Dalam rubrik Beyond Science, Epoch Times mengeksplorasi penelitian dan cerita terkait fenomena dan teori-teori yang menantang pengetahuan kita saat ini. Kami menggali ide-ide yang merangsang imajinasi dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru. Silakan berbagi pengalaman Anda dengan kami pada topik yang kadang-kadang kontroversial ini.

Out-of-place artifact (OOPart) adalah sebuah fenomena yang menantang ilmu pengetahuan modern. Ia didefinisikan sebagai penemuan arkeologi atau artifak bersejarah yang tidak sesuai dengan alur waktu konvensional. Fenomena ini seringkali dihubungkan dengan adanya teknologi kuno atau bahkan perjalanan waktu. Namun, banyak kritikus yang menganggap hal ini sebagai suatu kesalahan interpretasi. Hingga sekarang, belum ada penjelasan yang cukup terhadap anomali yang membingungkan ini.

Beberapa kasus umum OOPart adalah tentang adanya penemuan arkeologi yang dianggap “terlalu maju” untuk ukuran peradaban manusia pada jaman itu, atau berupa adanya penemuan jejak manusia di jaman di mana manusia dianggap masih belum ada.

Ada banyak contoh fenomena OOPart. Berikut adalah salah satu contoh fenomena OOPart yang jarang sekali dibahas. Menariknya, fenomena yang satu ini adalah sebuah fenomena yang berhubungan langsung dengan kehidupan kita pada jaman sekarang, dan Anda bisa menjadi saksi kebenaran OOPart berikut ini.

Pada bulan Juni 2002, “batu dengan tulisan tersembunyi” berusia 270 juta tahun ditemukan di Guizhou, Tiongkok. Pecahan yang terbentuk 500 tahun lalu pada sebuah batu besar menyingkap enam huruf Tiongkok yang terlihat jelas. Batu tersebut bertuliskan “Partai Komunis Tiongkok Runtuh [Zhong Guo Gong Chan Dang Wang]” dimana karakter “runtuh” terlihat ​​sangat besar.

Media resmi di Daratan Tiongkok hampir semua melaporkan berita ini, tapi mereka menyembunyikan kata “runtuh” ​​dan hanya menyebutkan kata-kata “Partai Komunis Tiongkok.” Namun demikian, kata “runtuh” ​​dapat terlihat jelas pada foto yang diposting di People’s Daily online dan media pemerintah Xinhua.net.

Pingtang adalah lembah gunung yang tinggi di Provinsi Guizhou di barat daya Tiongkok. Desa Zhangbu adalah tempat dengan keindahan pemandangan yang membentang sejauh 6 kilometer lebih. Daerah ini terisolasi, dan relatif tidak tersentuh oleh manusia. Pada bulan Juni 2002, pameran fotografi internasional Duyun merekomendasikan daerah ini sebagai tempat yang indah untuk mengambil foto. Saat dilakukan pembersihan pada area ini, “batu dengan kata tersembunyi” itu ditemukan.

“Batu dengan tulisan tersembunyi” itu terbelah menjadi dua setelah jatuh dari tebing, dan celahnya cukup lebar untuk dilalui oleh dua orang di kedua sisinya. Dua bagian tersebut masing-masing dengan panjang 7 meter, tinggi hampir 3 meter, dan berat sekitar 100 ton. Kata-kata yang tertulis cukup rapi “Partai Komunis Tiongkok Runtuh” ​​dapat terlihat jelas pada salah satu bagian, dan setiap karakter berukuran hampir 30 cm2.

Li Ting-Dong dan Liu Bao-Jun dari Akademi Sains Tiongkok dan Li Feng-Lin dari China University of Geosciences termasuk dalam tim dengan 15 peneliti yang menganalisis batu tersebut. Mereka menyimpulkan bahwa huruf-huruf ini tidak diukir oleh tangan manusia, menyangkal teori bahwa orang modern menulis karakter itu untuk mendapatkan perhatian atau menarik wisatawan ke area tersebut. Mengingat karakter yang terlihat sangat jelas, tampaknya tidak mungkin jika karakter tersebut terbentuk secara alami. Asal usul karakter itu tetap menjadi misteri.

