Kerajaan Kurcaci mungkin ada di antara cerita fiksi, namun di kota Kunming, Yunnan, Tiongkok ternyata memang ada sebuah desa yang dihuni ratusan “manusia kerdil”. Tinggi mereka rata-rata tidak lebih dari 130 cm, dengan usia tertua lebih dari 50 tahun, dan termuda hanya 20 tahun.

Tidak ada hubungan darah di antara di antara para kurcaci ini, karena menderita “Dwarfisme” (gangguan pertumbuhan pada fungsi hormon pertumbuhan) mereka lalu hidup bersama, untuk menyambung hidup mereka berlatih seni, dan menjadi bagian dari kawasan wisata!

Di sini, para penduduk Dwarf Empire akan menyanyi dan menari setiap dua kali sehari. Mereka akan menyapa para wisatawan yang berkunjung dengan ramah. Selain itu, mereka juga tampil dengan sangat menggemaskan.

Dwarfisme adalah gangguan pertumbuhan yang diakibatkan oleh kekurangan hormon pertumbuhan. Dwarfisme atau kekerdilan merupakan gangguan genetis bawaan dimana tulang-tulang panjang misalnya tulang lengan dan kaki tidak tumbuh secara normal. Sementara kepala juga relatif lebih besar, dan memiliki perawakan pendek yang tidak proporsional.

Karena dwarfisme ini, sehingga para “kurcaci” mendapat berbagai perlakuan yang tidak sama di masyarakat, sehingga para kurcaci dari seantero negeri pun berkumpul bersama, dan membentuk “Rombongan kesenian kerajaan kurcaci”, mempertunjukkan berbagai seni, sulap bagi wisatawan. Para manusia kerdil ini tinggal di sebuah taman berupa rumah jamur.

Ini bukanlah kerajaan dalam artian sesungguhnya. Dwarf Empire di Yunnan, Tiongkok ini merupakan sebuah taman bermain yang dihuni lebih dari 100 manusia kerdil, rumah jamur, dan fasilitas lainnya yang berukuran mini.

Desa unik yang dihuni lebih dari 100 manusia kerdil di Kunming, provinsi Yunnan, Tiongkok. Karena menderita “Dwarfisme” (gangguan pertumbuhan pada fungsi hormon pertumbuhan) mereka lalu hidup bersama. (Internet)
Karena terjadi mutasi pada kromosom, menyebabkan tangan dan kaki mereka terlihat sangat pendek. Untuk hidup sehari-hari, mereka mengandalkan upaya sendiri mencari nafkah untuk keluarga. (Internet)

Mereka juga menemukan kebahagiaan hidup dan kepercayaan diri tingga di desa kurcaci ini, bahkan mereka juga bisa berpacaran dan melewati hari-harinya seperti orang-orang normal pada umumnya!

Mungkin ada yang merasa menyimpang dari hak asasi manusia menyaksikan pertunjukan seni para “kurcaci” yang dikumpulkan disini, karena dianggap mengeksploitasi manusia kerdil. Akan tetapi, kini taman ini menjadi mata pencarian sekaligus tempat di mana manusia kerdil di seantero negeri berekspresi.

Mereka rajin berlatih seni, dan mengandalkan upaya mereka sendiri mencari nafkah untuk keluarga. Selain itu, mereka juga lebih memahami satu sama lain yang pernah mengalami pahit dan getirnya hidup, semangat positif mereka layak kita apresiasi!

Mereka semua tampil dengan sangat menggemaskan. Dalam pertunjukkan unik ini, berbagai kostum yang mereka gunakan pun membuat para turis tersenyum dan mengagumi persembahan yang diberikan oleh para kurcaci ini. Mereka menggunakan kostum yang menunjukkan beberapa pekerjaan. Lucunya, ada yang menggunakan baju ala peri, kaisar, putri, pengusaha, dan lainnya.

Selama berada di desa kerdil ini, wisatawan bisa mengelilingi dan jalan-jalan menikmati suasana Dwarf Empire. Penghuni rumah-rumah jamur berwarna abu-abu itu pun dengan senang hati menerima para tamu yang datang di rumah imut mereka. (Secretchina/Chen Gang/joni/rmat)

Share

Video Popular