Oleh: Zhou Xiaohui

2 Desember lalu, Xi Jinping menemui mantan Menlu AS yakni Kissinger yang telah berusia 93 tahun di Balai Agung Rakyat. Sehari sebelumnya, Wang Qishan juga telah menemui Kissinger di Pulau Diaoyu.

Baik Xi Jinping maupun Wang Qishan sudah tidak asing lagi dengan Kissinger. Ini adalah ke-7 kailnya Xi Jinping bertemu dengan Kissinger, sedangkan Wang Qishan sendiri sejak 2009 telah berkali-kali bertemu dengannya. Namun demikian, pertemuan pasca terpilihnya Trump sebagai presiden baru AS terkesan jauh lebih penting.

Sejak 1971, sebanyak 70 kali Kissinger telah berkunjung ke Tiongkok, dan 50 kali di antaranya adalah kunjungan resmi, dan diterima sebagai tamu negara oleh para pemimpin Partai Komunis Tiongkok/PKT sebelumnya.

Secara diam-diam ia berhasil mewujudkan kunjungan Presiden Nixon ke Tiongkok pada 1972 (Diplomasi Pingpong), setelah negeri Tiongkok menerapkan reformasi keterbukaan. Ia pernah membantu RRT menarik investasi dan teknologi asing, menggunakan pengaruhnya di kalangan politik dan bisnis di AS untuk membela kepentingan pemerintahan PKT.

Dalam hal kebijakan terhadap Tiongkok, saat ini Kissinger sependapat dengan hubungan rekanan RRT-AS yang dikemukakan Xi Jinping yakni, tidak saling menentang dan berprinsip saling menguntungkan.

Menurutnya masih banyak bidang bagi AS dan RRT untuk bekerjasama termasuk Jalan Sutra, Afganistan, memberantas bajak laut untuk menjaga perdamaian internasional dan lain-lain. Pengaruh Kissinger terhadap hubungan AS dan RRT serta kemiripan pandangannya dengan Xi Jinping, ini juga alasan utama Kissinger mendapat sambutan dari Xi dan Wang dalam kunjungannya ke Tiongkok kali ini.

Saat ditemui Xi Jinping, selain mengutarakan momentum yang sangat tepat dari kunjungan Kissinger ke Tiongkok kali ini, juga menyatakan perhatian khusus Tiongkok terhadap perkembangan situasi di AS pasca pilpres, Xi berkata sekarang adalah “masa krusial” peralihan politik di AS, “Secara keseluruhan, kami ingin melihat stabilitas hubungan RRT-AS dan berkembang berkesinambungan.”

Xi Jinping juga mengemukakan dirinya baru-baru ini telah bertemu dengan Obama dan berbicara lewat telepon dengan Trump.

Dan ketika bertemu dengan Wang Qishan, Wang menjelaskan kondisi penegakan disiplin yang diterapkan setelah sidang paripurna keenam PKT, termasuk pengawasan negara yang sempurna dan lain-lain. Penjelasan ini sangat sesuai dengan status baru Wang yakni sebagai “ketua tim sistem pemantauan mendalam reformasi kerja negara pusat”.

Pernyataan Kissinger saat bertemu Xi Jinping adalah, “Hubungan AS-RRT sangat penting terhadap kedua negara maupun dunia. Mendorong hubungan AS-RRT yang stabil dan berkesinambungan, berkembang lebih baik, juga adalah hal yang sangat diharapkan oleh pemerintah AS.”

Ia juga menyatakan, “Bersedia untuk secara antusias terus melanjutkan mempererat interaksi antara RRT-AS untuk saling memahami dan bekerjasama dengan baik”.

Ketika bertemu dengan Wang Qishan, Kissinger juga menyatakan “Bersedia memberikan sumbangsih bagi perkembangan hubungan AS-RRT yang sehat”.

Dari ungkapan kedua belah pihak, bisa disimpulkan tiga tujuan utama Xi Jinping dan Wang Qishan bertatap muka dengan Kissinger:

  1. Memahami kebijakan pemerintahan Trump terhadap RRT dan penilaian Kissinger pribadi.

Setelah Trump terpilih sebagai presiden, akankah pernyataan kerasnya selama masa kampanye akan diwujudkan setelah menjabat di Gedung Putih, sikap seperti apa yang akan ditempuh Trump terhadap Tiongkok, serta bagaimana berurusan dengan Trump, menjadi hal mendesak yang ingin segera dipahami oleh pemerintahan Xi.

