BOGOR – Setelah belum lama ini diramaikan dengan benih cabe berbakteri  dari Tiongkok, kini muncul lagi kasus baru yakni padi hibdrida asal Tiongkok. Jika potensi kerugian yang diakibatkan benih cabe berbakteri ini mencapai Rp 45 Triliun, maka jenis padi ini membuat padi membusuk.

Sebagaimana ditulis oleh Radar Bogor yang merupakan grup JPNN berdasarkan pernyataan Ketua Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Faperta-IPB), Dr. Suryo Wiyono mengatakan jenis padi ini sudah menyebar di persawahan Pulau Jawa termasuk di Bogor.

Menurut Suryo, para petani sudah mengalami sejumlah rentetan permasalahan pada padi-padi mereka mulai hama seperti wareng coklat. Akan tetapi kini justru datang persoalan baru yakni jenis padi hibrida yang didatangkan dari Tiongkok ini.  Justru efek yang ditimbulkan padi hibrida membuat produksi padi terhenti.

Berbeda keterangan resmi Kementerian Pertanian mengklaim bahwa jenis padi hibrida dinilai lebih baik, akan dianggap belum terbukti. Menurut Suryo, pihaknya memiliki catatan sejak 2007 hingga 2010, bahwa adanya laporan petani yang gagal panen karena menggunakan jenis benih padi hibrida.

“Walaupun ada yang berbuah tapi akhirnya gagal panen, lalu yang paling sering adalah banyaknya hama penyakit,” jelasnya, Jumat (16/12/2016).

Lalu apa bakteri yang terkandung dalam benih padi itu? Menurut Suryo salah satunya adalah jenis bakteri burkholderia glumae yang mampu membuat padi busuk dan tak berisi. Lebih jauh Suryo menambahkan, para petani terpaksa secara terus menerus membeli jenis padi ini dari produsen dari Tiongkok. Pasalnya,turunan jenis padi hibrida tak ditanam untuk keduakalinya.

Sebelumnya ditemukan benih cabe mengandung bakteri dari Tiongkok yang sudah ditanam di Kampung Gunung Leutik, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurut Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Antarjo Dikin kepada sejumlah media bahwa cabai-cabai yang didapatkan dari Warga Negara Tiongkok tersebut mengandung bakteri Erwina Chrysanthem OPTK A1 golongan 1.

Bakteri ini diketahui merupakan jenis bakteri yang tak pernah ditemukan di Indonesia. Bahkan bahaya yang ditimbulkan bakteri ini, nantinya akan menyebabkan gagal produksi hingga 70 persen terhadap petani cabe di Indonesia.(JPNN/asr)

Share

Video Popular