Oleh: Zhang Bing-kai

Bagaimana alam semesta itu tercipta? Menurut beberapa fisikawan, alam semesta tercipta lewat Big Bouce, bukan Big Bang.

Para fisikawan ini percaya, bahwa apa yang disebut big bang itu sebenarnya suatu ilusi. Sebenarnya, kehidupan alam semesta itu merupakan siklus periodik, ketika sampai pada batas penyusutan, ia (alam semesta) mulai berproses sebaiknya, yaitu mulai mengembang dan membentuk alam semesta baru.

Dan dalam proses penyusutan maksimum hingga pengembangannya itu kebetulan teramati secara astronomi sekarang, sehingga astronom keliru menafsirkan bahwa alam semesta itu tercipta lewat proses “Big Bang”.

Adanya kekeliruan dalam teori “Big Bang” yang dicetuskan fisikawan itu dikarenakan hipotesis tersebut tidak bisa menjelaskan hal yang terjadi sebelum “Big Bang”. Sementara teori “Big Bouce” bisa menjelaskan hal yang terjadi sebelum terciptanya alam semesta.

Meskipun teori “Big Bang” dan “Big Bounce” menyebutkan bahwa alam semesta sedang mengembang, tapi pengembangan yang disebutkan dalam teori “big bang” menyisakan terlalu banyak masalah yang tidak bisa dijelaskan secara sempurna.

Niayesh Afshordi, astrofisikawan di Perimeter Institute for Theoritical Physics, Kanada, pernah mengatakan, para pencetus teori Big-Bang meyakini bahwa semua itu berasal dari singularitas, tetapi mereka sulit untuk menjelaskan, bagaimana alam semesta dengan Big Bangnya yang begitu kuat ini memiliki suhu yang nyaris sepenuhnya merata. Sementara menurut hipotesis dari Big Bang, alam semesta tidak akan memiliki cukup waktu untuk mencapai keseimbangan suhu.

Sedangkan teori “Big Bounce” tidak memiliki kelemahan ini. Direktur Perimeter Institute for Theoretical Physics, Neil Turok mengatakan, “Beberapa masalah dapat dipecahkan ketika teori “Big Bang”dicetuskan pada tahun 80-an. Tapi sekarang situasinya berbeda, kita perlu mengubah pengetahuan kita.”

Steinhardt Ijjas dari Universitas Princeton mengemukakan teori Big Bounce yang tidak memengaruhi mekanika kuantum, artinya tidak peduli bagaimana alam semesta menyusut, tidak akan menyebabkan kegagalan mekanika kuantum, dan kemudian alam semesta memasuki kondisi pengembangan.

Namun, banyak ilmuwan tidak sependapat dengan teori Big Bounce, karena kurangnya data aktual. Kosmolog Andrew Liddle mengatakan, “Teori ‘Big Bounce’ yang mereka sebutkan itu terlalu dekat dengan gambaran atau penjelasan dari teori ‘big bang’,  sehingga tidak perlu memisahkan kedua teori ini.” (Secretchina/Chen Gang/joni/rmat)

Share

Video Popular