Miopia dalam beberapa tahun terakhir ini semakin menyerang usia yang lebih muda, bahkan anak-anak belia yang baru berusia beberapa tahun sudah memakai kacamata, benar-benar memprihatinkan.

Sebenarnya, terkait miopia di usia yang lebih muda, yang paling dibutuhkan adalah pencegahan dan pengawasan dari orang tua. Lakukan dengan baik beberapa hal dalam rutinitas sehari-hari, kecuali miopia itu karena faktor genetik (turunan) atau patologis. Pada umumnya miopia jarang terjadi pada usia yang masih belia.

1. Menjaga kebersihan mata

Biasanya barang-barang seperti handuk, baskom atau barang-barang yang digunakan orang tua dan anak sehari-hari itu sebaiknya dipisah. Jangan sampai karena teledor, sehingga terinfeksi trachoma (infeksi bakteri yang mempengaruhi mata), konjungtivitis akut dan penyakit mata menular lainnya. Selalu ingatkan anak-anak jangan mengucek mata dengan tangan yang kotor.

2. Kebiasaan menggunakan mata (melihat-baca)

Pertama-tama, jangan biarkan anak-anak tiduran sambil membaca, berbaring sambil menonton TV. Perhatikan setiap saat postur/posisi tubuh ketika membaca atau menulis, segera ingatkan begitu melihat posisinya tidak benar, supaya anak-anak bisa mengembangkan kebiasaan yang baik.

Jangan membaca di bawah cahaya terang atau redup, cahaya yang terang dapat merusak retina, dimana lama kelamaan akan memicu terjadinya pseudo-miopia (penglihatan yang dangkal), dan berkembang menjadi miopia.

Batasi penggunaan produk elektronik, sekarang banyak anak-anak di usianya yang masih belia sudah terpapar dengan radiasi komputer, ponsel dan produk elektronik lainnya. Bermain game sampai lupa waktu, dan karena berlebihan menggunakan mata, hingga menyebabkan penglihatan menurun.

3. Memperkuat latihan pada fungsi mata

Secara sadar membimbing anak-anak memperkuat latihan pada fungsi mata. Menemani anak-anak bersama-sama melakukan latihan perawatan mata, melepaskan pandangan jauh ke depan, latihan mengedipkan mata, mengajak anak-anak bermain tenis meja, dimana semua ini bisa membantu mereka meningkatkan penglihatannya.

4. Selalu berpartispasi dalam kegiatan eksternal

Orang tua dan guru seyogianya mendorong anak-anak agar selalu ikut berpartisipasi dalam kegiatan luar ruangan, tidak hanya dapat menempa fisik, tetapi juga bisa memperluas pandangan atau penglihatan anak-anak, mata mendapatkan istirahat yang nyaman, sekaligus juga membantu keharmonisan hubungan antar anak-orang tua.

5. Tidur yang cukup

Pastikan anak-anak mendapatkan waktu tidur yang memadai, tidur yang cukup bermanfaat dalam menghilangkan lelah, sekaligus membuat mata mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

6. Menjaga keseimbangan makan-minum

Kesukaan anak-anak terhadap jenis makanan tertentu dapat menyebabkan fisik anak-anak lemah, dan tidak kondusif bagi pengembangan mata, rentan miopia. Karena itu, sebaiknya perhatikan makan-minum anak sehari-hari, jangan pilih-pilih makanan dan hanya suka pada makanan tertentu, sebisa mungkin makanan yang bervariasi.

Selain itu, perbanyak konsumsi makanan, sereal, hati hewan, protein, buah-buahan yang mengandung vitamin B yang bermanfaat dalam metabolisme nutrisi pada mata.

7. Periksa penglihatan secara berkala

Dihimbau kepada orang tua agar secara berkala membawa anak-anak memeriksa penglihatannya, terutama ketika mendapati adanya kecenderungan rabun jauh, sebaiknya segera periksa ke rumah sakit sebagai upaya pencegahan dan pengobatan gejala penyakit (mata) terkait. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA KESEHATAN

Video Popular