Jika Anda menikmati cuka pasti ada alasan untuk menambahkannya ke dalam makanan Anda. Tidak ada pedoman resmi dalam mengonsumsi cuka . Beberapa orang minum campuran 1-2 sendok teh cuka dengan segelas air atau jus setiap hari, sebelum makan atau di pagi hari, dan melaporkan khasiatnya.

Jika Anda lebih memilih untuk mengonsumsi cuka sebagai bagian dari makanan Anda, maka cuka apel secara khusus membuat salad dressing beraroma. Anda bahkan dapat membuat coleslaw yang mengandung cuka, daripada krim biasa yang mengandung mayones. Cuka berfungsi sebagai bumbu yang melunakkan ikan dan daging. Cuka dapat ditambahkan pada sayuran hijau yang dimasak atau salad mentimun. Anda juga dapat membuat acar sayuran dengan menggunakan cuka.

Jika Anda mengonsumsi cuka karena alasan kesehatan, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

• Cuka sangat asam. Bahan utama cuka adalah asam asetat, yang dirasa cukup keras. Anda harus selalu mengencerkan cuka dengan air sebelum minum cuka. Cuka yang murni secara langsung merusak email gigi atau jaringan mulut dan tenggorokan. (Ada bukti bahwa seorang wanita melaporkan kasus kerusakan esofagus jangka panjang akibat kapsul suplemen cuka apel tersangkut di tenggorokannya).

• Penggunaan berlebihan untuk jangka panjang menyebabkan kadar kalium menjadi rendah sehingga memengaruhi kepadatan tulang.

• Cuka apel secara teoritis berinteraksi dengan diuretik, obat pencahar, dan obat untuk diabetes dan penyakit jantung. Jika Anda sedang dalam perawatan dokter namun ingin mencoba cuka apel, maka konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan cuka tidak akan mengganggu dengan salah satu obat yang Anda konsumsi.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular