Di dunia sekarang ini dimana tidak makan gula nyaris adalah “misi mustahil”, tetapi memperhitungkan kelebihan gula dikaitkan dengan banyak penyakit semakin mendapatkan perhatian, ini menegaskan bahwa pengendalian asupan kadar gula sangat diperlukan.

Tetapi untungnya, jika ingin mengetahui Anda sudah terlalu banyak makan gula atau tidak, tidaklah sulit. Jika Anda mengalami tanda-tanda kesehatan fisik dan mental seperti yang tercatat pada situs care2.com, maka Anda sudah harus berhati-hati, kemungkinan besar perlu mengontrol kegemaran Anda pada makanan manis.

1. Gelisah

Setelah tubuh mencerna gula, gula darah akan naik dan itu dapat membawa rasa nyaman sementara. Tapi ketika gula darah turun dengan cepat, orang akan mulai merasa cemas dan frustrasi, maka demi mendapatkan lagi perasaan yang nyaman tadi lantas makan gula lagi, terbentuklah lingkaran setan perubahan suasana hati.

2. Ketagihan makan gula

Semakin banyak makan gula, maka akan semakin ketagihan gula dan ingin menyantap makanan karbohidrat. Penyebabnya adalah, asupan gula yang tinggi membuat otak melepaskan tiga jenis zat kebahagiaan: dopamin, serotonin dan endorfin, yang akan mendorong Anda makan lebih banyak gula untuk mempertahankan perasaan semacam ini.

Sebuah penelitian di Australia mencatat bahwa orang yang ketagihan gula jika tidak dapat terus menerus makan gula akan mudah marah dan gugup, reaksinya mirip dengan orang yang mencoba berhenti merokok.

3. Berat badan bertambah

Kadar kalor gula cukup tinggi, tapi tidak dapat memberikan rasa kenyang, sehingga mudah menggoda orang untuk mengasup kalori yang berlebihan. Makan terlalu banyak gula juga dapat menyebabkan resistensi insulin, ini akan membuat berat badan bertambah; dan obesitas beserta resistensi insulin merupakan penyebab penting diabetes tipe 2.

4. Lelah dan linglung

Dalam keadaan seperti itu, energi sulit untuk difokuskan, ketika hendak bicara juga tidak dapat membentuk kalimat yang jelas, ada semacam perasaan “iskemia otak (kekurangan darah)”. Kondisi linglung yang setengah sadar itu adalah gejala gula darah rendah. Seperti dijelaskan sebelumnya, beberapa jam setelah makan gula, glukosa darah akan menurun dengan cepat, membuat gejala hipoglikemia (gula darah rendah).

Gula juga dapat membuat molekul beracun dalam sel-sel otak meningkat dan menghancurkan komunikasi informasi serta daya belajar plus memori; pada saat yang sama, makan terlalu banyak gula akan mempercepat penuaan sel dan dapat membuat orang merasa kelelahan.

5. Insomnia dan mimpi buruk

Harus menekan kenaikan gula darah pada malam hari, sehingga tubuh dapat beristirahat. Jika gula darah naik, selain akan sulit tidur, penelitian telah mengkonfirmasi bahwa kadar glukosa yang tinggi menyebabkan gelombang otak keliwat aktivitas, hal itu dapat menyebabkan sering bermimpi buruk.

6. Masalah kulit

Makan terlalu banyak gula bisa membuat gangguan sekresi hormon tidak normal dan tubuh rentan terhadap infeksi, hal itu akan terlihat pada kulit, dapat menyebabkan masalah jerawat, eksim, rosacea dan kulit berminyak atau kering.

Jika Anda memiliki kulit sensitif, makan terlalu banyak gula hanya membutuhkan beberapa hari saja akan “terwujud”; untungnya, begitu mengurangi asupan gula, maka semua gejala kulit yang terkait dengan gula akan tersapu bersih.

7. Kinerja indra pengecap menurun

Makan terlalu banyak gula dapat mengurangi sensitivitas kuncup pengecap. Setelah terbiasa dengan rasa gula, makanan yang manis pun tidak akan terasa”terlalu manis” lagi, Anda butuh makan lebih banyak gula untuk memuaskan indra pengecap Anda. Oleh karena itu, mengurangi makan gula, juga memungkinkan Anda makan sesuatu akan terasa lebih nikmat.

8. Sering sakit

Asupan gula yang berlebihan akan mempengaruhi penyerapan vitamin C, tetapi juga membuat ketidakseimbangan asam dan basa dalam tubuh, dan dapat membuat tubuh bersifat asam, melemahkan sistem kekebalan tubuh dan daya tubuh menjadi lemah.

9. Peradangan dan bau badan

Asam dalam tubuh akan menyebabkan berbagai macam patogen (bakteri, jamur, virus) berkembang biak, akan sering menyebabkan berbagai infeksi infl a\masi (seperti vaginitis pada perempuan), dan menyebabkan bau mulut serta bau badan. (Epochtimes/Hui/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular