Peneliti mengatakan anak kecil yang minum susu sapi murni adalah lebih ramping dan memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang minum susu rendah lemak atau susu skim (kandungan lemak kurang dari 1%).

Penelitian mereka terhadap lebih dari 2.700 anak yang berusia 1 tahun sampai 6 tahun menunjukkan bahwa anak yang minum susu murni memiliki nilai indeks massa tubuh hampir satu unit utuh lebih rendah daripada anak yang minum susu satu persen atau dua persen.

Peneliti utama Dr. Jonathon Maguire dari Rumah Sakit St. Michael di Toronto, Kanada, mengatakan bahwa hal tersebut sebanding dengan perbedaan antara anak dengan berat badan yang sehat dengan anak yang menderita kelebihan berat badan.

Maguire berspekulasi bahwa anak yang minum susu murni lebih merasa kenyang dibandingkan dengan anak yang minum susu rendah lemak atau susu skim dalam jumlah yang sama, dan anak yang minum susu murni tidak banyak makan makanan berkalori tinggi.

Organisasi kesehatan dan organisasi kesehatan anak terkemuka di Kanada menganjurkan agar anak yang berusia di bawah dua tahun hanya minum susu murni, namun kemudian beralih ke susu rendah lemak untuk mengurangi risiko obesitas.

Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini juga menemukan bahwa anak-anak yang minum satu cangkir susu murni setiap hari memiliki kadar vitamin D yang sebanding dengan anak yang minum hampir tiga cangkir susu satu persen.

Hal ini disebabkan karena vitamin D, yang ditambahkan ke semua produk susu untuk kesehatan tulang yang baik, bersifat larut dalam lemak, yang berarti vitamin D lebih larut dalam lemak daripada larut dalam air. Maguire mengatakan susu dengan kandungan lemak yang lebih tinggi mengandung lebih banyak kadar vitamin D.

“Anak-anak yang minum susu rendah lemak tidak memiliki lemak tubuh lebih sedikit dan mereka juga tidak mendapatkan manfaat kadar vitamin D yang lebih tinggi yang terkandung di dalam susu murni,” katanya. “Ini adalah efek negatif-ganda dari susu rendah lemak.”

Temuan menunjukkan bahwa pedoman konsumsi susu lemak untuk anak yang berlaku sekarang ini harus dikaji ulang untuk memastikan anak mendapatkan manfaat yang diinginkan. Terbukti bahwa kasus obesitas telah meningkat tiga kali lipat dalam 30 tahun terakhir, sementara konsumsi susu telah menurun hingga setengah dibandingkan pada periode yang sama.

“Jenis susu yang harus diminum anak-anak kita adalah sesuatu yang harus kita cari jawabannya yang tepat,” kata Maguire.(Epochtimes/Vivi)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular