Pada artikel yang membahas pekerja malam hari, banyak yang bertanya apa yang harus mereka lakukan jika harus kerja shift malam hari. Nah, artikel kali ini akan membahas kekuatiran mereka yang mungkin juga bermanfaat untuk Anda meski tidak bekerja di malam hari.

Pertama, mari kita meninjau bagaimana bekerja di malam hari merusak sistem biologis Anda, maka kita akan mengeksplorasi cara untuk meminimalkan dampak tersebut.

Iptek telah menetapkan dengan jelas pentingnya menjaga jam biologis tubuh agar sinkron dengan terbit dan terbenamnya Matahari. Sayangnya, sekitar seperlima dari pekerja Amerika bekerja di malam hari, setidaknya sesekali, dan bekerja shift malam adalah salah satu cara tercepat untuk mengacaukan jam tubuh Anda.

Untuk meningkatkan kualitas tidur pada siang hari, maka sangat penting untuk membuat kamar tidur Anda gelap gulita, karena sedikit paparan cahaya akan mencegah produksi melatonin.

Konsekuensi dari gangguan tersebut dapat menjadi hal yang signifikan, seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian bahwa terganggunya siklus tidur berkontri-busi pada:

• Obesitas dan diabetes tipe-2
• Fungsi kekebalan tubuh menurun
• Kardiovaskular dan penyakit jantung
• Gangguan fungsi otak dan pengendalian emosi, awal penurunan kognitif dan Alzheimer
• Kanker. Mekanisme utama yang bertanggung jawab pada efek ini adalah terganggunya produksi melatonin, suatu hormon yang memiliki aktivitas anti-oksidan dan anti-kanker. Melatonin baik untuk menghambat proliferasi sel kanker dan memicu apoptosis sel kanker (penghancuran diri).

Selain itu, juga ada gangguan tumbuhnya jaringan pembuluh darah baru pada tumor yang dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhannya (angiogenesis). Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa pekerja malam berisiko tinggi terhadap kanker dikarenakan alasan ini.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) bahkan telah mengkategorikan pekerja malam sebagai “kemungkinan karsinogenik”. Sayangnya, para pengusaha belum memahami hal ini, dan hanya beberapa yang mengenali tambahan risiko ini terhadap karyawan shift malam.

Terganggunya siklus sirkadian menyebabkan stres dan memburuknya penyakit

Kebiasaan tidur yang buruk juga cenderung dapat meningkatkan kadar kortikosteron, yakni hormon stres yang terkait dengan kemarahan. Ketika tubuh sedang stres, ia melepaskan hormon yang dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.

Otot-otot menjadi tegang, proses pencernaan berhenti dan pusat-pusat otak tertentu dipicu, yang mengubah susunan kimia otak. Menjadi tak terkendali, respon stres ini juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang tidak terbatas pada sakit kepala, kecemasan, depresi dan tekanan darah tinggi.

Gangguan sirkadian disebabkan oleh kekurangan tidur atau kualitas kurang tidur juga dapat memperburuk penyakit serius dan kronis lainnya, seperti penyakit Parkinson, multiple sclerosis (MS), gangguan saluran pencernaan dan penyakit ginjal, ini hanya beberapa nama saja.

Bekerja malam secara signifikan meningkatkan risiko diabetes

Dalam sebuah studi 2011 yang melibatkan perawat, peneliti dari Harvard School of Public Health mengungkapkan bahwa risiko seorang pasien wanita diabetes tipe- 2 meningkat sesuai dengan berapa tahun ia bekerja shift malam.

Perawat yang bekerja shift malam secara berkala selama tiga tahun, risiko diabetesnya meningkat sebesar 20 persen. Risiko ini akan meningkat seiring dengan waktu, mencapai hampir 60 persen dalam kurun dua dekade bekerja malam. Menurut penulis :

“Peningkatan risiko diabetes tipe-2 terkait dengan pekerjaan shift malam, yang berkisar dari 5 persen pada perawat yang pernah bekerja malam selama satu atau dua tahun, hingga 58 persen pada mereka yang telah melakukannya setidaknya selama 20 tahun”.

Penjelasan untuk efek ini akan kembali ke ritme sirkadian Anda dan dampaknya biologisnya, yang meliputi:

•Pelepasan hormon metabolik yang mengatur rasa kenyang dan lapar. Ketika kurang tidur, produksi leptin pada tubuh Anda akan menurun, yakni suatu hormon yang memberi tahu otak bahwa kita sudah kenyang. Pada saat yang sama, meningkatkan kadar ghrelin, hormon yang memicu rasa lapar.

•Gangguan metabolisme gula darah, yang menyebabkan resistensi insulin dan meningkatkan kadar gula darah, baik yang terkait dengan diabetes.

•Gangguan kemampuan pankreas untuk menyalurkan insulin.

•Gangguan atau perubahan suhu tubuh, metabolisme energi, siklus sel dan siklus perilaku.

Kerja malam secara konsisten apakah lebih baik daripada yang sesekali

Tentu saja pilihan terbaik untuk menghindari kerusakan dan penuaan dini adalah berhenti bekerja malam hari, tetapi saya menyadari bahwa Anda mungkin tidak dapat menghindari shift malam.

Ingatlah, sangat penting untuk memahami bahwa jadwal kerja yang teratur semacam ini pada akhirnya akan serius membahayakan kesehatan dan umur seseorang, sehingga lebih bijaksana untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra melawan efek buruknya.

Dalam video media The Atlantic, Dr. James Hamblin, seorang editor senior, membahas beberapa pilihan yang tersedia bagi pekerja malam.

Meskipun tidak mungkin untuk memberikan jawaban pasti yang akan berlaku bagi setiap orang sebagai aturan umum, jika Anda harus bekerja malam, mungkin lebih baik bekerja shift malam secara konsisten, menghindari jadwal kerja yang bergantian siang dan malam.

Setidaknya memungkinkan Anda untuk membangun ritme tidur-bangun yang teratur, meskipun siklus Anda bertentangan dengan siklus cahaya alami. Sebagaimana yang dicatat oleh Dr. James:

“Sebenarnya beberapa penelitian telah membandingkan efek kesehatan jangka panjang antara orang yang bekerja dalam beberapa malam dengan orang yang bekerja malam secara tetap, namun… prinsip konsistensi seharusnya diterapkan.

Jika Anda dapat mengatur tubuh ke dalam siklus 24 jam, itu menguntungkan, bahkan jika hal tersebut tidak sesuai dengan Matahari…

Menurut Badan Internasional untuk Penelitian Kanker [IARC], risiko tambahan kanker pada pekerja shift dapat dijelaskan oleh gangguan sistem sirkadian yang disebabkan oleh paparan cahaya di malam hari.

Hal ini dapat mengubah pola tidur-aktivitas, menekan produksi melatonin dan gen tidak ikut terlibat dalam perkembangan tumor. “Namun jika Anda masuk ke alur konsisten shift malam, Anda harus dapat memanipulasi cahaya dengan pemadaman lampu dan penutupan tirai….

Beberapa pengusaha mengira mereka sudah memenuhi keinginan orang dengan mengatakan, setiap bulan pekerja hanya mendapat shift malam selama seminggu. Itulah cara kami melakukannya di rumah sakit. Tapi mungkin akan lebih baik apabila bekerja tiga bulan berturut-turut setiap tahun” (Epochtimes/Josep Mercola/Vivi)

Bersambung

Share

Video Popular