Ilmuwan mengatakan, dibanding dengan garis khatulistiwa lainnya, matahari ditemukan miring enam derajat. Adapun penyebab dibalik kemiringan ini selalu menjadi misteri astronomi yang belum terungkap selama satu dekade lalu.

Kini para ilmuwan mengemukakan teori baru yang radikal yang menyebutkan bahwa Planet-9, alias Planet X, mungkin telah menggeser setiap planet di tata surya kita, keluar dari kesejajarannya.

Elizabeth Bailey, ilmuwan dari Caltech-California Institute of Technology di Pasadena mengatakan bahwa Planet ke-9 bukan hanya menyebabkan matahari kita mengalami kemiringan enam derajat. Hasil penelitian yang dikemukakan Michael Brown dan Konstantin Batygin pada Januari 2016 lalu mengindikasikan bahwa terdapat planet ke-9 di tepi tata surya kita, hanya saja belum ditemukan.

Ilmuwan memperkirakan terdapat planet ke-9 di tepi tata surya, hanya saja belum kita temukan. (Internet)

Menurut penuturan para ahli, bahwa garis edar semua planet di tata surya berada di posisi yang sama dengan matahari, satu sama lainnya hanya berbeda beberapa derajat. Tapi dibandingkan dengan matahari yang berbeda enam derajat ini cukup signifikan, sehingga membuat kita merasa matahari mengalami kemiringan ketika melihatnya dari bumi.

Selama bertahun-tahun tidak ada yang bisa memberi penjelasan yang rasional terkait apa yang menyebabkan objek yang paling besar di tata surya yakni matahari itu miring enam derajat. Posisi kemiringan matahari tidak sama dengan objek lainnya di dalam tata surya.

Profesor astronomi Brown dari The Barbara and Richard Rosenberg Institute mengatakan, “Ini adalah misteri yang sulit dipecahkan, tingkat kesulitannya membuat orang-orang lebih baik abaikan saja.”

Demi mencari tahu secara jelas, Beiley dan timnya membuat simulasi komputer dan menemukan kemiringan planet ke-8 mungkin disebabkan gravitasi planet ke-9.

Kemiringan planet ke-8 mungkin disebabkan oleh gravitasi dari planet ke-9. (Internet)

Dalam wawancaranya dengan Space.com, selain mengemukakan teori ini, Bailey juga mengemukakan teori lain yang dapat menjelaskan tentang kemiringan planet-planet di tata surya yang terjadi sekitar 4.5 miliar tahun silam. Salah satu teorinya adalah ketidakseimbangan materi inti semasa permulaan matahari.

Menurut teori Batygin dan Brown, planet yang belum ditemukan ini mengorbit mengitari garis edar matahari, memiliki massa sekitar 10 kali dari massa Bumi. Sementara jarak orbitnya sekitar 20 kalinya jarak Matahari-Neptunus.

“Setiap saat mengamati dengan cermat fenomena-fenomena ini, kita selalu merasa takjub. Dan planet ke-9 ini telah menjelaskan misteri tata surya yang lama tergantung ini,” ujar Batygin.

Selama ini, kemiringan matahari yang membingungkan dan objek lainnya di tata surya ini, merupakan misteri yang tak terpecahkan oleh para ilmuwan. Menurut para ahli, bahwa ditilik dari posisi dan ukuran planet ke-9, gerakannya telah menimbulkan dampak yang kuat pada tata surya. Meskipun ini salah satu penjelasan terkait kemiringan tata surya yang tidak wajar, namun para ahli masih harus terus berusaha menemukan planet ini. (Secretchina/Chen Gang/joni/rmat)

Share

Video Popular