Oleh Lin Xing

Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam pidatonya pada Senin (12/12/2016) mengatakan bahwa ikut mencalonkan diri sebagai presiden adalah pilihannya yang keliru.

“Bila waktu bisa diputar kembali saya memilih tidak jadi presiden,” katanya.

Dalam pidato sambutan pada acara penyerahan penghargaan bagi pemuda Filipina berprestasi 2016 yang diselenggarakan di Gedung Selatan komplek istana Malacanang, Duterte mengatakan, “Jika benar-benar tidak menyukai saya, saya setiap saat siap mundur. Saya sama sekali tidak mendambakan kekuasaan apalagi ingin menjadi presiden Filipina”.

Ia menegaskan bahwa jika Kongres meloloskan perubahan tatanan negara menjadi sistem federasi, ia bersedia langsung menyerahkan jabatan.

Presiden berusia 71 tahun itu berkeluh-kesah dan mengatakan bahwa setelah menjabat sebagai presiden, ia setiap hari terpaksa harus naik turun kendaraan yang melelahkan,  membaca sendiri semua laporan yang disampaikan oleh departemen-departemen agar bisa memberikan petunjuk yang tepat.

“Setiap hari, paling cepat pukul 2 pagi saya baru bisa pulang ke rumah, tak jarang membaca laporan dan memberikan instruksi membuat saya baru bisa meninggalkan tempat kerja  pada pukul 6 pagi. Bila waktu bisa diputar kembali saya memilih tidak jadi presiden,” katanya.

Lalu secara bercanda ia mengatakan, “Sialan, upah hanya kecil, sedangkan saya harus membiayai 2 keluarga !”

Ucapannya ini menyulut tawaan seluruh hadirin.

Duterte beberapa hari lalu dalam suasana canda membeberkan bahwa upahnya hanya 130.000 Peso (+/- Rp 34.7 juta).

“Tahukah kalian, saya punya 2 keluarga yang perlu dibiayai, jika uang tunjangan tidak diberikan, maka putri sulung bisa memukul saya,” katanya.  (Central News Agency/Sinatra/rmat)

Share

Video Popular