Obrolan Seputar Pengobatan Tradisional Tiongkok (2)

535
Pengobatan Tradisional Tiongkok (internet)

Oleh: Tang Shi

13 Titik Guimei (daya pemikat hantu)

Pada 1990-an, kami suami-isteri berdagang, berhubung kekurangan tenaga, lalu meminta bantuan seorang anak dari famili jauh, ayah anak itu didesanya adalah seorang Sinshe.

Suatu hari ia ke kota menengok sang anak, saya menjamunya makan siang, disaat itu ia menceritakan kepada saya sebuah kasus pengobatan Akupunktur pengusiran roh yang merasuk ke tubuh seorang wanita.

Ia sejak kecil belajar PTT pada seorang guru, diantaranya ilmu Akupunkturlah yang dikuasainya cukup mahir, ia mengatakan,di tubuh manusia seluruhnya terdapat lebih dari 300 buah Titik Akupunktur. 13 diantaranya adalah untuk menangani roh hantu gentayangan, yaitu digunakan untuk mengusir roh yang merasuk ke dalam tubuh manusia, maka diberi nama 13 titik Guimei (hantu/siluman).

Namun ia tidak percaya ada hantu di dunia ini, melakukan praktek pengobatan puluhan tahun juga tidak pernah menjumpai pasien seperti itu, maka juga tidak pernah menggunakan ke 13 titik Guimei tersebut.

Suatu hari seorang anak kecil didesanya bergegas datang mencarinya, meminta tolong menengok ibunya yang sedang terasuki oleh roh hantu. Sesampai di rumahnya ia menyaksikan ibu anak itu tergeletak di atas lantai dengan mulut mengeluarkan buih putih, dengan suara mirup kakek tua meracau tidak keruan, ini jelas telah dirasuki roh hantu.

Ia pun segera melakukan akupunktur dengan 13 titik Guimei, 12 jarum telah ditancapkan pada tubuh wanita itu, titik ke-13 merupakan titik lokasi kepala roh, begitu titik itu ditancapkan jarum maka roh itu segera akan mati.

Ia lalu berpikir, saya tidak ada dendam dengannya, asalkan dia pergi meninggalkan tubuh wanita itu, mengapa harus membuatnya binasa?

Baru saja terlintas pikiran itu, wanita itu dengan suara kakek tua mengatakan, ”Hati Anda cukup baik, kalau begitu saya pergi, saya pergi.”

Selesai berkata, sekujur tubuh wanita itu bergetar sejenak, lalu suaranya berubah kembali pada suara aslinya.

Sejak saat itu ia percaya di dunia ini ada Tuhan ada pula hantu, ada Buddha tentu juga ada iblis, ia pun semakin memercayai prinsip perbuatan baik atau buruk pasti ada imbalannya. (tys/whs/rmat)

SELESAI