Bukti-bukti yang menunjukkan bahwa masalah kesehatan kronis yang disebabkan oleh merokok, telah mengubah sikap masyarakat terhadap perokok secara dramatis (perlahan tapi pasti). Hanya pada beberapa dekade lalu, para perokok bebas merokok di mana saja. Sekarang, di kebanyakan tempat ada larangan untuk merokok, baik di dalam atau bahkan di dekat ruang publik, baik itu tempat tertutup ataupun terbuka.

Namun dengan semua usaha yang telah dilakukan untuk mengekang paparan asap rokok, sisa-sisa rokok yang melekat dalam suatu zat yang disebut perokok tangan ketiga (third hand smoke, THS).

Walaupun sebutannya seperti itu, THS bukanlah sungguh-sungguh seorang perokok, namun merupakan sisa-sisa (residu) bahan kimia yang tertinggal setelah merokok. THS tertinggal di tembok, gorden, karpet, bulu binatang, baju – hampir di segala benda yang pernah berdekatan dengan produk tembakau yang dinyalakan.

Dr. Georg Matt, seorang profesor psikologi di Universitas San Diego, mulai mempelajari THS pada tahun 1990 ketika tim penelitinya sedang melakukan studi tentang berhenti merokok.

“Kami menemukan sedikit teka-teki,” kata Dr. Georg. “Sekalipun pada kaum ibu yang telah berhenti merokok, dan bahkan tidak ada bukti paparan atas perokok tangan kedua, kami menemukan tingkat penanda biologis pada anak-anak dari ibu perokok tersebut, tidak sama dengan anak-anak dari ibu yang bukan perokok.”

Peneliti menyelidiki apakah sampel telah terkontaminasi, dan apakah ada masalah dengan analisa dan laporan lab. Setelah menyelidiki beberapa faktor, mereka bertanya-tanya apa mungkin ada sumber lain yang mengeluarkan zat kimia tembakau yang selama ini belum pernah diketahui.

Kemudian para peneliti menemukan bahwa ibu perokok yang tidak pernah sekalipun menyalakan rokok di dalam rumah masih mempunyai zat sisa rokok di seluruh rumahnya: pada debu, tangan mereka, dan menempel pada permukaan benda-benda di rumah mereka.

“Beberapa senyawa ini sangat lengket, dan semuanya terkumpul sepanjang waktu pada lingkungan dalam rumah sehingga rumah telah menjadi tempat penyimpanan untuk para perokok tangan ketiga,” kata Dr. Georg. “Beberapa tempat penyimpanan ini sangat dalam, dan ketika orang-orang merokok selama bertahun-tahun atau puluhan tahun di situ, jumlah senyawa ini telah terkumpul sangat banyak di dalam lingkungan dalam ruangan ini.”

Secara alami, lebih banyak pengeluaran tembakau dari rokok yang pernah terjadi di dalam suatu ruangan, lebih banyak THS yang terkumpul di ruangan tersebut. Namun bahan sisa ini juga bisa ditemukan di mana saja di tempat di mana para perokok menghabiskan waktu, bahkan sekalipun dia tidak merokok di sana.

“Kami menemukannya di mobil para perokok, sekalipun mereka tidak merokok di dalam mobilnya. Kami menemukannya di kamar hotel yang pernah dikunjungi oleh perokok. Kami menemukannya pada mobil-mobil sewaan,” kata Dr. Georg.

Konsentrat bahan kimia

Menurut Lembaga Kanker Amerika, asap rokok mengandung lebih dari 7.000 macam bahan kimia, dan sedikitnya ada 70 jenis dari bahan-bahan tersebut yang telah diketahui dapat menyebabkan kanker. Ditemukannya bahan-bahan ini dalam jumlah banyak telah ditunjukkan dalam studi pada hewan, yaitu dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan hati, gejala diabetes, penyembuhan luka yang lambat, dan hiperaktif.

Namun ada perbedaan yang signifikan antara sisa bahan yang sudah basi pada THS dengan paparan asap rokok yang berterbangan di udara.

Untuk mendapatkan rasa dari karakteristik yang spesifik dari THS, para peneliti mengacu pada 3 R, yaitu: bahan kimia dari produk tembakau “tetap ada” (remain) di debu dan permukaan sekitar, namun juga “bereaksi” (react) dengan bahan kimia lain untuk membuat bahan kimia baru, dan kemudian “mengeluarkan kembali” (reemit) bahan tersebut ke lingkungan sekitar.

Senyawa-senyawa THS bisa bercampur dengan senyawa beracun lain yang telah ada di lingkungan tersebut (seperti pada cat, pelapis tembok, atau kain pelapis), membentuk suatu bahan kimia baru, yang bahkan lebih berbahaya. THS bisa juga bercampur dengan bahan-bahan yang digunakan dengan tujuan untuk membersihkan THS.

