Dokter kembali memperingatkan mengenai vitamin D, dan bukan berita mengenai “kita perlu lebih banyak” vitamin D seperti yang Anda harapkan. Sebaliknya, mereka mengatakan ada epidemi pengujian vitamin D di dalam darah yang mubazir dan terlalu banyak orang mengonsumsinya yang sebenarnya sangat sedikit  orang menderita kekurangan Vitamin D.

Gizi sangat penting untuk tulang yang kuat dan mungkin memainkan peran dalam kondisi kesehatan lain. Kesalahpahaman mengenai jumlah vitamin D yang disarankan telah menyebabkan salah tafsir terhadap uji darah dan banyak orang berpikir bahwa mereka perlu lebih banyak vitamin D daripada yang sebenarnya, beberapa ahli yang membantu mengatur kadar vitamin D menulis di New England Journal of Medicine.

Diinterpretasikan dengan benar, kurang dari 6 persen orang Amerika Serikat yang berusia 1 tahun sampai 70 tahun menderita kekurangan vitamin D dan hanya 13 persen berada dalam bahaya akibat tidak mendapatkan vitamin D yang cukup.

Hal ini memprihatinkan, “namun kekurangan kadar vitamin D bukanlah merupakan pandemi”, tulis para penulis.

Namun orang mungkin berpikir adanya pandemi kekurangan kadar vitamin D.

Uji darah terhadap kadar vitamin D-tidak disarankan kecuali dicurigai timbul masalah seperti kehilangan kepadatan tulang-melonjak. Di bawah cakupan Medicare, terjadi peningkatan 83 kali lipat dari tahun 2000 sampai tahun 2010, menjadi 8,7 juta uji darah pada tahun lalu, yang berbiaya 40 dolar Amerika Serikat sekali periksa. Di bawah cakupan Medicare, uji darah untuk memeriksa kadar vitamin D adalah uji kelima yang paling sering dilakukan, di bawah urutan uji kadar kolesterol dan di atas urutan uji kadar gula darah, skrining infeksi saluran kemih dan kanker prostat.

“Saya tidak yakin ketika uji darah untuk memeriksa kadar vitamin D menjadi populer untuk memeriksa setiap orang apakah ia menderita kekurangan , tetapi pasien sering menanyakannya, terutama baby boomer (angkatan yang lahir antara tahun 1946 sampai 1964),” kata Dr. Kenny Lin, seorang dokter keluarga Universitas Georgetown.

Penggunaan pil vitamin D juga tumbuh pesat, dari 5 persen orang Amerika Serikat pada tahun 1999 menjadi 19 persen orang Amerika Serikat pada tahun 2012.

Hal ini disebabkan oleh banyak laporan yang menunjukkan bahaya akibat terlalu sedikinya “vitamin sinar Matahari”, dikatakan bahwa kulit kita membuat vitamin D dari paparan sinar Matahari. Sangat sulit untuk mendapatkan kadar vitamin D yang cukup di musim dingin atau dari sumber makanan seperti susu dan ikan yang berminyak, meskipun banyak makanan dan minuman yang diperkaya dengan vitamin D dan label di kemasan harus segera memberi informasi tersebut.

Terlalu banyak vitamin D dapat menyebabkan tingginya kadar kalsium di dalam darah, yang dapat menyebabkan mual, sembelit, batu ginjal, kelainan irama jantung dan masalah lainnya.

“Kami tidak mengatakan bahwa dosis sedang suplemen vitamin D berisiko, tetapi seringkali tidak diperlukan,” kata Dr. JoAnn Manson dari Rumah Sakit Brigham dan Wanita di Boston. Manson dan beberapa penasihat lainnya dari Institute of Medicine, yang mengatur anjuran diet yang diperbolehkan (RDA, atau recommended dietary allowance), menulis artikel jurnal.

Secara biologis, setiap orang berbeda akan kebutuhan setiap vitamin. Institute of Medicine memperkirakan kebutuhan vitamin D dengan membandingkan berbagai asupan dan kadar darah dengan mengukur kesehatan tulang. Mereka memperkirakan bahwa rata-rata, orang membutuhkan sekitar 400 unit internasional vitamin D setiap hari, dan 600 unit internasional vitamin D setiap hari untuk orang yang berusia lebih dari 70 tahun.

Agar aman dan memastikan bahwa semua orang mendapat kadar vitamin D yang cukup, mereka mengatur RDA pada kadar tertinggi vitamin D dari spektrum kebutuhan penduduk, yaitu 600-800 unit internasional, tergantung pada usia.

Penulis menulis banyak orang dan dokter menganggap RDA dan kadar vitamin D di dalam darah sebagai ambang setiap orang memerlukan kadar vitamin D lebih dari itu. Akibatnya, orang sering diberitahu bahwa kadar vitamin D di dalam darahnya tidak memadai atau kekurangan vitamin D, yang sebenarnya tidak demikian.

“Jika Anda mengejar angka yang didapat di laboratorium, maka akan menyebabkan banyak orang mendapat jumlah vitamin D yang lebih tinggi daripada yang dibutuhkan, dan banyak variasi kualitas pengujian di dalam laboratorium,” kata Dr. JoAnn Manson.

Intinya: Dapatkan 600-800 unit internasional vitamin D setiap hari dari makanan atau suplemen dan tidak melakukan uji darah kecuali jika anda memiliki faktor risiko khusus, kata Dr. JoAnn Manson.

Di dalam suatu penelitian yang besar, Dr. JoAnn Manson memimpin pengujian apakah kadar vitamin D yang lebih tinggi akan menurunkan risiko kanker, penyakit jantung, stroke, kehilangan memori, depresi, diabetes, keropos tulang atau masalah lain. Hampir 26.000 orang mengkonsumsi 2.000 unit internasional vitamin D-3 (bentuk vitamin D yang paling aktif, juga dikenal sebagai kolekalsiferol) atau pil palsu setiap hari selama lima tahun. Hasil diharapkan akan diperoleh pada awal tahun 2018.(AP/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular