MEUREUDU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa 6,4 SR yang melanda Aceh, Rabu (7/12/2016) lalu. Kerusakan paling parah terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Biruen.

“Data sekolah yang terdampak hingga Sabtu (10/12/2016) sebanyak 151 sekolah, dengan rincian : SMA 6, SMK 4, SMP 16, SD 68, dan TK 57,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannnya.

Menurut Sutopo, gempa juga menyebabkan 6 guru meninggal dunia. Guru yang cedera berjumlah 5 orang dan penjaga sekolah yang meninggal dunia 1 orang. Kebutuhan mendesak di sektor pendidikan saat ini adalah sekolah sementara, paket sekolah, buku, alat bantu pendidikan dan kegiatan psikososial untuk anak-anak sekolah.

Sementara itu, untuk penanganan pendidikan pasca gempa di Pidie Jaya juga telah dilakukan rapat koordinasi pada, Jumat (9/12/2016) siang. Rakor dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendy,  Kadis pendidikan Aceh, Kadis Pidie Jaya, Sesjen Kemdikbud, Direktur SD, kepala sekolah terdampak dan UNICEF.

Beberapa hasil dari rakor adalah semua jenjang sekolah masih diliburkan. Mulai minggu ini bertepatan dengan libur sekolah pasca ujian. Kegiatan belajar mengajar siswa yang sekolahnya rusak sedang hingga berat akan dicarikan alternatif atau digabungkan dengan sekolah lain yang tidak rusak atau akan dibangun sekolah sementara.

Sekolah yang rusak berat hingga ringan akan segera dibangun/rehabilitasi memggunakan anggaran 2017. Pembangunan sekolah baru diharapkan akan dibangun dengan lebih baik dengan konstruksi tahan gempa. Kadis Pendidikan Pidie Jaya diminta untuk segera melakukan pendataan yang lebih detail.

Kemdikbud juga rencananya akan mendukung kegiatan trauma healing, distribusi paket sekolah, buku, atau keperluan kegiatan belajar mengajar yang lain. Pada kesempatan ini. Kemdikbud juga menyerahkan bantuan tunai Rp 150 juta untuk mendukung operasional tanggap darurat Dinas Pendidikan Pidie Jaya. (asr)

Share

Video Popular