18 November lalu, Kissinger baru saja bertemu dengan Trump, kedua tokoh berdiskusi tentang berbagai masalah kebijakan luar negeri mulai dari masalah Tiongkok, Rusia, Iran, dan Uni Eropa.

Menurut pemberitaan media massa AS, kepada CNN Kissinger pernah mengatakan, masyarakat tidak seharusnya memojokkan Trump pada posisi yang tidak ingin dipertahankannya hanya karena perkataannya di masa kampanye pilpres.

“Dalam hal tertentu, presiden terpilih ini adalah yang terunik yang pernah saya kenal, yakni ia sama sekali tidak mempunyai beban sedikit pun,” kata Kissinger.

“Dewasa ini merupakan ‘masa krusial’ peralihan politik di AS, secara keseluruhan, kami ingin melihat stabilitas hubungan RRT-AS dan berkembang berkesinambungan.” Kata Xi Jinping kepada Kissinger (93) dan mengemukakan dirinya telah menemui Obama serta berbicara lewat telepon dengan Trump. (internet)

Saran dari Kissinger kepada Trump adalah  harus menempatkan seseorang yang memahami sejarah dan budaya Tiongkok di dalam jajarannya, untuk menjadi koresponden yang menghubungkan pemerintah AS dengan RRT dan orang ini harus terus memperhatikan banyak hal yang sedang terjadi untuk memastikan hubungan korelasinya.

Selain itu jangan pernah membuat keputusan terhadap masalah yang terjadi di antara kedua belah pihak seperti hubungan dagang, masalah Laut Tiongkok Selatan atau konflik apa pun, melainkan harus memastikan tujuan dan harapan yang ingin dicapai untuk dibicarakan dengan pemimpin RRT.

Kissinger juga memberitahu Trump, Mao Zedong (dibaca: Mao Tse Tung) bahkan lebih ideologis lgi, dalam hal ini, Xi Jinping (dibaca: Si Cin Bing) sangat berbeda dengan Mao Zedong.

Tidak diragukan, setelah berdialog dengan Trump, Kissinger telah memberitahukan kepada Xi Jinping dan para pemimpin PKT lainnya akan pandangannya mengenai kepribadian Trump dan kebijakannya terhadap Tiongkok, termasuk saran bagaimana berdialog dengan Trump, bahkan mungkin juga termasuk sejumlah informasi yang ingin disampaikan oleh Trump, dan semua ini memang “sangat tepat waktunya”.

2. Kembali menyampaikan kepada Amerika konsep untuk mengembangkan hubungan RRT-AS yang saling menguntungkan. Dengan kata lain, Xi Jinping tidak berharap akan saling bertentangan dengan Amerika, melainkan harus bekerjasama untuk saling menguntungkan, Xi Jinping lebih berharap “melihat hubungan AS-RRT yang stabil dan berkembang secara berkesinambungan”.

3. Menyampaikan informasi untuk memperkuat kerjasama dengan AS dalam hal pemberantasan korupsi. Sebagai tokoh utama pendorong pemberantasan korupsi, Wang Qishan menemui Kissinger sekaligus juga memperkenalkan pendisiplinan partai dan pengawasan negara pasca rapat paripurna PKT, yang juga melontarkan sinyal bahwa dalam hal mendeportasi para pejabat korup yang lari ke AS, RRT dan AS bisa bekerjasama lebih erat lagi.

Yang bisa dilihat adalah, sebelum Trump menduduki Gedung Putih, kunjungan Kissinger ke Beijing kali ini, telah menimbulkan efek yang sangat penting bagi Zhongnanhai untuk memahami kebijakan Trump terhadap Tiongkok dan bagaimana berdialog dengan Trump.

Sementara sikap Kissinger juga menyatakan ia bersedia memberi sumbangsih dalam hal ini. Akan tetapi, bagaimana sikap Trump dan kelompoknya terhadap usulan dari Kissinger masih perlu diamati. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular