Kebiasaan adalah semacam pemikiran yang terbiasa atau tindakan di bawah sadar. Hal yang kita lakukan setiap pagi saat mata terbuka, lebih dari 90% nya itu adalah kebiasaan, misalnya, terbiasa turun dari sisi ranjang sebelah mana, ke kamar mandi atau ganti baju dulu dan semacamnya. Kebiasaan ini tidak terbentuk dalam semalam, secara relatif, bukanlah hal yang mudah untuk mengubah suatu kebiasaan begitu terbentuk.

Ada satu teori dari psikolog yakni terbentuknya kebiasaan itu perlu 21 hari tindakan yang berlangsung secara kontinyu, agar alam bawah sadar individu itu menghasilkan pemikiran dan tindakan yang terbiasa. Olahraga sebenarnya adalah salah satu contoh yang sangat baik, kita tahu manfaat olahraga terhadap tubuh, namun, banyak orang yang tidak bersemangat untuk segera bangkit berolahraga, hal ini dikarenakan tidak adanya kebiasaan ini di bawah sadar seseorang . Sebaliknya, tidak sedikit orang yang akan merasa tidak nyaman jika selama beberapa hari tidak ke pusat kebugaran-gym, karena kebiasaannya adalah olahraga.

Selain makan dan minum, ada banyak hal yang dilakukan dalam rutinitas sehari-hari, misalnya bangun pagi, membaca, belajar, merokok, minum dan sebagainya, dimana semua ini erat kaitannya dengan kebiasaan. Di antaranya, ada orang yang berharap bisa mengembangkan kebiasaan baik, sementara itu, ada yang ingin berhenti, tapi selalu saja tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruk. Atau, ingin mengembangkan kebiasaan baru, tapi selalu saja hanya sebatas hangat-hangat kuku, berhenti di tengah jalan.

Selama kita terjaga, pola pikir dari kebiasaan kita juga memengaruhi setiap pikiran dan keputusan, karena itu orang-orang sering mengatakan, bahwa kebiasaan menentukan nasib sendiri. Kalau begitu, lalu apa saja kebiasaan-kebiasaan yang diam-diam dilakukan oleh orang-orang yang sukses itu ?

Definisi “kebiasaan” :

Pertama, pasti akan ada tindakan setiap hari, nyaris tidak pernah berhenti.

Kedua, menguasai tindakan yang tetap setelah melakukannya secara berulang melalui upaya spiritual.

“Kebiasaan” bukanlah perilaku yang sudah bisa dipraktekkan manusia begitu lahir, tetapi sesuatu yang sudah dikuasai setelah tindakan itu dilakukan secara berulang. Selain perilaku atau gerak-gerik, pola pikir, pandangan hidup, aspek-aspek mental dan spiritual, dimana semua ini termasuk dalam lingkup kebiasaan. Seperti kata pepatah : “Kebiasaan adalah sifat/bawaan kedua manusia”. Perilaku dan pola pikir sehari-hari yang terbiasa itu dapat berdampak pada perjalanan hidup manusia.

Seiring dengan bertambahnya usia, kecenderungan bertindak menurut kebiasaan individu akan menjadi semakin kuat. Jika sudah terbiasa seperti ini, maka tidak akan mudah lagi untuk memperbaikinya.

Kebiasaan tidak hanya akan memengaruhi sikap, tingkah laku ataupun tindakan eskternal orang bersangkutan, tapi akan memengaruhi pikiran di relung hatinya, kecenderungan psikologis, bahkan menentukan arah dan jalan hidup. Setelah memahami hal ini, mungkin Anda sekalian mulai berkeinginan untuk “merenungkan kembali kebiasaan-kebiasaan” Anda itu.

Kalau begitu, berapa banyak sebenarnya tindakan atau perilaku manusia menurut kebiasaannya dalam sepanjang harinya itu ?

Bukti ilmiah, “kebiasaan” menentukan sebagian besar perilaku atau tindakan manusia.

Berikut ini adalah percobaan yang pernah dilakukan Massachusetts Institute of Technology. Demi menyelidiki proses mengubah perilaku/tindakan manusia menjadi kebiasaan itu, tim peneliti akhirnya mengembangkan sejenis perangkat yang dipasang di tubuh relawan, perangkat yang memiliki kemampun mendeteksi dan sinyal. Selain itu juga memiliki fungsi GPS, sehingga tim peneliti dapat mengetahui lokasi relawan.

Sebagai contoh : Ketika relawan berada di rumah, tim peneliti bisa mengetahui sang relawan berada di dapur, di depan wastafel, ruang tamu dan informasi lokasi lain, dengan bantuan perangkat ini, peneliti dapat mengetahui posisi gerak sang relawan. Selain itu, juga dapat mendeteksi gerakan halus pada tubuh bagian atas sang relawan, misalnya volume, intonasi, kecepatan suara dan sebagainya.

Percobaan tersebut memantau sekitar 100 hari rutinitas relawan sehari-hari, dan dengan perangkat ini mengetahui keberadaan, waktu dan tempat kerja, daftar menu mereka sehari-hari, apakah sedang meeting, tidur dan sebagainya, kemudian memahami kebiasaannya sehari-hari mereka. Mungkin ada yang tidak bisa menerima dengan kehidupan tanpa privasi sedikipun, tetapi sebelum percobaan dilakukan, tim peneliti telah menjelaskan secara detail hal terkait dan mendapat persetujuan dari sang relawan.

Tim peneliti kemudian menganalisis tindakan tertentu sang relawan menurut kebiasaan sehari-harinya, dan hasilnya menunjukkan, bahwa lebih dari 90% tindakannya itu dilakukan menurut kebiasaan. Dengan kata lain, bahwa tindakan relawan kurang dari 10% setelah mempertimbangkannya ; karena itu, hampir mendominasi atau mengendalikan semua tindakan/perilaku manusia.

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa tindakan/perilaku manusia akan ada perbedaan halusnya, namun, secara garis besar, terkait kapan dan di mana, apa yang dilakukan itu sesuai dengan kebiasaan sehari-hari, seperti misalnya kapan mulai rapat, jam berapa konfirmasi e-mail, bahkan berapa lama frekuensi ke toilet dan sebagainya.

Selain itu, penelitian terkait juga menyebutkan bahwa ketika relawan pergi berbelanja, kita juga dapat memprediksi dulu materi belanjaannya, dan berapa detik yang diperlukannya untuk merenung baru akan memilih barang yang tidak sama dengan barang yang biasa dibelinya. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: MISTERI SERBA SERBI

Video Popular