JAKARTA – Hasil penertiban Badan POM sepanjang 2016 ditemukan 9.071 jenis yakni 1.424.413 kemasan kosmetika impor ilegal dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari Rp 77,9 miliar. Hal demikian diungkapkan Kepala BPOM Penny W. Lukito dalam keterangan pers Penertiban Kosmetika Impor Ilegal dan Kosmetika Mengandung Bahan Berbahaya pada awal Desember lalu.

Rilis BPOM menyebutkan, temuan produk ilegal tersebut terdiri dari kosmetika impor mengandung bahan berbahaya, kosmetika impor tanpa izin edar/nomor notifikasi, dan kosmetika impor yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia secara ilegal (tidak melalui skema Indonesia National Single Window).

Menurut BPOM, modus operandi yang terungkap dari pelaku yang mengedarkan kosmetika impor ilegal ini antara lain dengan mengemas kosmetika impor ilegal seolah-olah produk dalam negeri yang telah terdaftar, mengemas kosmetika dalam negeri seolah-olah produk impor yang telah terdaftar.

Tak hanya itu, modus mengedarkan secara langsung kepada konsumen (direct selling) juga dilakukan, memasukkan barang ke Indonesia bercampur dengan produk lain, baik melalui pelabuhan tradisional atau sebagai barang tentengan untuk menghindari pemeriksaan petugas.

Tindak lanjut terhadap temuan produk impor ilegal tersebut antara lain berupa pembatalan terhadap 1.491 izin edar/nomor notifikasi kosmetika, pembekuan akses 28 pemohon notifikasi kosmetika, penghentian sementara kegiatan terhadap 2 pemohon notifikasi, dan pemusnahan produk.

Sementara dari hasil penelusuran terhadap kosmetika ilegal, baik dari tindak lanjut pemeriksaan, laporan masyarakat, maupun upaya investigasi selama tahun 2016, telah dilakukan tindak lanjut pro-justitia terhadap 53 sarana. Selain itu juga, Badan POM telah memusnahkan Rp 34,7 miliar kosmetika impor ilegal hasil penertiban 2016. (asr)

Share

Video Popular