JAKARTA – Sebanyak 4 orang Warga Negara Tiongkok diciduk oleh aparat karena diketahui bercocok tanam di Kampung Gunung Leutik, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/10/2016). Mereka diketahui sudah menanam cabai pada lahan yang sudah dipersiapkan yakni 4 hektar dengan menyewa lahan milik warga.

Atas temuan ini, Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, langsung memusnahkan sebanyak 5.000 batang cabai di instalasi karantina Bandara Soetta pada Kamis (8/12/2016) lalu.

Lalu bagaimana bahaya yang ditimbulkan dari bakteri terkandung pada benih cabe tersebut? Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Antarjo Dikin kepada sejumlah media menjelaskan, cabai-cabai yang didapatkan dari Warga Negara Tiongkok tersebut mengandung bakteri Erwina Chrysanthem OPTK A1 golongan 1. Bakteri ini diketahui merupakan jenis bakteri yang tak pernah ditemukan di Indonesia.

Bahaya yang ditimbulkan bakteri ini, nantinya akan menyebabkan gagal produksi hingga 70 persen terhadap petani cabe di Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS, potensi kerugian yang diakibatkan bakteri ini mencapai Rp 45 Triliun jika dilihat dari produksi cabai nasional yang berjumlah 1,075 ton.

Tak hanya menyerang dan menimbulkan kerusakan pada cabe, bakteri ini juga akan menyerang pada sejumlah tanaman palawija lainnya termasuk bawang. Oleh karena itu, petugas Balai Karantina langsung melakukan pemusnahan dikarenakan dinilai membahayakan.

Hingga saat ini petugas masih mendalami lebih mendalam atas motif para pelaku menanam dan membawa benih-benih cabe tersebut. Penangkapan dilakukan setelah masyarakat melaporkan kepada aparat tentang adanya WN Tiongkok pada lokasi itu. Petugas yang menangkap terdiri oleh Tim Pora DKI Jakarta dan Tim Pora Imigrasi Kelas II Kota Bogor. (asr)

Share

Video Popular