- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Dua Kali Diterjang Banjir Hingga 3 Meter, 100 Ribu Warga Bima Mengungsi

BIMA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan Kota Bima telah diterjang banjir besar dua kali yang menyebabkan ribuan rumah terendam banjir hingga ketinggian 1 – 3 meter pada Rabu (21/12/2016) dan Jumat (23/12/2016).

BNPB mencatat akibat banjir ini ribuan masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Masyarakat yang awalnya sudah kembali ke rumah dari pengungsian kembali mengungsi karena adanya banjir susulan pada Jumat siang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan akses komunikasi dan suplai listrik mati di Kota Bima. Sedangkan akses transportasi terputus, aktivitas ekonomi lumpuh, perkantoran dan sekolah diliburkan.

Kepala BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Rum, telah melaporkan kepada Kepala BNPB perkembangan penanganan banjir. “Dampak banjir di Kota Bima menyebabkan 105.758 jiwa terdampak di 5 kecamatan (33 kelurahan) dan 104.378 jiwa mengungsi,” tulis Sutopo dalam siaran persnya, Sabtu (24/12/2016).

Menurut Kepala BPBD Nusa Tenggara Barat, saat ini sebagian banjir telah surut dengan menyisakan genangan dan lumpur. Sebagian besar pengungsi telah pulang kembali ke rumahnya masing-masing. Perkantoran dan sekolah diliburkan.

Menurut BPBD NTB,  aktivitas pasar belum ada yang buka karena juga ikut terendam banjir. Listrik masih padam dan jaringan komunikasi juga belum pulih. Kondisi ini juga menyebabkan kendala dalam penanganan sedangkan pendataan terus dilakukan.

Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa meninggal dan hilang akibat banjir. Fasilitas kesehatan yang rusak meliputi 4 puskesmas, 29 puskesmas pembantu, 29 polindes dan 1 kantor labkesda. Obat-obatan dan sarana medis ikut terendam banjir sehingga diperlukan bantuan obat-obatan dan tenaga medis.

Upaya penanganan darurat banjir terus dilakukan oleh BPBD, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemenkes, Kemensos, Kemen PU Pera, Tagana, SKPD Kota Bima, NGO, dunia usaha, relawan seperti dari PKPU, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Senkom Polri dan lainnya, dan masyarakat. Masa tanggap darurat selama 14 hari hingga 14 Januari 2017 mendatang. (asr)