Apa yang paling ditakuti anak-anak? Mainannya hilang ? Atau makanan yang enak sudah habis ? Bukan!, Sesuatu yang paling dicemaskan dan ditakuti anak-anak berhubungan dengan orang tuanya, kalian adalah sosok yang paling penting di hati mereka. Sering-seringlah amati hal-hal yang dicemaskan mereka, kemudian jangan lagi mengulanginya, dan jangan lagi menyakiti hati mereka.

5. Tidak sabar menjelaskan atau menjawab pertanyaan anak

Penasaran atau rasa ingin tahu adalah sifat alami manusia, terutama di masa anak-anak, rasa ingin tahu itu sangat kuat. Tapi tidak sedikit orang tua yang tidak menaruh perhatian ekstra terhadap pertanyaan anak-anak ini, tidak bertindak sebagai seorang guru pertama yang baik dalam keseharian mereka.

Ada orang tua yang menganggap anak-anak hanya merepotkan, lalu mengusir mereka secara halus dengan beberapa patah kata, mungkin mereka masih kecil, tapi ia bisa merasakan sikap orang tua. Ketidakpedulian atau sikap dingin orangtua akan membuat anak-anak berpikir bahwa mereka tidak perlu banyak bertanya, atau tidak perlu menanyakan hal seperti itu, sehingga membuat ia kehilangan rasa percaya diri pada kemampuannya.

Sikap dingin atau ketidak-acuan orang tua lambat laun juga akan membuat sang anak tidak antusias lagi, sekaligus akan kehilangan rasa penasaran dan keingintahuan mereka ; Menjelaskan atau menjawab asal-asalan, membuat anak-anak selalu yakin dengan kata-kata orang tua, jika Anda memberikan jawaban yang salah, anak-anak akan menjadikannya itu sebagai kebenaran dan akan selalu mengingatnya, begitu konsep yang salah itu tertanam ke otak, tidak akan mudah lagi untuk memperbaikinya.

Tidak menjawab pertanyaan anak-anak dengan alasan tidak ada waktu, ini hanyalah alasan yang dibuat-buat, tidak seyogianya dijadikan alasan. Jika memang Anda tidak punya waktu untuk menjawab pertanyannya pada saat itu, Anda seharusnya mengiayakan dulu pertanyaan yang ditanya anak, kemudian jelaskan padanya bahwa saat ini memang benar-benar tidak ada waktu, dan berjanji padanya akan menjawab pertanyaannya itu nanti pada waktu khusus untuknya.

6. Tidak suka dengan teman-temannya

Saat anak-anak sudah besar, mereka juga ingin memiliki beberapa teman sejati, berbagi suka-dukanya. Selaku orang tua, sudah pasti Anda mengingingkan hubungan yang baik anak-anak Anda dalam pergaulan. Namun, ada orang tua yang mungkin tidak suka dengan temannya anak-anak , karena teman sang anak tidak tahu sopan santun, atau terlalu perhitungan, atau suka melecehakan orang, suka berbohong dan kekurangan lainnya.

Namun, bagi anak-anak, seiring dengan perkembangan jasmani dan rohaninya, mereka ingin orang tuanya memperlakukan mereka sebagai sosok “orang dewasa”, menghormati pandangan mereka sendiri ketika memilih teman-teman. Apabila orang tua selalu saja baik secara langsung atau tidak menyatakan tidak suka dengan teman-temannya, hal ini pasti akan menyebabkan antipasti atau ketidaksukaan anak-anak terhadap orang tuanya, sehingga lambat laun akan merenggangkan hubungan antar orang tua-anak.

Selaku orang tua yang bijak seyogianya menghormati pilihan anak-anak dalam hal pertemanan. Oran tua juga sebaiknya berdiri pada sudut pandang anak dalam memperlakukan teman-temannya, bisa secara bijak mengubah pola pikir dan menghormati atau melindungi pilihan anak. Orang tua juga perlu mengakui perbedaan antar anak ketika memilih teman, dan menghormati perbedaan ini. Terkadang, anak-anak juga akan menghormati atau bertenggang rasa pada orang tua apabila mereka juga menghormati atau bertenggang rasa pada mereka.

7. Mengabaikan kelebihan anak

Sebagai orang tua, kita tentu berharap anak-anak kita adalah yang terbaik. Namun, di mata kita, anak-anak selalu tidak lebih baik daripada anak-anak orang lain. Kenapa bisa begitu ?

Ini bersumber dari sikap orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Namun, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, begitu juga dengan anak kita. Karena setiap hari selalu bersama dalam satu atap dengan anak-anak, sehingga yang tampak di mata orang tua itu selalu saja kekurangan anak, sementara kelebihan mereka diabaikan.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang tua kerap membanding-bandingkan kekurangan anak sendiri dengan kelebihan anak orang lain, bahkan terlalu berlebihan dalam memuji anak-anak orang lain, semula bermaksud menjadikan teladan bagi anak-anak, tapi pada kenyataannya, justeru melukai hati mereka, bahkan berdampak buruk pada sepanjang hayat mereka.

Sebagai orang tua, tidak boleh hanya menilai dari sisi fisik, performa dan beberapa aspek tertentu lainnya lalu memastikan anak-anak Anda sendiri itu tidak sebaik/sehebat anak orang lain, tapi harus pandai menemukan kelebihan mereka, menemukan sesuatu / kelebihan yang unik dari mereka, dan harus selalu percaya bahwa anak-anak kita itu hebat. Berikan pujian kepada anak-anak, agar mereka bisa terus mengembangkan kelebihan dan keterampilan dan keunggulan mereka ditengah gaung pujian dari Anda.

8. Memarahi anak-anak di depan tamu

Banyak orang tua suka mengungkapkan kekurangan anak-anak di depan umum, seakan-akan mengeluh kepada orang lain. Ada orang tua yang hanya sibuk menyalahkan kekurangan anaknya dihadapan orang lain, mengatai anak sendiri seperti “ampas tahu”. Sementara tanpa disadari, hal ini akan membuat si anak merasa dirinya sangat tidak berguna, tidak ada yang memujinya, seperti misalnya, ia akan merasa penampilannya buruk, bodoh, tidak terampil dalam pergaulan, tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga, hanya membuat repot keluarga, juga merasa orang tua kecewa terhadap dirinya, sehingga lama kelamaan hubungan antar anak-orang tua semakin renggang dan terasa asing.

Dari delapan hal yang ditakuti anak-anak tersebut di atas bisa kita simpulkan, bahwa orang tua (ayah/ibu), keluarga yang baik di mata anak-anak itu, seharusnya mengandung suasana yang ceria, kasih sayang, santai, toleran, demokratis dalam keluarga di rumah. Sebaliknya, yang paling memusingkan mereka (anak-anak)_ adalah keluarga yang tidak memiliki suasana hidup sedikitpun yang selalu dalam suasana dingin, tegang, tertekan, sewenang-wenang dan semacamnya.(Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular