Kontradiktif Nilai Tukar RMB Ibarat Elevator (2)

367
Fenomena RMB menguat di luar negeri dan melemah di dalam negeri bisa diungkapkan dengan “teori elevator”. Foto adalah poster RMB di Hongkong. (Getty Images)

Oleh: DR. Frank Tian, Xie

Teman dari Jerman tidak berhenti sebelum mendapat kejelasan, ini adalah wujud tanggung jawabnya kepada pembaca di Jerman, suatu sikap profesional yang patut dikagumi.

Masalah pelik seperti kontradiksi RMB ini sulit dijelaskan hanya dengan prinsip dasar ekonomi dan realita politik di Tiongkok saat ini.

Tapi bagi pembaca pada umumnya mungkin bisa digunakan penjelasan yang lebih sederhana dan langsung: yakni kesulitan yang dialami RMB ibarat sebuah elevator yang kehilangan kendali, melebihi muatan dan sedang anjlok dengan cepat!

Elevator ibaratnya adalah perekonomian RRT, dimana kabin elevator dipenuhi dengan muatan RMB. Kelebihan muatan elevator artinya penerbitan RMB terlebihan sehingga elevator kelebihan muatan menyebabkan kabel pengaman elevator putus, elevator menjadi kehilangan kendali, dan kabin elevator meluncur jatuh. (Pada elevator yang sebenarnya terdapat perlengkapan pengaman, tidak akan terjun bebas sampai ke bawah, ini hanya sebuah perumpamaan)

Meluncurnya elevator adalah tren menurunnya dan melemahnya RMB. Di saat itu, ada orang di atas yang menyadari elevator itu rusak dan menarik kabelnya berupaya menahan jatuhnya elevator. Dan ada beberapa orang berhati baik juga ikut berusaha menarik kabel elevator. Kekuatan menarik ini adalah perdagangan RRT, terutama surplus dagang dengan Amerika Serikat, ini adalah kekuatan yang membuat nilai tukar RMB menguat.

Jadi, elevator anjlok dengan drastis, sekaligus juga berusaha naik. RMB anjlok drastis, juga berusaha menguat, berada dalam kondisi kekuatan dua arah eksis bersamaan. Begitulah “kontradiktif” RMB, jika dilihat dari luar elevator maka terlihat naik, jika dilihat dari dalam elevator maka terlihat turun, orang asing melihat surplus RRT begitu besar maka berpikiran RMB memang seharusnya menguat, sedangkan warga Tiongkok tahu penerbitan uang semakin banyak dan RMB akan makin melemah.

Elevator juga naik di luar turun di dalam, inilah cermin dari RMB. RMB menguat karena rekan dagang RRT terutama AS menderita defisit karena perdagangan tidak adil dengan PKT. RMB melemah karena penerbitan RMB terlalu berlebihan, rakyat Tiongkok menjadi terbebani.

Berapakah seharusnya nilai tukar RMB yang sesungguhnya?

Hal ini benar-benar hanya “Tuhan” yang tahu. Tapi kita bisa mengamati fenomena alam dan menebaknya. Menurut penulis, RMB paling cocok dibandingkan dengan mata uang Taiwan (NT$). Standar produktivitas dan efektivitas di Taiwan cukup di kenal masyarakat dunia, nilai tukar New Taiwan Dolar (NT$) terhadap USD ditentukan oleh pasar. Menurut standar upah Taiwan, produktivitas, harga barang, serta nilai tukar NT$, jika PKT tidak menerbitkan RMB secara berlebihan, sesuai dengan kondisi saat ini nilai tukar yang wajar RMB terhadap USD seharusnya adalah 1:10 sampai dengan 1:15.

Jika pemerintah PKT menggunakan cara hak pemilikan property yang sebenarnya, menjual tanah dengan murah atau memberi gratis pada rakyat, mengetatkan kembali peredaran mata uang, maka RMB akan kembali ke nilai tukar 1:5, inilah angka yang normal dan bisa diterima.

Segera, Trump akan menjabat, kepentingan Amerika nomor satu, surplus dagang RRT akan berkurang, dan defisit dagang AS akan berkurang, bagaimana RMB akan melangkah?

Mungkin bisa dilihat dari perbandingan kekuatan turunnya elevator dengan tenaga tarikan ke atas. (sud/whs/rmat)

SELESAI