“Dalam industri kesehatan, ada produk yang sangat terkenal untuk menutupi atau menghilangkan bau rokok, karena bau adalah alasan nomor satu mengapa pelanggan mengeluhkan rokok tembakau,” jelas Dr. Georg. “Di banyak jenis produk penghilang bau rokok, mereka menggunakan antioksidan seperti ozon yang bereaksi dengan beberapa senyawa bau dan mengubahnya menjadi senyawa yang bebas bau. Masalahnya adalah beberapa bahan kimia ini bereaksi merubah, untuk singkatnya kita sebut saja, mengubah nikotin menjadi sebuah polutan baru yang lebih berbahaya daripada nikotin.”

Konsekuensi kesehatan

THS dapat menyerap zat lain, namun apakah dapat membahayakan bagi kesehatan, hal itu masih menjadi perdebatan. Kritikus berkata bahwa THS tidak lebih adalah reaksi berlebihan atas tuduhan yang menjelek-jelekkan tembakau, daripada suatu masalah yang harus diperhatikan.

Orang-orang yang menolak juga bisa ditemukan ada di antara penggiat anti-rokok. Menurut Stephen Hecht, seorang profesor pencegahan kanker di Universitas Minesota, dan kepala editor di Chemical Research in Toxicology, mengatakan bahwa dosis karsinogen yang kita terima dari THS ini terlalu kecil untuk dapat menyebabkan suatu gangguan.

“Bagi perokok tangan kedua, dosis yang dikeluarkan, antara satu sampai lima persen dari yang akan didapat oleh perokok. Untuk perokok tangan ketiga, jumlah yang akan mereka dapat akan jauh lebih rendah daripada perokok tangan kedua, kata Stephen kepada U.S. News and World Report.

THS mengandung senyawa yang sama bahayanya dengan yang telah diketahui pada perokok aktif serta perokok tangan kedua. Namun tidak seperti rokok sebenarnya yang dengan mudah dihirup, THS hanya terserap dengan signifikan melalui jalur lain, misalnya melalui sentuhan atau anak kecil yang menaruh tangannya ke mulut setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi, hanya dengan begitu baru THS bisa menjadi ancaman. Dan masih tidak jelas berapa banyak THS yang diserap oleh tubuh kita ketika bersentuhan dengan lingkungan dan materi yang tertutup oleh bahan tersebut. Ini adalah masalah yang masih coba dipecahkan oleh Dr. Georg dan para peneliti lain.

“Kami mengerti bahwa senyawa itu berbahaya bagi DNA manusia. Kami tahu bahwa senyawa itu dapat menyebabkan kematian sel. Kami tahu lewat studi pada hewan bahwa senyawa tersebut akan berpengaruh pada sistem organ,” jelas Dr. Georg. “Penelitian yang perlu kita lakukan adalah penelitian jangka panjang pada manusia yang bersentuhan dengan senyawa THS ini dalam kelompok-kelompok risiko yang berbeda, apakah itu anak-anak atau populasi lain dengan kondisi kesehatan yang berbeda. Hal tersebut merupakan pekerjaan yang banyak, yang masih harus diselesaikan.”

Sampai saat itu, meningkatnya kesadaran akan THS berarti bahwa merokok bisa merusak nilai properti dan kendaraan yang suatu hari mungkin ingin kita jual.

“Satu setengah tahun yang lalu kami mewawancarai para penjual mobil bekas yang me¬nyadari bahwa bau tidak sedap sangat membuat orang tidak mau membeli mobil bekas. Penjual mobil bekas di California jika tidak mampu menghilangkan ataupun menutupi bau tersebut, seringkali mereka akan mengirimkan mobil tersebut ke daerah lain dimana orang-orang disana mungkin lebih bisa menerima bau tersebut,” imbuh Dr. Georg.

THS sangat terkenal sulit dihilangkan. Hotel-hotel sangat mengetahui pasti besarnya waktu dan sumber daya yang diperlukan untuk menyingkirkan bau asap rokok. Singkatnya, THS tidak pernah bisa dihilangkan sepenuhnya, dan barang-barang seperti kasur, selimut, dan pelapis tembok yang tertempel THS seringkali harus diganti untuk menyingkirkan sepenuhnya sisa THS yang tertinggal.

Dr. Georg dan tim penelitinya saat ini sedang bekerja mencari, bagaimana cara terbaik untuk membersihkan permukaan yang terkontaminasi THS, dan mengharapkan bisa menemukan jawaban “secepatnya”. Namun dia berkata bahwa sekalipun usaha penyembuhan bisa sangat membantu, tetap, tidak ada yang lebih baik daripada pencegahan.

“Jangan merokok di dalam ruangan, itu adalah satu nasehat yang sangat penting,” kata Dr. Georg. “Dan carilah ruangan di luar yang tidak membuat asap tembakau masuk ke dalam rumah.” (Epochtimes/Conan Milner/Jls)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular