Buah kurma adalah salah satu tanaman tertua di planet Bumi ini, yang telah dimakan oleh manusia selama lebih dari 6.000 tahun. Bidang zat gizi dan ilmu pengetahuan modern baru mulai mencari tahu mengapa kurma begitu bermanfaat bagi kesehatan.

Lebih dari 200 varietas kurma tumbuh di seluruh dunia. Kurma mungkin tidak tersedia di semua supermarket setempat, namun artikel ini menjabarkan mengapa Anda harus makan lebih banyak buah kurma.

Manfaat kesehatan kurma

1. Sangat bergizi

Buah kurma tidak hanya manis rasanya, namun kurma adalah sumber besar banyak zat gizi yang berbeda dan mengandung serat yang tinggi.

Bahkan, 3,5 ons (100 gr ) kurma Medjool, sekitar 4 atau 5 buah kurma Medjool, menyediakan 18 persen asupan serat harian, 20 persen kalium, 18 persen tembaga, 14 persen magnesium dan jumlah kalsium dan zat besi yang tinggi, yang sangat baik untuk mendukung kesehatan tulang dan darah.

Kurma juga mengandung vitamin, termasuk vitamin B5 dan B6, folat, niasin dan vitamin A.

2. Bersifat antioksidan

Sebuah penelitian pada tahun 2005 menemukan bahwa kandungan polifenol tertinggi, yaitu jenis antioksidan yang penting, pada buah kurma dibandingkan dengan buah lain yang biasa dikeringkan. Polifenol telah terbukti membantu mencegah penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, kanker, osteoporosis dan diabetes.

3. Mengendalikan diabetes

Satu penelitian menemukan bahwa kurma membantu mengendalikan kadar gula dan lemak darah yang beredar pada penderita diabetes.

Hal ini menarik karena kurma mengandung karbohidrat dan gula alami yang tinggi. Makanan yang manis dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dengan pesat, yang dapat membahayakan penderita diabetes. Peneliti membandingkan makan kurma saja dengan makan kurma disertai makanan lainya terbukti kedua cara makan kurma tersebut tidak mengakibatkan lonjakan kadar gula darah.

Penelitian lain menemukan bahwa ekstrak buah kurma mencegah kerusakan saraf (neuropati) akibat diabetes.

4. Kesehatan seksual

Secara tradisional buah kurma diakui meningkatkan stamina seksual. Resep yang sangat baik untuk meningkatkan potensi seksual adalah dengan merendam beberapa kurma di dalam susu kambing semalaman, kemudian menggiling campuran tersebut dengan bubuk kapulaga dan madu secukupnya di pagi hari.

Ilmu pengetahuan belum menyelidiki hal ini, tetapi patut untuk dicoba.

Yang menarik, serbuk sari bunga kurma terbukti meningkatkan kesuburan pria dan meningkatkan jumlah sperma. Manfaat ini belum terbukti untuk buah kurma, tetapi penelitian menunjukkan buah kurma sangat menjanjikan untuk mengatasi ketidaksuburan.

5. Fungsi usus dan kanker

Sebuah penelitian di Universitas Reading meneliti kesehatan usus yang berkaitan dengan pencegahan kanker. Sekelompok sukarelawan makan sekitar 50 gr kurma (1,8 ons) setiap hari selama 3 minggu. Pada waktu itu, frekuensi buang air besar sukarelawan meningkat dan ada penurunan produk sampingan kimia yang bermakna yang berpotensi menyebabkan kanker yang dihasilkan oleh pencernaan.

Peneliti percaya bahwa serat dan polifenol yang tinggi yang ditemukan di dalam kurma mendukung fungsi flora usus yang sehat, yang menurunkan risiko terkena kanker kolorektal.

Penelitian lain juga menemukan bahwa senyawa alami tertentu di dalam kurma mempunyai efek anti-tumor dan anti-kanker.

6. Kesehatan jantung

Konsumsi kurma terbukti mengurangi kadar lemak darah dan stres oksidatif di dalam tubuh. Hal ini akan mencegah perkembangan aterosklerosis (penumpukan lemak di dinding pembuluh darah), yang dapat menyebabkan penyakit seperti serangan jantung, stroke atau aneurisma (pelebaran abnormal pembuluh darah karena kondisi dinding pembuluh darah yang lemah).

7. Kehamilan

Sebuah penelitian Sains dan Teknologi Universitas Jordan menemukan bahwa wanita hamil yang makan 6 buah kurma setiap hari selama 4 minggu terakhir kehamilan memiliki hasil yang lebih baik secara bermakna selama persalinan. Dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak makan kurma, wanita hamil yang makan kurma mengalami:

• Pembukaan jalan lahir yang lebih besar pada saat masuk ke rumah sakit.
• Proporsi selaput ketuban utuh lebih tinggi.
• 96 Persen persalinan spontan dari kelompok ibu hamil yang makan kurma, dibandingkan dengan 79 persen persalinan spontan dari kelompok ibu hamil yang tidak makan kurma.
• Penggunaan obat prostin dan oksitosin yang lebih rendah secara bermakna.
• Tahap persalinan lebih singkat, hampir separuh waktu dari ibu hamil yang tidak makan kurma.

Cara mengolah kurma

Kurma sangat lezat sebagai camilan. Berbagai jenis kurma segar atau kering dapat ditemukan di sebagian besar supermarket.

Minuman dan smoothie adalah cara favorit untuk makan kurma. Jika anda minum kopi, Anda dapat menambahkan kurma ke dalam smoothie kopi.

Kurma sebagai pemanis yang sangat baik untuk makanan ringan yang sehat.

Anda juga dapat menambahkan kurma ke dalam masakan yang gurih seperti salad, sup dan casserole (hidangan yang dipanggang dalam oven yang berisi daging ayam/ikan, berbagai sayuran, dan tepung). (Epochtimes/ Zoe Blarowski/Yant)

Share

Video Popular