JAKARTA – Hingga Sabtu (10/12/2016) pukul 07.31 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 69 gempa susulan pasca gempa 6,4 SR di Aceh,  Rabu (7/12/2016) lalu. Gempa di Aceh beberapa waktu menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Biruen, Aceh. Data terkini pada Minggu (11/12/2016) pada pukul 09.50 WIB terjadi gempa 5,3 SR.

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengatakan,  data gempa susulan tersebut tampak bahwa tren frekuensi kejadian susulan per hari di Pidie Jaya sudah semakin meluruh, sehingga aktivitas gempa susulan diharapkan segera berakhir dan habis energinya.

“Tiga gempa bumi susulan Sabtu pagi ini terjadi pada pukul 03.51.33 WIB (M=3,8), pukul 06.04.11 WIB (M=3,4) dan pukul 07.31.06 (M=3,3),” jelas Daryono.

Gempa Bumi di Aceh sejak Rabu (7/12/2016) lalu terjadi sebanyak 45 kali, sehari kemudian, Kamis (8/12/2016) terjadi 14 kali, selanjjutnya Jumat (9/12/2016) sebanyak tujuh kali, dan pada Sabtu pagi (10/12/2016) sebanyak 3 kali gempa susulan.

Sebelumnya BMKG membantah adanya info akan terjadinya gempabumi susulan subuh be pagi (9/12/2016) pukul 05.20 WIB dengan kekuatan 7.9 SR dan berpotensi tsunami yang akan terjadi di daerah pesisir pantai Pidie Jaya, Sigli, Banda Aceh dan lain-lain.

BMKG menyatakan berita itu tidak benar dan BMKG tak pernah membuat berita tersebut. Menurut BMKG, berita tersebut hanya isu dan membohongi masyarakat, karena isu tidak mempunyai dasar ilmiah yang jelas.

BMKG menyampaikan kepada masyarakat bahwa sampai saat ini gempabumi tektonik belum dapat diprediksi kapan, di mana dan berapa kekuatannya. Dari sekian kali isu akan terjadi gempabumi, tidak satupun yang terbukti. Oleh karenanya, BMKG meningatkan isu terkait gempabumi dan tsunami tidak perlu dihiraukan. (asr)

Share

Video Popular