Ketika keheningan dan suara musik diperdengarkan dalam sebuah pengujian yang lebih kompleks secara kognisi, orang cenderung mengerjakan tugas lebih baik dalam kondisi hening.

Dalam sebuah studi dari tahun 1980-an, peneliti memberikan dua pilihan kepada peserta untuk mendengarkan musik upbeat atau  lembut menurut genre yang mereka sukai, atau tidak sama sekali, saat mulai menghitung mundur. Orang-orang yang mendengarkan musik favorit mereka atau lagu upbeat, mendapatkan hasil terburuk dari semua, dan mereka yang memilih keheningan dapat melakukan yang terbaik.

Semakin menarik musik tersebut, maka semakin buruk untuk berkonsentrasi. Musik dengan lirik akan mengganggu untuk tugas-tugas verbal, kata Daniel Levitin, seorang ilmuwan syaraf dan penulis This Is Your Brain on Music. Musik dengan banyak variasi, telah ditemukan dapat mengganggu kinerja, bahkan sekalipun orang tersebut menikmatinya.

Saya bertanya pada Daniel Levitin, jika mendengarkan musik saat bekerja begitu buruk, mengapa begitu banyak pekerja yang melakukannya? Jawabannya sederhana: Kita menyukainya, dan kita tidak bisa mengatakan itu mengacaukan kita. Seperti salah satu studi kecil baru-baru ini menemukan, orang lebih suka mendengarkan musik lebih dari suara bising atau keheningan di kantor, meskipun itu tidak membantu mereka berpikir lebih baik. (Epochtimes/Olga Khazan/Ajg)

Share

Video Popular