Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam upaya untuk mengatasi inflasi terburuk di dunia yang sedang dialami negeranya, telah menandatangani dekrit darurat pada 11 Desember yang berupa instruksi untuk menarik dari peredaran uang kertas pecahan 100 Bolivar selambat-lambatnya dalam 72 jam mendatang.

Nicolas Maduro mengatakan, uang 100 Bolivar sekarang di pasar gelap hanya bernilai 2 Dollar AS, akan ditarik pada hari Rabu pekan depan. Rakyat Venezuela masih memiliki waktu sekitar 10 hari untuk menukarkannya di Bank Sentral.

Data Bank Sentral Venezuela menunjukkan bahwa uang kertas pecahan 100 Bolivar yang beredar dalam negeri pada November tahun ini bernilai lebih dari VEF 6 miliar, merupakan 48 % dari total nilai uang kertas Venezuela. Dengan kata lain, Venezuela akan menarik hampir separo dari peredaran uang kertas mereka. Padahal 100 Bolivar itu adalah uang kertas dengan nominal tertinggi dan paling banyak beredar di pasar.

Selain itu, pemerintah Venezuela mulai 15 Desember nanti akan mengedarkan uang kertas cetakan baru dalam 6 macam nominal beserta 3 macam uang koin dengan nominal yang tidak sama. Uang kertas cetakan baru yang nilai nominalnya paling tinggi adalah 20.000 Bolivar. Padahal di pasar penukaran valas gelap, nilainya itu masih belum sampai USD 5,-

Nicolas Maduro mengatakan bahwa langkah tiba-tiba yang diambil pemerintah ini ditujukan untuk mencegah penyelundupan oleh para geng kriminal di perbatasan antara Venezuela dengan Columbia.

“Kita harus terus perang melawan Mafia,” katanya.

Pengusutan menemukan bahwa ‘Mafia’ internasional melakukan penimbunan uang kertas Venezuela terutama yang bernominal 100 Bolivar. Uang-uang kertas itu ditimbun di berbagai lokasi di Columbia, Brazil dan lainnya. Langkah tersebut dimaksudkan untuk memerangi penyelundupan yang sering terjadi di perbatasan Venezuela dengan Columbia.

Tetapi komentator mengatakan, langkah terakhir yang diambil pemerintah Venezuela ini tidak praktis, tidak akan menyelesaikan akar penyebab dari munculnya krisis keuangan negara. Dan itupun beresiko, penukaran ung lama dengan yang baru dalam batasan waktu yang hanya 3 hari adalah nonsens, akan muncul situasi seperti yang dialami India yaitu kekacauan. Antrian panjang di depan kantor Bank.

Pemerintah Venezuela tidak mengeluarkan laporan inflasi yang terjadi selama 2016. namun para ekonom percaya bahwa inflasi yang terjadi sudah mencapai 3 digit. Menurut analisa dari perusahaan konsultan ekonomi ‘Ecoanalitica’ bahwa inflasi Venezuela tahun ini sudah melebihi 500 %. IMF pada Oktober memperkirakan, inflasi Venezuela pada 2016 sudah mencapai 475.8 %. Dan mereka memperkirakan, inflasi tahun depan bisa mencapai 1642 %. Bulan lalu, nilai Bolivar di pasar penukaran valas gelap anjlok sampai 55 %.

Krisis makanan dan obat-obat di Venezuela telah mengakibatkan sekitar 30 juta jiwa penduduk negara tersebut ke tepian kriteria penduduk negara termiskin yang sudah membutuhkan bantuan kemanusiaan internasional.

Situasi serupa tampaknya tidak terlalu asing. pemerintah India baru-baru ini juga mengumumkan penarikan uang kertas dengan nominal tertinggi yang menyumbang lebih dari 85 % peredaran uang negara itu dari pasar. Juga katanya bertujuan untuk memerangi korupsi dan pemalsuan. Langkah itu juga berulang kali mendapat kritikan karena menimbulkan krisis peredaran uang dan kekacauan ekonomi India.

Akibat pemerintah Indah mengumumkan penarikan uang 500 Rupee, sejumlah lembaga keuangan internasional menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi negara itu. HSBC memperkirakan bahwa PDB India tahun ini akan menurun antara 0.7 – 1 %. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular