Sindrom iritasi usus (Irritable bowel syndrome/IBM) dan endometriosis mengakibatkan nyeri perut, dan sudah terbukti bahwa wanita penderita endometriosis berisiko tinggi untuk menderita sindrom iritasi usus.

Faktor risiko dan komplikasi sindrom iritasi usus vs Endometriosis

Anda cenderung menderita sindrom iritasi usus jika:

• Sindrom iritasi usus cenderung terjadi pada orang di bawah usia 45 tahun.

• Secara keseluruhan, wanita berisiko sekitar dua kali lebih besar untuk menderita sindrom iritasi usus dibandingkan dengan pria.

• Terkait dengan penderita sindrom iritasi usus. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki anggota keluarga yang menderita sindrom iritasi usus lebih berisiko menderita sindrom iritasi usus.

• Menderita masalah kesehatan mental. Faktor risiko sindrom iritasi usus adalah kecemasan, depresi, gangguan kepribadian, dan riwayat pelecehan seksual masa kanak-kanak. Untuk wanita, kekerasan dalam rumah tangga juga dapat menjadi faktor risiko.

Komplikasi sindrom iritasi usus meliputi diare atau sembelit, wasir yang menjengkelkan, dan intoleransi terhadap makanan tertentu. Sindrom iritasi usus dapat menurunkan kualitas hidup di mana penderita harus memperhatikan apa yang dimakan, karena makanan dapat menyebabkan depresi. Pastikan untuk menjaga kesehatan mental jika menderita sindrom iritasi usus, karena masalah mental memperburuk kondisi.

Beberapa faktor risiko endometriosis meliputi …

• Riwayat keluarga – jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita endometriosis
• Riwayat kehamilan – wanita yang belum pernah melahirkan anak berisiko lebih tinggi
• Sejarah menstruasi – wanita dengan siklus mentruasi yang singkat, lebih parah, atau lebih lama dari siklus mentruasi yang normal akan berisiko lebih tinggi

Komplikasi yang berhubungan dengan endometriosis meliputi infertilitas (ketidaksuburan) dan kanker ovarium.

Mendiagnosis nyeri sindrom iritasi usus dan endometriosis

Karena biasanya tidak ada tanda fisik untuk defisini sindrom iritasi usus dengan pasti, maka dokter sering menyingkirkan diagnosis banding sampai akhirnya menegakkan diagnosis.

Jika Anda memenuhi kriteria sindrom iritasi usus, dokter akan menyarankan pengobatan tanpa melakukan uji tambahan. Namun jika Anda tidak memberi reaksi kesembuhan terhadap pengobatan tersebut, maka Anda perlu melakukan uji berikut ini:

Uji pencitraan:

• Sigmoidoskopi yang fleksible
• Kolonoskopi
• X-ray (radiografi)
• Computerized tomography (CT) scan
• Pemeriksaan saluran pencernaan bagian bawah

Uji laboratorium:

• Uji intoleransi terhadap laktosa
• Uji napas
• Uji darah
• Uji tinja

Jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa, penting untuk diperiksa oleh dokter untuk menentukan apa masalahnya. Jika gejala yang Anda alami cocok dengan gejala yang berhubungan dengan endometriosis, maka dokter akan melakukan pemeriksaan panggul. Pada pemeriksaan panggul, dilakukan dengan tangan untuk merasakan ada tidaknya kelainan di daerah panggul.

Uji USG sering dilakukan oleh dokter dalam menegakkan diagnosis endometriosis. Uji USG tidak dapat mendeteksi ada tidaknya endometriosis, namun dapat menentukan apakah seorang wanita memiliki kista atau tidak yang terkait dengan endometriosis.

Uji laparoskopi umumnya digunakan untuk memastikan bahwa seorang wanita menderita endometriosis. Sebuah sayatan kecil dibuat di dekat pusar dan laparoskop yaitu instrumen yang dilengkapi dengan kamera disisipkan sehingga dokter dapat mencari jaringan endometrium di luar rahim.

Pengobatan untuk sindrom Iritasi usus dan endometriosis

Karena tidak jelas apa penyebab sindrom iritasi usus, maka pengobatan difokuskan untuk menghilangkan gejala sehingga penderita dapat hidup senormal mungkin.
Dalam sebagian besar kasus, tanda dan gejala sindrom iritasi usus yang ringan dapat dikendalikan dengan cara belajar mengelola stres dan mengubah pola makan dan gaya hidup.

Perubahan pola makan:

• Tidak makan makanan yang mengandung banyak gas
• Tidak makan gluten
• Tidak makan makanan yang difermentasi yang mengandung oligsakarida, disakarida, monosakarida, dan poliol)

Obat:

• Suplemen yang mengandung serat
• Obat anti-diare
• Obat antikolinergik dan antispasmodik
• Obat antidepresan
• Antibiotik

Pengobatan endometriosis dapat diberi obat atau pembedahan, tergantung pada keparahan kondisi wanita penderita dan juga tergantung pada wanita tersebut apakah berencana hamil atau tidak.

Berikut adalah beberapa pilihan yang disarankan dokter untuk mengobati endometriosis:

• Obat untuk meredakan nyeri yang dijual bebas, seperti Advil, Motrin IB, Aleve
• Terapi hormon, yang dapat efektif untuk menghilangkan nyeri
• Obat kontrasepsi untuk mengurangi nyeri
• Agonis dan antagonis hormone pelepas gonadotropin, yang berfungsi mencegah menstruasi dan menyebabkan jaringan endometrium menyusut
• Depo-Provera, obat suntik untuk menghentikan menstruasi dan menghentikan pertumbuhan penyisipan jaringan endometrium
• Danazol, untuk menekan pertumbuhan endometrium dan mencegah menstruasi

Walaupun obat-obat ini efektif, penting untuk memahami bahwa banyak dari obat tersebut memiliki efek samping yang harus dipertimbangkan sebelum menggunakannya.

Pembedahan secara konservatif untuk menghilangkan endometriosis dan masih memungkinkan wanita untuk hamil. Dokter lebih sering menyarankan pengobatan endometriosis tanpa pembedahan, diiringi dengan teknologi reproduksi yang membantu wanita yang ingin memiliki anak. Dalam kasus endometriosis yang parah dan si wanita tidak masalah tidak dapat melahirkan anak, maka disarankan histerektomi.

Penelitian terhadap penyebab dan pengobatan endometriosis masih terus berlangsung, tetapi beberapa penelitian baru-baru ini menunjukkan adanya paparan kronis terhadap bahan kimia lingkungan terkait dengan peningkatan risiko endometriosis.Salah satu cara untuk mengurangi risiko adalah untuk menghindari bahan kimia dan menjatuhkan pilihan pada pengobatan alami untuk endometriosis.

Bagi banyak wanita, endometriosis adalah penyakit yang ditabukan, penyakit yang diakibatkan oleh kurangnya kesadaran sehingga diagnosis dan pengobatan sering tertunda. Masalahnya beberapa gejala mirip dengan penyakit lain. Yang penting adalah jika Anda mengalami salah satu gejala yang diuraikan di sini, Anda harus mencari jawabannya – jangan menyerah sampai Anda puas bahwa Anda telah menerima diagnosa yang tepat dan siap untuk menjalani terapi pemulihan. Endometriosis dapat menimbulkan nyeri dan putus asa, namun jangan biarkan endometriosis menghancurkan hidup Anda.(Epochtimes/Devon Andre/Vivi)

Share

Video Popular