Rokok berkontribusi lebih dari 1 dari 4 kematian akibat kanker di Amerika Serikat. Angka ini tertinggi terdapat pada pria di bagian selatan Amerika Serikat dimana merokok sudah umum dan kebijakan pengendalian tembakau kurang ketat.

Penelitian American Cancer Society menemukan tingkat tertinggi di antara pria di Arkansas, di mana 40 persen kematian akibat kanker berkaitan dengan rokok. Kentucky memiliki tingkat tertinggi di antara wanita, di mana 29 persen kematian akibat kanker berkaitan dengan merokok.

Tingkat terendah berada di Utah, di mana 22 persen kematian akibat kanker pada pria dan 11 persen kematian akibat kanker pada wanita dikaitkan dengan merokok.

“Biaya merokok yang tinggi yang harus ditanggung oleh manusia di semua negara bagian, terlepas dari peringkat,” kata para penulis.

Mereka menganalisis survei kesehatan dan data pemerintah pada tahun 2014 mengenai rata-rata merokok dan kematian akibat merokok, seperti kanker paru, tenggorokan, lambung, hati, usus besar, pankreas dan ginjal, bersama dengan leukemia. Peneliti memperkirakan berapa banyak kematian akibat kanker yang cenderung disebabkan oleh merokok, dan dibandingkan dengan kematian dari semua kasus kanker. Hasil penelitian diterbitkan di JAMA Internal Medicine.

Sementara tingkat merokok menurun di Amerika Serikat, 40 juta orang dewasa di Amerika Serikat adalah perokok tembakau dan merokok adalah penyebab kematian teratas yang dapat dicegah, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Penelitian menunjukkan bahwa minimal 167.000 kematian akibat kanker pada tahun 2014—sekitar 29 persen dari semua kematian akibat kanker di Amerika Serikat disebabkan oleh merokok.

Sebagian besar dari 10 negara bagian dengan tingkat kematian tertinggi akibat kanker yang disebabkan oleh merokok berada di bagian selatan, sementara sebagian besar dari 10 negara bagian dengan tingkat kematian terendah akibat kanker yang disebabkan oleh merokok berada di bagian utara atau barat.

Di antara pria, yang lebih sering merokok, tingkat kematian kanker akibat merokok tertinggi pada pria kulit hitam (35 persen), dibandingkan dengan pria kulit putih (30persen) dan pria Hispanik (27 persen). Tingkat kematian kanker akibat merokok tertinggi pada wanita kulit putih (21 persen), dibandingkan dengan wanita kulit hitam (19 persen) dan wanita Hispanik (12 persen).

Peneliti mengatakan sembilan dari 14 negara bagian dengan kebijakan udara ruangan bebas asap rokok paling kurang komprehensif berada di bagian selatan Amerika Serikat. Rata-rata cukai rokok di negara bagian dengan tembakau yang utama, terutama di bagian selatan Amerika Serikat, yaitu 49 sen Amerika Serikat, dibandingkan dengan 1,80 dolar Amerika Serikat di negara bagian lain di Amerika Serikat.

Industri tembakau sangat mempengaruhi kebijakan ini dan sebagian besar tanaman tembakau tumbuh di bagian selatan Amerika Serikat, demikian kata peneliti. Bagian selatan Amerika Serikat juga memiliki tingkat kemiskinan yang relatif tinggi, yang juga dikaitkan dengan merokok.

Dr. Hilary Tindle dari Universitas Vanderbilt di Nashville, Tennessee, mengatakan hasil yang didapat mencerminkan apa yang ia lihat sebagai peneliti tembakau dan dokter ahli penyakit dalam di bagian selatan Amerika Serikat. Dia tidak terlibat dalam penelitian ini.

Merokok lebih dari norma sosial di sana, dan pusat medis yang dimiliki oleh Dr. Hilary Tindle melarang orang merokok di dalam ruangan.

Tindle mengatakan hasil penelitian menyoroti kebutuhan akan tindakan pengendalian tembakau yang lebih ketat dan menunjukkan mengapa dokter harus mendiskusikan dampak buruk merokok pada setiap kunjungan pasien, mendorong perokok untuk berhenti merokok dan memberitahu perokok mengenai cara yang efektif untuk berhenti.(AP/Vivi/Yant)

Share

Video Popular