kognitif pada manusia, dan penelitian menunjukkan bahwa bakteri asam asetat terbukti menghasilkan prekursor yang penting sebagai penghalang jaringan otak yang disebut sfingolipid.

10. Meningkatkan penyerapan gizi

Mengandung kadar asam asetat yang tinggi. Seperti asam lainnya, asam asetat dapat meningkatkan penyerapan mineral yang penting dari makanan. Oleh karena itu, minum tonik ringan cuka dan air sebelum makan dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap mineral penting yang terkandung di dalam makanan. Atau, menambahkannya pada saus salad dapat menyerap lebih banyak nutrisi dari sayuran hijau.

(Sasimoto / Shutterstock)

Cuka putih yang disuling sangat baik untuk membersihkan dan mencuci pakaian, namun untuk tujuan kesehatan, Anda harus menghindari cuka yang “bersih berkilau” yang sering dipajang di rak toko. Sebaiknya Anda harus cari cuka organik yang tidak diproses dan tidak disaring yang keruh di mana Anda akan melihat seperti sarang laba-laba mengambang di dalamnya. Ini dikenal sebagai “biang cuka,” yang menunjukkan kualitas  terbaik.

Alasan produsen menyaring adalah untuk menghilangkan kekeruhan karena kekeruhan menyebabkan sebagian besar orang tidak tertarik untuk membelinya. Namun, yang kita cari adalah yang tampak keruh ini. Seperti sebagian besar makanan, semakin diproses, maka semakin kurang bergizi, dan hal ini juga berlaku untuk sebagian besar cuka.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline

Video Popular