Oleh: Shi Ping

Fakta telah membuktikan, iptek modern seperti internet bisa membuat orang ketagihan, atau dengan lain kata bahwa internet bisa membuat orang-orang yang ingin terkenal lebih ketagihan lagi.

Seorang remaja di New Jersey yang ditangkap dua tahun lalu karena foto petualangannya ketika memanjat di ketinggian, sekali lagi menarik perhatian orang termasuk polisi dan hakim karena menempelkan foto selfie gila-gilaan di internet. “New York Post” mewartakan: “Ia membawa kebodohan ke suatu level ketinggian baru.”

Justin Casquejo (18) berasal dari kota Weekhawken New Jersey. Maret 2014, ditangkap karena memanjat secara ilegal puncak gedung World Trade Tower One yang belum dibuka untuk umum dan mengambil gambar, dituntut dengan dakwaan “mendaki gedung tinggi tanpa ijin”.

Namun hakim tidak membiarkannya dikurung dalam penjara, hanya memberikan hukuman pelayanan masyarakat selama 30 hari dan memerintahkannya untuk mengikuti konseling psikologis, setelah itu menulis tesis sebanyak 1.200 kata tentang “pamer ketrampilan bertualang”.

Namun ‘penyakitnya kambuh’ lagi dalam tempo dua minggu setelah ia dibebaskan pada dua tahun lalu. Ia siap mendaki Menara Air terbuat dari batu bata setinggi 175 kaki (44,2 meter), sekali lagi ia ditangkap polisi dan kali ini ia didakwa dengan tuduhan ‘masuk tanpa ijin’ dan ‘melawan ketika ditangkap’.

Hakim yang membebaskannya pernah berkata, pengadilan sangat terkesan atas ketulusannya untuk bertobat, itu sebabnya tidak membiarkannya dikurung dalam penjara.

“Kami harap saudara  bisa membuktikan bahwa pengadilan telah membuat keputusan tepat,” demikian kata hakim itu kepada si pemuda.

Namun perilaku Justin malahan membuktikan sang hakim telah salah vonis. Baru-baru ini, pemuda belia ini lagi-lagi bersama dengan teman-temannya mendaki sejumlah gedung pencakar langit di New York, mengambil gambar di puncak gedung atau di tempat-tempat yang sangat berbahaya lalu diunggah di Instagram dan Yautube untuk ajang pamer.

Berita mengenai dirinya sudah menimbulkan perhatian banyak orang. “New York Post” edisi 28 November melaporkan tindakan kegilaannya. Anggota dari pasukan pemadam kebakaran juga menyatakan di twitter bahwa perilaku anak muda itu “sama sekali tidak bisa diterima”.

Karena tindakan Justin yang berani dan ceroboh sudah menerima perhatian hampir 30 ribu netizen. Banyak orang mengagumi ‘keberanian’ dan ‘foto cantik’nya, tapi juga ada banyak yang menganggapnya ‘gila’, ‘sakit mental’, ‘tidak menyerah sebelum mati terhempas’ dan lain sebagainya.

Menurut statistik Internet yang tidak lengkap, dewasa ini dalam lingkup seluruh dunia jumlah orang yang tewas karena berselfie ria di tempat-tempat berbahaya meningkat drastis. Ada 15 orang tewas pada 2014. Tahun berikutnya bertambah menjadi 39 orang. Tahun ini, 8 bulan pertama sudah ada 73 orang tewas karena kegilaan mereka dalam ber-selfie. Penyebab kematian yang paling umum adalah tewas terjatuh dari ketinggian.

Hemank Lamba dari Universitas Carnegie Mellon AS membentuk sebuah tim yang khusus menyelidiki fenomena mengambil gambar diri di area berbahaya. Dalam salah satu kasus, seorang pria bernama Drewsssik seringkali ke puncak gedung mengambil gambar, ia pun meraup hampir 20.000 fans di Instagram. Tapi apa faedahnya semua ini?

Pria tersebut tewas terjatuh dari atas gedung saat ber-selfie pada 2015. (lin/whs/rmat)

Share

Video Popular