Mereka menyimpulkan bahwa karakter tersebut tidak diukir oleh tangan manusia.

Setelah mengunjungi situs pada bulan Oktober 2003, wakil-editor People’s Daily, Liang Heng menulis: “Orang-orang mungkin sering menyimpulkan jika awan putih mungkin tampak seperti anjing, atau sesuatu yang lain tampak seperti seseorang atau binatang, suatu gambar atau grafik, namun semua hal itu terbatas pada penampilan gambar. Jika hari ini sebuah megalit tiba-tiba bisa menulis, berbicara, mengukir, mengembangkan teknik penulisan, atau menggunakan terminologi politik, bagaimana orang bisa percaya? Apakah mereka berani untuk memercayainya? Namun, melihat dua potong “batu dengan tulisan tersembunyi” yang terbelah dua itu, mau tidak mau kami harus percaya.”

Para ahli memperkirakan batu dengan tulisan tersebut berusia sekitar 270 juta tahun yang lalu, berasal dari periode Permian. Batu itu jatuh dari tebing gunung yang tinggi di sungai lembah Zhangbu. Di tebing gunung yang curam, orang dapat melihat lekukan sebagai lokasi awal batu tersebut sebelum jatuh ke posisi saat ini. Batu terbelah dua karena jatuh dari atas, dan huruf besar “Partai Komunis Tiongkok Runtuh” pun tersingkap.

Selama penyelidikan, People’s Daily, CCTV, Guanming Daily, Technical Daily, Travel Satellite, stasiun China International Broadcasting, dan 20 wartawan media lain termasuk People’s Daily.net, Sina.net, Eastern Net, Sohu.net, Yahoo, dan New China semua melaporkan temuan tersebut. Lebih dari 100 surat kabar, stasiun televisi, dan situs web lain telah melansir ulang berita tentang penyelidikan ilmiah tersebut.

Meskipun tidak ada yang berani menyebutkan karakter keenam, “runtuh,” setiap orang yang melihatnya akan mengerti maknanya.

Sejak kebudayaan tradisional Tiongkok digantikan dengan paham komunis, masyarakat Tiongkok menjadi korban. Segala hal berani dilakukan karena memuja materi, bahkan tanpa sadar merugikan orang lain. Benih cabai berbakteri, makanan beracun, hingga perampasan organ hidup-hidup telah terjadi. Sedangkan dalam kebudayaan Timur ada yang percaya bahwa siapa yang menabur dia akan menuai. Jadi, segala akibat dari semua ini siapa yang akan menanggung?

“Manusia mengikuti bumi, bumi mengikuti langit, langit mengikuti hukum Dao, Dao mengikuti Hukum Alam” Sejak dahulu orang Tiongkok percaya dan mematuhi bahwa langit dan manusia menyatu, manusia menyatu dengan langit dan bumi, hidup saling bergantung. Akan tetapi komunis mempropogandakan “Manusia pasti akan menang melawan langit.” Mao Zedong pernah berkata, “Berperang dengan langit asyiknya tak terhingga, berperang dengan bumi asyiknya tak terhingga, berperang dengan manusia asyiknya tak terhingga.” Walaupun partai mendapatkan keasyikan itu, tetapi rakyat telah membayar dengan pengorbanan pahit.

Saat ini Partai Komunis Tiongkok masih berdiri. Apabila benar apa yang tertulis di dalam batu bahwa Partai Komunis Tiongkok akan runtuh, akan muncul pertanyaan, bagaimana sesuatu yang belum terjadi bisa ditulis pada sebuah batu berumur 270 juta tahun?

Kemudian, pertanyaan yang paling penting adalah siapa yang telah menulisnya?
Hal ini masih menjadi misteri dan kita semua akan menjadi saksi atas fenomena ini. (theepochtimes.com/feb/dpr/ran)

Share

Video Popular