Anjing manzi (dibaca: man ce, dalam dialek Hunan bermakna anak bungsu) ikut menghadiri kegiatan Hari Ilmu Pengetahuan 2016, dengan karakternya yang jinak dan patuh, bulu yang lembut dan sinar mata sendu, menjadi fokus para hadirin.

Anak-anak mendekatinya dan saling berinteraksi, sang pemilik anjing seorang wanita bermarga Chen terkadang meletakkan makanan anjing berbentuk kering di tangan, tubuh dan wajah anak-anak, Manzi akan mendekat dan menjilatnya, membuat anak-anak ketawa terpingkal. Reaksi lucu anak dan sifat lembut dokter anjing, membuat penonton yang berkerumun berwajah gembira.

Pemiliknya berkata, Manzi pada awalnya adalah anjing liar, ketika berusia 3 bulan ia dibuang di kotak karton di pinggir jalan, waktu itu ia hanya sebesar telapak tangan, tatkala dibawa pulang oleh anaknya, mereka mengkhawatirkan kesehatannya yang buruk. Akhirnya setelah diperiksa dan dinyatakan sehat, maka dipertimbangkan untuk menerimanya ke dalam pelatihan sebagai dokter anjing, yang pada akhirnya berhasil selesai dalam pelatihan dan lulus ujian.

Manzi rata-rata seminggu sekali akan berkunjung ke panti jompo, panti asuhan, sekolah dan layanan pendidikan khusus, objek layanannya terutama adalah orang tua dan anak-anak, selama menjadi dokter selama 3,5 tahun ini, ia telah menghibur dan menenangkan hati ratusan orang.

“Manzi dapat mendeteksi perasaan orang,” ujar si pemilik, pernah ada seorang guru karena kematian anjing kesayangannya lantas menjadi sangat bersedih, ketika berbincang wajahnya penuh air mata, pada saat itu Manzi tanpa menerima instruksi apa pun, dengan inisiatif sendiri berbaring di samping guru tersebut, dengan mendampinginya untuk menghilangkan duka dan nestapa.

Pada suatu kesempatan, Manzi melayani seorang lansia penderita demensia, lansia itu sangat gembira ketika melihat si anjing, tetapi tidak tahu bagaimana ia dengan sekuat tenaga mencengkram bulu Manzi, meski Manzi merasa sangat kesakitan, tapi hanya bisa tanpa daya memandangi pemiliknya. Pada saat itu si pemilik secara perlahan membimbing lansia itu, langkah pertama harus “menunggu hitungan 1,2,3”, secara perlahan menyentuhnya dan memberikan umpan makanan anjing dimulai di telapak tangan, lalu di lengan, untuk mendapat kepercayaan penuh Manzi lagi, sehingga bersedia untuk didekati lagi.

“Pada umumnya rasa sakit yang tidak tertahankan bagi manusia, anjing membantu menahannya,” jelas si pemilik, anjing dokter ini bisa memahami suasana hati manusia, dengan mendekati, sentuhan lembut dan interaksi, telah melelehkan garis batas dan kewaspadaaan, akhirnya lansia tersebut bersedia juga untuk berinteraksi dengan orang lain.

Sang pemilik mengatakan, sejumlah keluarga yang pada mulanya tidak berbicara dengan para lansia dan tidak berinteraksi, sekarang dapat menggunakan topik Manzi sebagai bahan pembicaraan, “Kakek, Manzi datang berkunjung,” lansia itu lantas sangat senang, “Bukan hanya menyembuhkan mereka yang cacat, tetapi juga pengobatan pada keluarga mereka”.

Selain menyentuh, memeluk dan penyembuhan psikologis, anjing ini juga dapat membantu pemulihan anggota badan, misalnya seperti menempatkan makanan anjing di tangan atau lengan, dan mendorong lansia untuk menjangkau dan mengambil, atau menyuruh si lansia mengangkat satu kaki tinggi-tinggi, agar si anjing melompat melewati kaki itu, hal itu secara tidak langsung membantu mengaktifkan otot.

Sang pemilik mengatakan, jurus paling lihai dari Manzi adalah dengan pandangan matanya yang memukau, sudut bibir relaks, seluruh ekspresinya bak aktor Hongkong, Tony Leung, yang penuh kelembutan dan hangat, “Hanya melihat wajahnya saja adalah penyembuhan yang paling bagus.” (Epochtimes/Hui/Yant)

Share

Video Popular