Oleh Luo Ya

Hari Minggu, Hongkong akan mengadakan pemilihan untuk menentukan para anggota Komite Pemilu.

Ketua Eksekutif Wilayah Administratif Khusus Hong Kong, Leung Chun-ying yang namanya tetap dicalonkan dalam pemilihan mendatang, pada Jumat lalu tiba-tiba mengumumkan penarikan dirinya dengan alasan keluarga. Seorang pakar urusan Tiongkok menjelaskan latar belakang mundurnya C.Y. Leung kepada media Epoch Times.

“Melalui jalur tersendiri Leung diperintahkan untuk mundur”

Jumat (9/12/2016) pukul 14:30, dalam konferensi pers yang diadakan secara darurat Leung Chun-ying mengumumkan pengunduran dari pencalonan dirinya sebagai Kepala Eksekutif Wilayah Administratif Khusus Hongkong.

Pada hal beberapa hari lalu ia baru menyampaikan surat permintaan kepada Kejaksaan Agung untuk membatalkan pengajuan 4 orang anggota parlemen yang dianggap tidak memenuhi kualifikasi.

Doktor ilmu politik dari Universitas Columbia, pakar urusan Tiongkok Li Tianxiao dalam wawancara dengan wartawan Epoch Times mengatakan, masalah nama Leung tidak lagi  disertakan dalam pemilihan Kepala Eksekutif mendatang bukan merupakan penetapan hari ini.

Itu sebenarnya sudah diputuskan pada 2 tahun lalu, setelah terjadi Demontrasi Hongkong atau Revolusi Payung pada 2014. Xi Jinping tidak lagi menaruh harapan pada Leung Chun-ying. Saat itu ia tidak langsung diseret mundur karena ingin membiarkan Leung memerintah sampai habis masa jabatan sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Hongkong.

Tetapi selama 2 tahun terakhir ini, Leung sendiri pasti juga merasakan ada ‘bencana’ besar yang akan menimpa dirinya, meskipun harapan Zhang Dejiang mampu melindunginya masih kuat.

Mungkin saja belakangan Zhang Dejiang memberikan sejumlah isyarat kepadanya sehingga Leung melalui berbagai insiden yang diciptakan untuk menunjukkan kepada Xi Jinping bahwa dirinya masih dapat diandalkan dalam menjaga stabilitas politik di Hongkong.

Li Tianxiao mengambil contoh, Leung memanfaatkan tuntutan kemerdekaan Hongkong untuk memperkeruh masalah sehingga memicu kemarahan masyarakat, setelah itu membiarkan NPC menafsirkan undang-undang dan menetapkan ‘aturan main’.

Sepintak lalu Kelihatannya Leung masih berusaha keras untuk mempertahankan status hukum  Hongkong, dan menggagalkan usaha pendukung kemerdekaan Hongkong. Dengan melakukan ini ia berharap bahwa Xi Jinpng akan mengakui kemampuannya dan memberi kesempatan kepada dirinya untuk kembali menjabat sebagai Kepala Eksekutif Hongkong.

“Meskipun jauh-jauh hari Xi Jinping sudah mengambil sikap, tetapi saya perkirakan bahwa ia  mungkin lebih memilih cara supaya Leung tahu bahwa Xi menghendaki ia turun melalui penyampaian dari orang lain. Jadi sepintas seolah-olah mundur merupakan permintaan sendiri, padahal Leung sudah sadar sebelumnya. Oleh karena itu, Leung menggunakan keluarga sebagai alasan menarik diri dari pencalonan. Hanya saja ia sempat melakukan ‘try and error’ dengan ‘pertunjukan-pertunjukan’ yang siapa tahu Xi akan berubah pikiran”.

Dari sisilain, sebenarnya Zhang Dejiang juga mengetahui bahwa Xi Jinping bakal menggeser Leung dari jabatan kepala eksekutif Hongkong, namun Zhang Dejiang tidak mau buru-buru membocorkan hal ini agar Leung tetap bisa dipakai oleh dirinya demi kepentingan politiknya, membuat Hongkong terus bergejolak, membuat malu Xi Jinping. Sekarang sudah tiba saatnya ‘habis manis sepah dibuang’, Zhang Dejiang mungkin memberitahu Leung lewat cara tertentu”, demikian Li Tianxiao menambahkan.

Benteng pertahanan Zeng Qinghong di Hongkong sudah jebol

Dengan mundurnya Leung, dari sudut pandang yang lebih besar Li Tianxiao mengatakan, “Ini memberi kita petunjuk bahwa benteng pertahanan Zeng Qinghong di Hongkong yang dipercayakan  kepada Leung Chun-ying sudah berhasil digempur oleh Xi Jinping. Setelah bisa masuk ke dalam, langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh rezim Xi Jinping pasti akan mengarah pada pembersihan secara menyeluruh terhadap antek-antek Zeng dan Zhang”.

“Perubahan yang terjadi di Hongkong sebenarnya merupakan refleksi dari situasi pembersihan terhadap antek-antek Jiang Zemin di Daratan Tiongkok. Dengan perubahan ini, situasi di Shanghai juga besar kemungkinan akan berubah. Bukannya Wang Qishan sebelumnya pernah berujar bahwa timnya akan ‘menggoyang’ Shanghai dan melakukan perubahan besar paling lambat Desember ini. Bila demikian maka, Hongkong sebenarnya hanyalah sebagai pembuka jalan bagi perubahan besar itu,” kata Li.

Belum lama ini, pengurus NTDTV pernah mengusulkan kepada pejabat berwenang di Hongkong untuk mengundang Shen Yun melakukan pertunjukan di Hongkong yang langsung didukung oleh sebagian besar masyarakat Hongkong. Menurut Li Tianxiao bahwa setelah kepala eksekutif baru terpilih nanti, hambatan sudah dapat diatasi sehingga pertunjukan bisa direalisasikan.

Ia juga mengatakan bahwa dengan mundurnya Leung, situasi di Hongkong akan mengalami perubahan yang dramatis. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular