Pada artikel yang membahas pekerja malam hari, banyak yang bertanya apa yang harus mereka lakukan jika harus bekerja shift di malam hari. Nah, artikel kali ini akan membahas kekuatiran mereka yang mungkin juga bermanfaat untuk Anda meski tidak bekerja di malam hari.

Menciptakan lingkungan buatan malam hari

Jika Anda benar-benar tidak dapat berhenti bekerja shift malam, maka pilihan terbaik adalah mengenakan kacamata pelindung sinar biru pada malam hari, dan pastikan itu ketika Anda berjaga, dan Anda akan mendapatkan paparan cahaya biru pada malam hari. Cahaya biru yang terbaik adalah dari Matahari karena menyeimbangkan. Tapi jelas itu bukan Matahari jika Anda bangun di malam hari.

Jadi saya akan menyarankan menggunakan lampu pijar bening yang konvensional, juga bohlam LED putih dingin (yang diperkaya sinar biru). Anda perlu keduanya, tidak hanya salah satu saja, karena LED akan memberikan cahaya biru sedangkan lampu pijar menyeimbangkan merah dan mendekati spektrum inframerah. Anda hanya perlu untuk menggunakan lampu LED kebiruan selama 15 sampai 30 menit, mengikuti rekomendasi yang dijelaskan di bawah. Ini akan membantu Anda untuk membangun ritme “sirkadian” baru Anda.

Anda mungkin perlu bermain dengan jumlah lampu yang digunakan, karena yang mencapai 10.000 lux telah terbukti efektif untuk pengobatan gangguan mood musiman (SAD, sejenis depresi ringan yang terjadi pada waktu yang sama setiap tahun). Dugaan saya adalah, dosis ini terlalu tinggi jika Anda tidak sedang mengobati SAD, tetapi berusaha membantu tubuh agar mengoptimalkan semua sistem yang diperlukan untuk bekerja selama shift malam.

Idealnya, Anda harus mulai dengan lampu pijar segera setelah bangun, sehingga dapat mensimulasi Matahari terbit. Setelah setengah jam atau lebih, Anda harus menambahkan lampu LED putih dingin, menirukan proses Matahari beranjak menuju tengah hari. Setelah Anda merasakan dorongan energi fotonik, Anda dapat menghentikan penggunaan LED, karena apabila dosisnya berlebihan akan lebih banyak menyebabkan kerusakan dari pada manfaat: Lampu kebiruan (LED) menghasilkan jumlah radikal bebas yang berlebihan jika tidak diimbangi dengan sinar merah dan mendekati cahaya inframerah.

Setelah Anda mendapat paparan cahaya biru, akan lebih bijaksana untuk membatasi paparannya lebih lanjut. Ini berarti: hanya ada lampu pijar di rumah dan jika Anda pergi keluar rumah, hindari paparan tambahan dari lampu LED atau neon dengan memakai kacamata pemblokir cahaya biru. Sementara proses ini jauh dari ideal, harus mengurangi kerusakannya pada orang yang paling banyak bekerja shift malam. Ingat pilihan “terbaik” Anda adalah, berhenti bekerja shift malam dan mendapatkan paparan sinar Matahari penuh di siang hari.

Hampir mustahil untuk meniru seluruh spektrum dan kecerahan sinar Matahari alami, bahkan sekalipun dengan lampu UV (ultra violet) berkualitas tinggi, lampu LED putih dingin dan lampu pijar terang. Namun juga masih lebih baik daripada tidak sama sekali. Bekerja di malam hari, berarti Anda telah menjauhkan diri dari komponen penting bagi kesehatan, yaitu sinar Matahari alami.

Sinar Matahari tidak hanya sebagai katalis yang memungkinkan kulit Anda untuk memproduksi vitamin D; sinar Matahari juga berperan dalam kesehatan mitokondria, dan benar-benar penting untuk penglihatan yang sehat.

Sinar jingga membangunkan Anda

Pengaruh dari berbagai panjang gelombang cahaya ditunjukkan dalam penelitian di Belgia tahun 2014. Sinar jingga (oranye) berfungsi sebagai “jam weker” yang kuat bagi seluruh tubuh. Di dalam mata, ada sel-sel fotoreseptor yang membuat pigmen sensor-cahaya yang disebut melanopsin. Pigmen ini memainkan peran penting dalam mengarahkan siklus bangun dan tidur. Dugaan saya adalah, hal ini bekerja karena ada beberapa frekuensi inframerah yang dekat dengan cahaya jingga. Seperti dilansir New Scientist:

“Untuk mengetahui bagaimana melanopsin membangunkan otak, Gilles Vandewalle dari University of Liege, Belgia, dan timnya mencoba memberikan sorotan cahaya biru atau jingga selama 10 menit kepada 16 orang saat melakukan tes memori dalam pemindai fMRI. Mereka kemudian menutup mata-nya selama 70 menit, sebelum diuji ulang di bawah lampu hijau.

Pada awalnya orang yang terpapar cahaya oranye memiliki aktivitas otak yang lebih besar di beberapa daerah yang berkaitan dengan kewaspadaan dan kognisi ketika mereka diuji ulang, dibandingkan dengan mereka sebelum terpapar cahaya biru. Gilles berpikir bahwa melanopsin bertindak sebagai semacam saklar, mengirim sinyal yang berbeda ke otak tergantung pada keadaannya.

Cahaya jingga, yang memiliki panjang gelombang yang lebih panjang, dikenal mampu membuat pigmen lebih sensitif terhadap cahaya, tetapi cahaya biru memiliki efek sebaliknya. Cahaya hijau terletak di suatu area tengah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebelum paparan cahaya jingga mendorong keseimbangan menuju bentuk yang lebih peka cahaya dari melanopsin, meningkatkan respon di otak”.

Cara lain meminimalkan risiko kerja malam

Selain menjaga konsisten jadwal tidur setepat mungkin, juga mengatasi faktor-faktor berikut dapat membantu Anda mengurangi efek kesehatan yang merugikan dari bekerja shift malam:

•Karena pekerjaan shift malam sebagian besar mencegah orang dari paparan sinar Matahari tengah hari yang diperlukan untuk memproduksi vitamin D, maka cobalah mengukur vitamin D Anda, dan mempertahankan tingkat yang sehat sekitar 40 sampai 70 nano-gram per mililiter (ng / ml) dengan mencoba mendapatkan paparan sinar Matahari pada siang hari, atau dengan mengonsumsi suplemen vitamin D3 (bersama dengan vitamin K2).

•Perhatikan strategi lain yang mempromosikan kesehatan mitokondria, seperti ketosis gizi, puasa, latihan dan suplemen gizi seperti koenzim Q10, L-carnitine, D-ribosa, magnesium, omega-3, asam vitamin dan B alpha-lipoic hewani (ALA). Semua faktor ini telah dibahas dalam wawancara sebelumnya dengan Rhonda Patrick, Ph.D.

•Berikan perhatian serius pada pencahayaan di rumah dan di tempat kerja. Hindari menggunakan pencahayaan diode (LED), karena jenis cahaya ini dapat mempromosikan yang terkait usia degenerasi makula (AMD), penyebab utama kebutaan, dan memperburuk masalah kesehatan berakar pada disfungsi mitokondria, termasuk obesitas, diabetes, penyakit jantung dan kanker.

Seperti yang dijelaskan oleh Wunsch, sebagian besar energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan sistemik sebenarnya berasal dari lingkungan paparan cahaya inframerah. Kisaran yang mendekati-cahaya inframerah tidak hanya ditemukan dalam sinar Matahari di alam, tetapi juga dalam bola lampu pijar dan halogen yang memberi manfaat kesehatan dalam beberapa cara penting, termasuk warna dasar sel-sel di retina Anda untuk perbaikan dan regenerasi.

Lampu neon LED terutama memancarkan cahaya biru, yang mengurangi produksi melatonin di kedua kelenjar pineal dan di retina. Di retina, melatonin membantu meregenerasi, itulah mengapa LED begitu berbahaya bagi penglihatan Anda. Cahaya biru juga menciptakan spesies oksigen reaktif (ROS), yang ketika dihasilkan secara berlebihan, akan menyebabkan kerusakan. Jadi, ketika menggunakan LED, Anda berakhir dengan peningkatan kerusakan dan penurunan perbaikan dan regenerasi seluruh tubuh, bukan hanya di mata.

Paparan cahaya LED yang tidak seimbang dengan sinar Matahari penuh, sarat dengan bagian merah spektrum akan selalu merusak biologis Anda – hanya lebih banyak di malam hari. Oleh karena itu, jika Anda jarang terkena sinar Matahari karena bekerja malam, Anda harus bertanggung jawab pada diri sendiri untuk memastikan punya pencahayaan buatan sesehat mungkin. Pengusaha benar-benar perlu menaruh perhatian pada masalah ini dengan serius. (Epochtimes/Josep Mercola/Vivi)

Bersambung

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular