JAKARTA – Petugas Kepolisian berhasil menggagalkan peledakan bom rice cooker yang direncanakan akan diledakkan di Istana Negara, Minggu (11/12/2016). Bom ditemukan  bersama pelaku di sebuah  kontrakan di Jalan Raya Bintarajaya 8 RT4 RW9, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (10/12/2016) pukul 15.50 WIB.

“Rencananya bom tersebut akan diledakkan di Istana Negara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dalam siaran pers kepada wartawan.

Keterangan pihak kepolisian menyebutkan, bom itu sedang dipersiapkan oleh Nur Solihin, Agus Supriyadi, dan Dian Yulia Novi. Mereka ditangkap pada lokasi yang berbeda. Nur Solihin dan Agus Surpiryadi diciduk di Fly Over Kalimalang, sedangkan Dian Yulia merupakan sosok yang ditangkap di Bintara.

Dian berdasarkan identitas yang menyebar di sosial media adalah warga Jatimulya RT18 RW06 Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dia adalah sosok yang menjadi ‘pengantin’ atau pelaku peledakan bom di Istana berdasarkan surat wasiat yang didapatkan kepolisian.

Pada saat Dian ditangkap di kontrakan, petugas kepolisan berhasil menemukan bom jenis TATP yang dirakit dalam sebuah rice cooker dan disimpan pada sebuah tas. Atas temuan bom ini, Tim Jihandak Den Gegana Sat Brimob Polda Metro Jaya sudah mengevakuasi bom dari lokasi.

Penangkapan tiga pelaku terduga teroris dari jaringan Bahrun Naim ini berawal saat mereka dibuntuti oleh kepolisian. Polisi sudah mengintai saat mobil yang ditumpangi Nur Solihin dan Agus Supriyadi bertolak dari Solo ke Jakarta.

Saat di Jakarta, Nur Solihin dan Agus Supriyadi menjemput Dian untuk diantarkan ke Kantor Pos Bintara untuk mengirimkan paket ke Keluarganya di Cirebon. Dari paket ini, polisi menemukan surat wasiat bahwa Dian berniat menjadi ‘pengantin’ bom peledakan.

Polisi terus membuntuti ketiga terduga teroris, Dian kemudian diturunkan dari mobil yang ditumpangi Nur dan Agus di kontrakan Dian di Bintara. Selanjutnya polisi menangkap Nur dan Agus pada pukul 15.40 WIB saat mereka berada di Flyover Kalimalang dan Dian diciduk polisi pada pukul 15.50 WIB saat berada di kontrakannya.  (asr)

Share

Video Popular