DENPASAR –  Pengikut Falun Gong atau Falun Dafa di Bali menyerukan  penghentian penindasan terhadap praktisi Falun Dafa di Tiongkok dalam rangka memperingati Hari HAM Internasional setiap 10 Desember di Lapangan Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Bali, Minggu (11/12/2016).

Para praktisi latihan jiwa dan raga Falun Dafa berkumpul menggelar latihan 5 perangkat gerakan latihan Falun Dafa. Tak hanya latihan bersama, para praktisi Falun Dafa menggelar pawai di sekitar kawasan dengan membentangkan spanduk seruan penghentian pengambilan paksa organ secara paksa yang dialami oleh praktisi Falun Dafa di Tiongkok.

Pada aksi mereka, praktisi Falun Dafa di Bali juga menyerukan penghentian segala macam penganiayaan dan penindasan yang dialami para praktisi berupa penangkapan, pemenjaraan, pemerkosaan dan pembunuhan para pengikut Falun Dafa.  Aksi ini juga menyerukan aktor utama penindasan yakni mantan Sekjen Partai Komunis Tiongkok (PKT) Jiang Zemin untuk diseret ke Pengadilan.

Adapun luas wilayah penindasan terhadap praktisi Falun Gong terjadi pada seluruh pelosok di Tiongkok.  Bahkan Jiang Zemin dengan kroninya memanfaatkan Kedubes RRT di seluruh dunia untuk melakukan intervensi kepada pemerintah negara-negara di dunia untuk turut mengekang aktivitas Falun Dafa dengan berbagai fitnah dan propoganda diantaranya tuduhan berpolitik serta dalih menjaga hubungan baik antara Tiongkok dengan negara-negara tersebut.

Selain membawa spanduk-spanduk yang menyerukan penghentian penindasan para praktisi juga membawa sejumlah foto-foto para rekan mereka yang sudah meninggal dunia akibat korban penindasan, pengambilan organ tubuh dan akibat tindakan kejam lainnya. Menjelang malam harinya digelar aksi menyalakan lilin dalam rangka mengenang rekan-rekan mereka yang menjadi korban penindasan.

Melansir dari situs id.falundafa.org Falun Gong atau Falun Dafa adalah metode latihan yang berlandaskan prinsip Sejati-Baik-Sabar. Latihan ini juga disertai metode pengolahan jiwa dan raga. Melalui olah raga disertai dengan lima perangkat latihan termasuk meditasi. Sedangkan melalui olah jiwa berlandaskan pada prinsip Sejati-baik-sabar.

Selama puluhan tahun sejak Falun Dafa diperkenalkan ke masyarakat secara luas sejak pertama kali pada 1992 kini telah menunjukkan manfaat jiwa dan raga bagi yang berlatih Falun Dafa.  (asr)

(Foto : Peringatan Hari HAM 2016 oleh praktisi Falun Dafa di Bali/Wayan Dianta/Istimewa)

Share

Video Popular