Oleh: DR. Frank Tian, Xie

Paham konservatisme yang dijadikan sebagai filosofi politik dan filosofi masyarakat telah menjadi konsep memerintah negara yang sangat dibutuhkan manusia saat ini. Konservatisme mendorong dan melindungi kebudayaan masyarakat yang tradisional, peradaban masyarakat dan mekanisme masyarakat.

Penganut konservatisme menentang pandangan kaum moderat saat ini, menemukan kembali karakter dasar umat manusia yang baik dan murni. Istilah paham konservatisme ini paling awal muncul pada 1818 oleh Francois-Renede Chateaubriand, ia mencoba membalikkan kebijakan politik revolusi besar Prancis di masa kebangkitan kembali Bourbon.

Paham konservatisme memiliki bentuk yang berbeda, termasuk paham konservatisme yang liberal, paham liberalisme yang konservatif, paham konservatif fiscal, paham konservatif nasional dan tradisional, paham konservatif budaya dan sosial, paham konservatif agama, paham konservatif progresif, bahkan paham konservatif otoritarian.

Dari keadaan sekarang, Trump sepertinya termasuk kaum konservatisme liberal, konservatisme fiscal, konservatisme budaya dan sosial, konservatisme nasional dan tradisional, serta konservatisme agama.

Xi Jinping sepertinya juga termasuk kaum konservatisme fiscal, konservatisme nasional dan tradisional, kosnervatisme budaya dan sosial, serta konservatisme otoritarian. Keduanya memiliki banyak kesamaan dalam hal fiscal, nasional dan tradisional, serta budaya dan sosial.

Tradisi paham konservatif AS tertanam di dalam revolusi besar Amerika. Sejarawan bernama Gregory Schneider mendapati bahwa kaum penganut konservatif memiliki kesamaan yakni menghormati tradisi, mendukung republik, mendukung sistem hukum, mendukung agama Nasrani, dan memberikan perlawanan yang kuat terhadap budaya modernisasi dan pemerintah otoriter yang berusaha menentang negara Barat.

Masyarakat tidak sulit untuk melihat kemenangan Trump menandakan konsep konservatif masyarakat AS telah menengadah kembali. Masyarakat mulai menghormati norma tradisi, mendukung sistem hukum, dan ajaran agama, melindungi peradaban Barat.

Konsep ekonomi dari paham konservatif fiskal sangat hati-hati dalam mengukur anggaran belanja pemerintah dan standar hutang. Tokoh pendukung revolusi besar AS yakni politikus Edmund Burke menjelaskan, pemerintah sama sekali tidak berhak menggalang hutang dalam jumlah besar, lalu membebankannya pada para wajib pajak.

Tokoh paham konservatif AS berpendapat, pemerintah seharusnya memusatkan perhatian pada masalah moral dan sosial negara, mereka menentang pemerintah membantu orang miskin, mengawasi ekonomi, atau melindungi lingkungan.

Karena kebijakan membantu orang miskin hanya akan mendorong ketergantungan masyarakat, serta mengurangi kemampuan mereka untuk hidup mandiri. Konsep konservatif negara dari Trump jelas merupakan faktor yang melatari banyak kebijakan imigrasinya. Sejak 1950, konsep konservatif Amerika telah terikat dengan Partai Republik.

Tea Party Movement yang dimulai sejak 2009 juga menampilkan pemikiran konservatif Amerika. Inti utama dari Tea Party adalah mematuhi konstitusi, mengurangi pungutan pajak, menentang pemerintah turut intervensi soal asuransi kesehatan.

Setelah 20 tahun Uni Soviet runtuh, Eropa Timur mulai berubah haluan, berupaya kembali ke Eropa. Fokus dari peta dunia meskipun hari demi hari semakin condong ke arah Samudera Pasifik, namun tetap dengan Samudera Atlantik sebagai inti.

Pesisir Atlantik Utara Amerika dan negara Eropa Barat adalah para penentu ketertiban dunia, meskipun Rusia dan PKT terus mencoba merusak tatatan ketertiban ini, tapi belum pernah berhasil mewujudkannya.

Sebaliknya, begitu Amerika mengalami perubahan atau tren, pada akhirnya selalu berpengaruh pada RRT maupun Rusia. Intinya, yang merasa was-was dan gusar terhadap pemerintahan baru Trump, adalah kaum sayap kiri Amerika, para penganut paham sosialis, dan orang-orang institusional yang keras kepala.

Di RRT, yang merasa was-was dan gusar terhadap pemerintahan baru Trump, adalah para pengikut Mao, pengikut sakyap kiri, dan kelompok Jiang Zemin. Setelah terbentuk, jalan Presiden Trump akan terus menimbulkan efek, akan mendorong terjadinya perubahan besar di Tiogkok, menyelaraskan hubungan dengan Rusia, dan membangkitkan kembali paham konservatif yang akan berpengaruh terhadap negara-negara di dunia. (sud/whs/rmat)

SELESAI

Share

Video Popular